Tampilkan postingan dengan label ustadz Saeful Anwar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ustadz Saeful Anwar. Tampilkan semua postingan

Penampilan Group Kasidah Warnai Peringatan Isra Mi'raj 1445 H di PBJ

 



Sukabumi, Ybia Indonesia - Warga masyarakat Kalapanunggal menghadiri peringatan isra mi'raj Nabi Muhammad SAW 1445 Hijriah, bertempat di majelis pengajian Baiti Jannati kampung Panyindangan RT 003/001, Desa Kalapanunggal, kecamatan Kalapanunggal, kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Senin, (26/2/24). Pelaksanaan isra mi'raj dilaksanakan pukul 12.30 WIB - selesai. 

Dengan mengusung tema: "mari kita tingkatkan silaturahmi, karena akan menambah keberkahan ilmu, keberkahan rejeki dan dikabulkannya Do'a oleh Allah SWT".

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengenang peristiwa penting dalam sejarah Islam, yaitu perjalanan malam Nabi Muhammad dari Makkah ke Yerusalem (Isra) dan naik ke langit (Mi'raj). Peringatan Isra Mi'raj menghadirkan penceramah KH. Jafar Shodiq, S.Pd.i. Qori Ustadz Entang Suhendi, dan dimeriahkan oleh penampilan group Kasidah dari ibu-ibu majelis pengajian. 

Dalam kesempatan itu, pimpinan pengajian Baiti Jannati (PBJ) ustadz. Saepul Anwar, S.Pd dalam sambutannya mengatakan kegiatan peringatan isra mi'raj ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang makna dan hikmah dari peristiwa Isra Mi'raj bagi umat Islam. 

Selain itu, peringatan isra mi'raj ini juga menjadi momen untuk memperkuat iman dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, dan meningkatkan silaturahmi. 

"Kegiatan ini diharapkan dapat merangkul umat Muslim dari berbagai kalangan, baik tua maupun muda, meningkatkan kecintaan dan penghayatan terhadap ajaran Islam," Kata ustadz. Saepul Anwar, S.Pd.

Majelis pengajian Baiti Jannati sebagai tempat pelaksanaan peringatan tersebut telah disiapkan dengan baik untuk menyambut para jamaah. Suasana khidmat dan penuh semangat ibadah terlihat dirasakan oleh setiap hadirin. Tampak hadir Camat Kalapanunggal, Arif Solihin S.IP., kepala Desa Kalapanunggal, Hendra Suhendra, para pimpinan Ponpes, sejumlah tokoh di lingkungan setempat, dan tamu undangan lainnya. (La)

Pengajian Baiti Jannati Gelar Maulid Nabi Muhammad Saw 1445 H/2023




Sukabumi, Ybia Indonesia - Ratusan warga Palasari Wates RT 003 RW 001, desa Palasari girang, kecamatan Kalapanunggal, kabupaten Sukabumi Jawa Barat menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw 1445H/2023 yang diadakan di majelis pengajian Baiti Jannati pada Senin, (16/10/23) siang. 

Perayaan maulidan yang dimulai pukul 12.30 wib itu, mengusung tema: "gunakan waktu hidup kita untuk selalu bersilaturahmi sesuai akhlak Baginda nabi Muhammad Saw". Dengan menghadirkan penceramah KH. Nurdin Pranika (pitung muda), dan qori ustadz Endang Suhendi. 

Turut hadir dalam peringatan maulid Nabi Besar Muhammad Saw tersebut, camat Kalapanunggal Arief Solihin, S.Ip., ketua KNPI kecamatan kalapanunggal, tokoh masyarakat setempat, tokoh agama, sejumlah pimpinan Pondok Pesantren, para Santri/santriwati, dan tamu undangan lainnya. 

Dalam sambutannya, ustadz Saeful Anwar S.Ag bersyukur dan alhamdulillah atas terselenggaranya peringatan maulid nabi muhammad Saw 1445 Hijriah yang berjalan lancar, dan mengucapkan Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga terlaksananya acara. 

"Alhamdulillah acara peringatan maulid nabi muhammad Saw di pengajian Baiti Jannati berjalan dengan lancar, dengan ucapan subhanallah walhamdulillah Allahuakbar, " Kata ustadz Saeful Anwar S.Ag yang juga sekaligus pimpinan pengajian Baiti Jannati. 

Tak lupa ia pun mengucapkan Terima kasih kepada para donatur yang sudah ikut berpartisipasi langsung dan menginfakkan hartanya untuk kegiatan maulidan di majelisnya. Semoga Allah menggantikan rejekinya kepada sahabatku, para donatur yang telah berinfak sebagian hartanya untuk kegiatan yang penuh berkah ini. 

"Hanya allah yang tahu segalanya atas niat tulus, segalanya kami ucapkan syukron, syukron, syukron kepada semuanya aamiin ya rabbal alamin, semoga kita duduk bersama di dalam tempat yang indah di Surganya Allah SWT, " Pungkasnya. (La)

Aktivitas Rutin, Pengajian Malam Selasa di PBJ


Ybia Indonesia - Pengajian rutin memiliki peran sebagai lembaga pendidikan agama Islam non-formal masih menjadi aktivitas yang kerap dilakukan di beberapa wilayah pedesaan kota/kabupaten di Jawa barat Indonesia. 

Seperti halnya di majelis pengajian Baiti Jannati setiap malam Selasa, sudah menjadi agenda rutin selalu diadakan pengajian (aurod) yang langsung dipimpin oleh ustadz Saeful Anwar, S.Pd yang juga merupakan pengasuh di PBJ (pengajian Baiti Jannati).

Ditempatnya yang terbilang cukup sederhana, tepatnya di kampung Palasari girang, Desa Palasari girang, kecamatan Kalapanunggal, kabupaten Sukabumi Jawa barat. Juga menjadi tempat menimba ilmu para santri dan santriwati.

Aktivitas pengajian rutin tidak hanya digelar oleh masyarakat kalangan tertentu yang memiliki pemahaman baik mengenai agama Islam, tetapi bisa diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. (La)

Bersedekah sebelum Susah

 



Assalamu’alaikum Wr. Wb.


اِنَّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِى اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَلَهُ، أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَنَبِىَّ بَعْدَهُ، اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَهُ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ


Hadirin rohimakumulloh

Ybia Indonesia - Puji syukur kita sampaikan kehadirat Allah Swt. yang telah melimpahkan rahmat, karunia dan hidayah-Nya. Sholawat salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad Saw, kepada keluarganya, sahabatnya dan kita sebagai umatnya.

Hadirin rohimakumulloh

Al-Qur'an menyebutkan angan-angan orang muslim yang suka menunda amal shalih di dunia sehingga datang kematiannya, seandainya diberi kesempatan hidup kembali dirinya akan bersedekah dan menjadi orang shalih. Allah Swt. berfirman :


وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ


"Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), "Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.” 

(QS.Al-Munafiqun : 10)

Kenapa dia tidak mengatakan, "Maka aku dapat melaksanakan sedekah", "Maka aku dapat melakukan shalat" dan lainnya?

Berkata para ulama, “tidaklah seorang mayit menyebutkan "sedekah" kecuali karena dia melihat besarnya pahala dan imbas baiknya setelah dia meninggal”

Perkara yang paling menyelamatkan orang di akhirat adalah iman. Dan sedekah adalah bukti kebenaran iman. Rasulullah SAW bersabda:


والصدقة برهان


“Sedekah adalah bukti.” (HR.Muslim)

Imam Nawawi Ra menjelaskan: “Yaitu bukti kebenaran imannya. Oleh karena itu shadaqah dinamakan demikian karena merupakan bukti dari Shidqu Imanihi (kebenaran imannya).”

Sedekah dapat membebaskan pelakunya dari siksa kubur. Rasulullah SAW  bersabda:


‏إن الصدقة لتطفىء عن أهلها حر القبور


“Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.” (HR.Thabrani)

Pahala sedekah yang dikeluarkan seseorang akan terus mengalir kepadanya, walau ia sudah berada di liang kuburnya.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah :


 إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ 


“Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali 3 perkara : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang berdoa baginya.”  (HR. Muslim)


Hadirin rohimakumulloh

Sedekah juga bisa menyelamatkan pelakunya dari jilatan api neraka. Rasulullah SAW bersabada :


اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ


“Hindarkan dirimu dari neraka walaupun hanya dengan separoh butir kurma, jika tidak ada maka dengan tutur kata yang baik.” (Muttafaq 'alaih)

Sedekah itu walaupun sedikit, memiliki andil untuk menjauhkan kita dari api neraka. Semakin banyak sedekah, semakin jauh kita darinya.


Sedekah yang dikeluarkan seseorang akan menaunginya di akhirat. Rasulullah SAW  menceritakan tentang 7 jenis manusia yang mendapat naungan di hari kiamat yang tidak ada naungan lain selain dari Allah di hari itu. Salah satunya adalah:


رجل تصدق بصدقة فأخفاها، حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه


“Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai- sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” 

(HR. Al-Bukhari)

Hadits lain menyebutkan,


كل امرء في ظل صدقته حتى يقضى بين الناس


“Setiap orang dibawah naungan sedekahnya hingga diputuskan hukum diantara manusia.” (HR Ahmad dan Hakim)


Hadirin rohimakumulloh

Perbanyaklah bersedekah, karena menjadi sebab utama bisa menyelamatkannya di akhirat. Bersedekahlah atas nama orang yang sudah meninggal diantara kalian, karena sesungguhnya mereka sangat berharap kembali ke dunia untuk bisa bersedekah dan beramal shalih, maka wujudkanlah harapan mereka. 

Demikianlah semoga bermanfaat.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb

Oleh: ustadz Saeful Anwar, S.Pd

Pimpinan pengajian Baiti Jannati  



Pengajian Baiti Jannati gelar Isra Mi'raj Nabi Muhammad Saw 1444 Hijriah

 


Sukabumi, Ybia Indonesia - dalam rangka memperingati hari besar Islam Isra Mi'raj Nabi Muhammad Saw 1444 hijriah, majelis ta'lim pengajian Baiti Jannati mengadakan acara isra mi'raj nabi Muhammad Saw, pada hari Senin, (20/2/23) yang dipusatkan di majelis ta'lim pengajian Baiti Jannati (PBI), kampung Palasari girang, desa Palasari girang, kecamatan Kalapanunggal, kabupaten Sukabumi Jawa barat.

Turut hadir dalam acara Isra Mi'raj Nabi Muhammad Saw, pemerintah desa Palasari girang yang diwakili oleh H. Arif Rifatullah, kepala desa Kalapanunggal Hendra Suhendra, ketua KNPI desa Kalapanunggal Hendri S, perwakilan yayasan Baitul insan Ar-Raasyid (YBIA) yang diwakili H. Yudiana, pembina Baiti Jannati H.M Agus Harimukti, para ustadz dan ustadzah, para pimpinan ponpes, tokoh masyarakat setempat, warga setempat, santri dan santriwati pengajian baiti jannati, dan tamu undangan lainnya.

Acara yang dimulai sekira pukul 07.30 WIB - selesai itu diawali dengan pembacaan dzikir dan sholawat, pembacaan ayat suci Al-Quran oleh ustadz Entang Suhendi, dan dimeriahkan oleh grup Hadroh Baiti Jannati.

Dalam sambutannya, pimpinan pengajian baiti jannati, ustadz Saeful Anwar, S.Pd mengatakan bagi umat Islam, peringatan isra mi'raj nabi Muhammad Saw menjadi salah satu momen yang penting bagi seluruh umat Islam.


"Marilah kita syiarkan agama kita Islam dengan penuh semangat, dan  sebagai Umat Islam, kita  haruslah meneladani suri tauladan yang telah diajarkan Nabi Muhammad Saw. Semoga kita semua senantiasa mendapatkan syafaat nya", kata ustadz Saeful Anwar, S.Pd.

Tak lupa dalam kesempatan itu, pimpinan pengajian baiti jannati (PBI) ustadz Saeful Anwar, S.Pd menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada semua yang hadir, tanpa terkecuali. "Terima kasih kepada pemerintah desa Palasari girang yang diwakili, kepala desa Kalapanunggal, para guru-guru kami, para jamaah, santri dan santriwati, dan semua yang hadir yang tidak bisa disebutkan satu persatu, semoga kita semua mendapatkan syafaat kanjeng Nabi Muhammad Saw", ujarnya.

Dalam peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad Saw itu yang menghadirkan penceramah, ustadz M. Jafar Assundawi. Isra Miraj yang diperingati setiap 27 Rajab merupakan salah satu peristiwa penting dalam perjalanan kanjeng Nabi Muhammad Saw.
Isra Miraj merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam.  

"Peristiwa Isra miraj adalah dua perjalanan Nabi Muhammad SAW yang terjadi dalam satu malam, Umat Islam memperingati Isra Miraj setiap tanggal 27 Rajab tahun Hijriah", pungkasnya. (La)

Konsep Keluarga Sakinah



Ybia Indonesia - "konsep Keluarga Sakinah" 

Oleh: ustadz Saeful Anwar, S.Pd

Pimpinan pengajian baiti jannati 

Assalamu`alaikum Wr. Wb.


اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ وَلاَ عُدْوَانَ اِلاَّ عَلى الظَّالِمِيْنَ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللّهُمَّ صَلِّ عَلى سيِّدَنا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ. أَمَا بَعْدُ فَيَاعِبَادَاللهِ اُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَاتَّقُوْا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ


Hadirin rohimakumulloh

Puji syukur marilah kita sampaikan kehadirat Alloh Swt. yang telah memberikan berbagai nikmat, karunia dan ampunannya. Rohmat salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, sohabatnya dan segenap umatnya yang taat mengikuti ajaranya.


Hadirin rohimakumulloh

Keluarga adalah kelompok masyarakat terkecil yang terikat dalam perkawinan yang sah, yang hidup bersama dengan keterikatan emosional yang masing-masing individu memiliki peran masing-masing yang merupakan bagian dari keluarga. Sakinah adalah ketenangan lahir, batin, bahagia dan kedamaian yang mewujudkan baiti jannati atau rumah tanggaku adalah syrgaku. 

Berdasarkan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 bahwa perkawianan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Menurut Kompilasi Hukum Islam, Pasal 2 menjelaskan bahwa perkawinan menurut hukum Islam adalah pernikahan, yaitu akad yang sangat kuat miitsaqan ghaliizhan untuk mentaati perintah Allah dan melakukannya merupakan ibadah.

Firman Allah Swt


وَكَيْفَ تَأْخُذُوْنَهٗ وَقَدْ اَفْضٰى بَعْضُكُمْ اِلٰى بَعْضٍ وَّاَخَذْنَ مِنْكُمْ مِّيْثَاقًا غَلِيْظًا 


Dan bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal kamu telah bergaul satu sama lain (sebagai suami-istri). Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil perjanjian yang kuat (ikatan pernikahan) dari kamu. (QS.An-Nisa : 21)


Merujuk pada pengertian di atas, keluarga dan perkawinan merupakan satu hal yang tidak bisa dipisahkan dari fungsi-fungsinya sebagai tujuan dari perkawinan.


Hadirin rohimakumulloh

Keluarga sakinah, sebagaimana dicita-citakan oleh siapapun yang hendak dan sedang menjalani hubungan pernikahan itu suatu tujuan yang tidak mungkin dikesempingkan. Oleh karena itu, kita perlu mengkaji konsep keluarga sakinah yang sebenarnya. Dasar-dasar dari konsep keluarga sakinah sebagaimana Firman Allah Swt :


وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنۡ خَلَقَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٰجٗا لِّتَسۡكُنُوٓاْ إِلَيۡهَا وَجَعَلَ بَيۡنَكُم مَّوَدَّةٗ وَرَحۡمَةًۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ


“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS.Ar-Ruum : 21)

Pada ayat tersebut ada tiga hal yang dapat dijadikan sebagai konsep keluarga sakinah, yakni: Pertama, Sakinah adalah perasaan nyaman, tentram atau tenang kepada yang dicintai di mana suami isteri yang menjalankan perintah Allah Swt dengan tekun, saling menghormati dan saling toleransi.

Kedua, Mawaddah adalah perasaan cinta dan kasih sayang antara suami isteri ini akan melahirkan keindahan, keikhlasan dan saling hormat menghormati yang mewujudkan kebahagiaan dalam rumah tangga

Ketiga, Ar-Rahmah adalah perasaan belas kasihan, toleransi, lemah-lembut yang diikuti oleh ketinggian budi pekerti dan akhlak yang mulia. Dengan rasa kasih sayang dan belas kasihan ini, sebuah keluarga ataupun perkawinan akan bahagia.


عن أنس بن مالك قال كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ يَأْمُرُ بِالبَاءَةِ وَيَنْهَى عَنِ التَّبَتُّلِ نَهْيًا شَدِيْدًا وَيَقُوْلُ تَزَوَّجُوْا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ فَإِنِّي مُكَاثِرُ الْأَنْبِيَاءِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ


Anas bin Malik ra berkata, “Rasulullah SAW memerintahkan untuk menikah dan melarang keras untuk membujang dan berkata, “Nikahilah wanita yang sangat penyayang dan yang mudah beranak banyak karena aku akan berbangga dengan kalian dihadapan para nabi pada hari kiamat ” (HR. Ibnu Hibban)


Hadirin rohimakumulloh

Landasan tersebut sebagai indikator tercapainya keluarga sakinah yang harus mengetahui berbagi macam aspek kehidupan yang mampu menjadi pendorong atau penghambat terwujudnya keluarga sakinah.

Faktor-faktor yang mampu mendorong terwujudnya keluarga sakinah adalah agama (keimanan dan ketaqwaan), peran orang tua dengan keluarga inti dan famili lain, rkonomi (sekufu), kesehatan mental dan fisik,  pendidikan (sekufu), cinta kasih, hubungan sosial kemasyarakatan,  memahami peran dan fungsi dalam keluarga. Hadits Rosululloh SAW :


عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ: لِمَالِهَا، وَ لِحَسَبِهَا، وَلِجَمَالِهَا، وَلِدِيْنِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ. (متفق عليه)


“Dari Abu Hurairah ra. Bahwa Nabi SAW bersabda: “Seorang wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Karena itu nikahilah (wanita) karena agamanya, niscaya engkau bahagia.” (HR. Muttafaq ‘Alaih)


Hadirin rohimakumulloh

Faktor penghambat terwujudnya keluarga sakinah, yaitu jauh dari tuntunan agama, etika dan akhlak yang buruk secara pribadi maupun kolektif, campur tangan pihak ketiga, tidak menerima kelebihan dan kekurangan pasangan, lingkungan buruk, ekonomi lemah dan kecemburuan.

Adapun dampak dari tidak terwujudnya keluarga sakinah akan menimbulkan kekerasan dalam rumah tangga, perceraian dan penelantaran.


Hadirin rohimakumulloh

Kesimpulannya bahwa keluarga sakinah adalah keluarga yang berawal dari rasa cinta kasih (mawaddah) yang dimiliki oleh suami dan istri kemudian berkembang menjadi kasih dan sayang (rahmah) antara setiap anggota keluarga sehingga tercipta ketenangan dan kedamaian (sakinah) dalam hidup berumah tangga. Dengan demikian kehidupan keluarga akan senantiasa diliputi rasa aman dan nyaman, penuh kebahagiaan yang tidak lupa akan tugasnya sebagai hamba Allah.

Pada akhirnya, nilai-nilai pengamalan keluarga sakinah ini akan terbawa pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Pengajian Baiti Jannati akan Gelar Isra Mi'raj Nabi Muhammad Saw

 



Ybia Indonesia - Hadirilah tabligh Akbar dalam rangka memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad Saw 1444 Hijriah di majelis ta'lim Baiti Jannati (pengajian Baiti Jannati) pimpinan ustadz, Saepul Anwar, S.Pd. di Kampung Palasari Wates RT 003/001, Palasari girang Kalapanunggal kabupaten Sukabumi Jawa barat. Pada hari Senin, 20 Pebruari 2023 pukul 19.30 WIB - selesai.

Acara tersebut akan menghadirkan penceramah ustadz, M. Jafar Assundawi, dan Qori ustadz. Entang Suhendi. Dan akan dimeriahkan oleh tim Hadroh ER Rabbani pondok pesantren (ponpes) Al jabhatul Islamiyyah. (*)

Hadirilah Isra Mi'raj Nabi Muhammad Saw di PBJ, ini Tanggal Pelaksanaannya

 



Ybia Indonesia - Hadirilah tabligh Akbar dalam rangka memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad Saw 1444 Hijriah di majelis ta'lim Baiti Jannati (pengajian Baiti Jannati) pimpinan ustadz, Saepul Anwar, S.Pd. di Kampung Palasari Wates RT 003/001, Palasari girang Kalapanunggal kabupaten Sukabumi Jawa barat. Pada hari Senin, 20 Pebruari 2023 pukul 19.30 WIB - selesai.

Acara tersebut akan menghadirkan penceramah ustadz, M. Jafar Assundawi, dan Qori ustadz. Entang Suhendi. Dan akan dimeriahkan oleh tim Hadroh ER Rabbani pondok pesantren (ponpes) Al jabhatul Islamiyyah. (*)

Nasehat Diri




Ybia Indonesia - ketika kita sakit, Allah tarik tiga perkara 


1. Allah tarik keceriaan wajah kita.

2. Allah tarik selera makan kita.

3. Allah tarik dosa kita.


Apabila sudah sembuh, Allah hantar 2 perkara saja:


1. Allah mengembalikan keceriaan wajah kita.

2. Allah mengembalikan selera makan kita.


Tapi Allah tidak mengembalikan dosa kita..

Allahu Akbar. ..


Betapa sayangnya Allah pada kita..


Kebanyakan manusia suka "Mengeluh" dalam menjalankan kehidupan ini. 


Cobalah untuk tidak mengeluh dengan takzirah ini..:


1. Ketika kita mengeluh: “ihhh , capeknya aku."


Allah menjawab: (وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا) 

“dan kami jadikan tidurmu untuk istirahat (An Naba' : 9) 


2. Ketika kita mengeluh: “Beratnya cobaan ini, tak sanggup rasanya aku.


"Allah menjawab : 

(لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا)

“Aku tidak membebani seseorang, melainkan sesuai kesanggupannya".(Al Baqarah : 286)


3. Ketika kita mengeluh :

“Galaunya aku"


"Allah menjawab :

( أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ)

“Hanya dengan mengingatku, hati akan menjadi tenang” (Ar Ra'd : 28) 


4. Ketika kita mengeluh: “Apa yg aku buat ini semua sia sia.


"Allah menjawab : 

(فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ) 

"Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji zarah sekalipun, niscaya ia akan mendapatkan balasannya” 

(Al Zalzalah 7) 


5. Ketika kita mengeluh:

“tak ada seorangpun yang mau menolong aku."


Allah menjawab: 

(وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ)

“ Berdoalah (mintalah) kepadaku, niscaya Aku kabulkan” (Al Ghafir : 60) 


6. Ketika kita mengeluh : “ Aku sangat sedih.”


Allah menjawab:

( لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا ۖ ) 

“Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya aku bersama kamu " (At Taubah : 40) 


Janganlah kita banyak mengeluh. Banyakkan bersabar dan teruskan kehidupan ini dengan taqwa dan tawakkal.

Semoga menjadi insan yang bertakwa.

Hadapi semua musibah dengan tenang, sabar, dan tawakkal.

Semoga berjaya.

Terdapat dua jenis manusia :


1. Bila dia baca dan lihat ilmu ini dia abaikan.

2. Bila dia baca sesuatu yang bermanfaat lalu dia sebarkan.

Insya Allah bermanfaat bagi kita semua.. Aamiin

Lillah Amanah Berkah

Sholat Jendela Solusi Kesulitan

 



Ybia Indonesia - Assalamu’alaikum Wr.Wb.

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ وَلاَ عُدْوَانَ اِلاَّ عَلى الظَّالِمِيْنَ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللّهُمَّ صَلِّ عَلى سيِّدَنا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ. أَمَا بَعْدُ فَيَاعِبَادَاللهِ اُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَاتَّقُوْا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ   يَآاَيُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Hadirin rohimakumulloh
Puji dan syukur kita sampaikan kehadirat Allah Swt sebagai manifestasi rasa syukur yang mendalam.
Sholawat dan salam kekaguman sebagai perwujudan kecintaan kepada baginda  pembawa pelita kebenaran, penebar lentera keselamatan, pengibar risalah kedamaian dan keadilan, Nabi Muhammad SAW.,  yang senantiasa mengalun merdu dari setiap muslimin.

Hadirin rohimakumulloh 
Sholat apabila di laksanakan dengan khusyu, khidmat dapat mencegah kemungkaran,  sebagaimana wahyu ilahi berikut ini :

اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗوَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗوَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepada mu, yaitu Al-Qur’an dan dirikan sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar dan sesungguhnya mengingat Allah (sholat), lebih besar keutamaanya dari ibadah yang lain. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Ankabut : 45)

Hadirin rohimakumulloh
Shalat adalah jendela solusi untuk semua bentuk kesulitan dan masalah yang datang menerpa. Sholat sebagai pencegah efektif kejahatan dan kemungkaran. 
Bercemin kepada Rasulullah SAW bahwa shalat sebagai  kesenangan, kenikmatan,  permata hati, pelipur lara, penghapus duka, tempat kembali menuju Allah dari kesedihan, kesusahan dan kebingungan hingga ia merasakan adanya bantuan dari Allah.

Hadirin rohimakumulloh
Kita harus mampu mentranspormasikan nilai-nilai sholat dalam realitas kehidupan, sehingga tercipta  tatanan kehidupan aman, nyaman dan tentram,  steril dari noda dan dosa.  Sholat harus menyentuh titik kualitas yang mampu memantulkan implikasi positif dan konstruktif dalam pembentukan karakter dan akhlak mulia.

Hadirin rohimakumulloh
Imam Ghazali dalam kitab Ihya Ulumudin memberikan kiat konsep sholat berkualitas :
Pertama, khudhurul qalbi ialah menghadirkan jiwa, yaitu pada saat kita  sholat maka konsentrasi terfokus menghadap Allah yang kita sembah dan mengesampingkan persoalan duniawi  jangan sampai kita masuk dalam kategori orang sholat tetapi masih celaka. Firman Alloh Swt :

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ  الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ  

“Maka celakalah orang-orang yang shalat,yaitu orang-orang yang lalai terhadap sholatnya”. (QS.Al-Ma'un : 4-5)

Kedua, At-Tafahum ialah menghayati apa saja yang di kerjakan dalam sholat, baik berupa bacaan maupun pekerjaan anggota badan karena didalamnya terkandung pernyataan kesiapan janji kepasrahan secara total kepada Allah Swt, fokus ingatan hanya kepada Allah Swt. Sebagaimana 
Firmannya :

اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ

“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tiada Tuhan yang hak selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku”. (QS. Toha : 14)

Ketiga, At-Ta‘zhim ialah sikap mengagungkan Allah sebagai tuhan yang disembahnya, menyadari sepenuhnya bahwa dirinya adalah manusia yang sangat lemah dihadapan sang penciptanya.

Keempat, Al-Haibah ialah rasa takut kepada Allah Swt, bila tuhan maha kuasa, perkasa yang sangat pedih siksa-Nya yang bisa berbuat apa saja menurut kehendakNya. 

اِنَّ الَّذِيْنَ هُمْ مِّنْ خَشْيَةِ رَبِّهِمْ مُّشْفِقُوْنَ ۙ

Sungguh, orang-orang yang karena takut (azab) Tuhannya, mereka sangat berhati-hati. (QS.Al-Mu’minun : 57)

Kelima, Ar-Raja’ ialah harapan untuk mendapatkan rahmat dari ridho Allah Swt.,  dialah tuhan yang maha pengasih dan maha penyanyang.

Keenam, Al-Haya’ ialah rasa malu kepada Allah Swt, karena apa yang disembahkan kepadanya belum sebanding dengan rahmat dan karunia yang di berikan kepadanya. Rasulullah SAW bersabda:

َاْلإِيْمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُوْنَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّوْنَ شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ اْلأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ َاْلإِيْمَانُ.
 
''Iman itu lebih dari 70 (tujuh puluh) atau 60 (enam puluh) cabang, cabang iman yang tertinggi adalah mengucapkan 'La ilaha illallah', dan cabang iman terendah adalah membuang gangguan (duri) dari jalan, dan rasa malu merupakan cabang dari iman.'' (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadirin rohimakumulloh
Berusahalah secara maksimal untuk menghayati makna yang dikerjakan dalam sholat, sehingga secara gradual kita dapat memadukan antara ibadah ritual dengan nilai-nilai yang terkandung didalam shalat, akan terbiasa merefleksikan dalam prilaku sosial. Nabi Muhmmad SAW bersabda : "Barang siapa yang sholatnya tidak mampu mencegah dirinya dari perbuatan keji dan mungkar, maka dalam pandangan Allah dia tidak mendapat tambahan apa-apa dari sholatnya itu, melainkan kebencian dan semakin jauh dari-Nya."
Kita senantiasa mendambakan  ketenangan, ketentraman, baik dalam konteks kehidupan pribadi maupun dalam kemasyarakatan. Maka kita harus berusaha melangkah dan berikhtiar untuk mewujudkannya. Sebagai langkah awal dengan menghayati serta menjiwai ibadah yang kita laksanakan. Dari sana nantinya akan tumbuh kesadaran kolektif antar sesama yang berujung pada terciptanya masyarakat religius baik secara spiritual, moral maupun sosial dalam kehidupan yang kita dambakan.
Demikianlah semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Foto: ustadz Saeful Anwar, S.Pdi