Tampilkan postingan dengan label Sunda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunda. Tampilkan semua postingan

Kenapa Disebut Sunda!?

 


Ybia Indonesia - Istilah kata Sunda tentu sudah ada sebelum adanya Kerajaan Tarumanegara, hanya saja istilah Sunda digunakan untuk menamai orang yang mendiami pulau Jawa bagian barat baru terjadi pada masa Kerajaan Tarumanegara.

Kenapa bisa begitu ?, ya karena kerajaan ini punya ibu kota, namanya "Sundapura". Dulu nama Negara itu juga biasa disebut dengan nama Ibu Kotanya. 

Kemudian setelah Tarumanegara runtuh, bekas wilayah kerajaan Tarumanegara dipecah dua, kerajaan induk (Inti Kerajaan) mewarisi nama Kerajaan Sunda sementara wilayah kerajaan disebelah timur memakai nama Galuh. Orang luar tetap saja menamai Galuh dan Sunda itu ya Sunda, karena memang dulunya wilayah Tarumanegara yang ibu kotanya "Sundapura". 

Dimana itu letak Sundapura?  Lihat pada peta, disitulah letak Sundapura menurut ahli.

Berbagai sumber 


Kerajaan Sunda, Histori dan Kekuasaannya pada Tahun 932 - 1579 M




Ybia Indonesia - Kerajaan Karajaan Sunda, adalah kerajaan yang pernah ada antara tahun 932 dan 1579 Masehi di bagian barat pulau Jawa, sekarang bagian dari provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, sebagian wilayah barat Provinsi Jawa Tengah, serta meliputi sebagian wilayah selatan Pulau Sumatra. Kerajaan ini merupakan penerus dari Kerajaan Tarumanagara yang bercorak Hindu dan Buddha, kemudian sekitar abad ke-14 diketahui kerajaan ini telah beribu kota di Kawali serta memiliki dua kawasan pelabuhan utama di Kalapa dan Banten.

Sejarah Nama “Sunda” pada Kerajaan Sunda

Berdasarkan fakta sejarah bahwa Kerajaan Sunda adalah pemecahan dari Kerajaan Tarumanegara. Pada tahun 670 Masehi peristiwa pemecahan itu terjadi. Hal ini diperkuat dengan sebuah sumber yang berasal dari berita Cina yang memberitahukan bahwa di tahun 979 Masehi menjadi tahun terakhir utusan Kerajaan Tarumanegara mengunjungi negeri Cina.

Di tahun 679 Masehi, Tarusbawa (raja pertama Kerajaan Sunda) memberikan mandat kepada bawahannya untuk memberitahukan informasi tentang pengangkatan dirinya sebagai raja di Kerajaan Sunda.

Tarusbawa sendiri diangkat menjadi seorang raja pada tanggal 9 bagian-terang bulan Jesta tahun 591 Saka. Jika dalam tahun Masehi kurang lebih pada tanggal 18 Mei 669 Masehi.

Nama Sunda yang terdapat pada sebuah Kerajaan tercatat dalam dua batu prasasti. Kedua batu itu ditemukan di lokasi yang berbeda, yaitu di daerah Bogor dan di daerah Sukabumi.

Batu Prasasti pertama ditemukan di kampung Pasir Muara, lebih tepatnya di pinggiran sebuah persawahan yang tidak jauh dari lokasi prasasti Telapak Gajah. Prasasti Telapak Gajah adalah prasasti yang menjadi peninggalan Purnawarman.

Berbagai sumber