Tampilkan postingan dengan label entertainment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label entertainment. Tampilkan semua postingan

Djamaludin Malik: Sang Raja Minang yang Menjadi Bapak Industri Film Indonesia



Ybia Indonesia - Djamaludin Malik adalah sosok yang membangun fondasi industri perfilman nasional dari nol hingga diakui dunia. Ia tidak hanya memproduksi gambar bergerak, tetapi juga merupakan pelopor kesejahteraan insan film.


Dari Pegawai Pelayaran Menjadi Konglomerat

- Lahir di Padang pada 13 Februari 1917, Djamaludin mewarisi darah bangsawan dari keturunan Raja Pagaruyung

- Mengawali karier sebagai pegawai di perusahaan pelayaran Belanda, Koninklijke Paketvaart Maatschappij

- Insting bisnisnya yang tajam membawanya menjadi pengusaha besar melalui Djamaludin Malik Concern


Membangun Kejayaan Persari

- Mendirikan kelompok sandiwara Bintang Timur untuk menghibur para pejuang kemerdekaan

- Memfasilitasi artis dan sutradaranya dengan mobil Chevrolet dan rumah di kawasan elit Kebayoran Baru

- Produksi film berwarna melalui film Rodrigo de Villa (1952)

- Gagas Festival Film Indonesia (FFI) pada tahun 1955

- Membawa Indonesia bergabung dengan Federasi Produser Film se-Asia


Politik dan Benteng Budaya Muslim

- Mendirikan Lesbumi (Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia) bersama Usmar Ismail dan Asrul Sani

- Menjabat sebagai anggota DPRGR/MPRS dan Ketua III Pengurus Besar Nahdlatul Ulama


Akhir Hayat Sang Maestro

- Menderita penyakit komplikasi yang memaksanya menjalani perawatan di Muenchen, Jerman Barat

- Wafat pada 8 Juni 1970, dan dimakamkan di TPU Karet Bivak

- Diberi gelar Bintang Mahaputra Adipradana II pada tahun 1973 

Al-Farabi: Ilmuwan Muslim yang Menemukan Rumus Musik sebagai "Matematika yang Berbunyi"



Ybia Indonesia - Banyak yang mengira musik hanya soal seni. Tapi bagi AL-FARABI (Alpharabius), musik adalah Sains Fisika dan Matematika tingkat tinggi. Beliau dijuluki "The Second Teacher" (Guru Kedua) setelah Aristoteles karena kecerdasannya.


Musik: Bukan Sekadar Hiburan, Tapi Ilmu Pengetahuan

Dalam kitab monumentalnya "Kitab al-Musiqa al-Kabir", Al-Farabi tidak membahas musik untuk pesta pora. Beliau membahasnya secara ILMIAH:

- Fisika Suara: Beliau meneliti bagaimana getaran udara bisa menghasilkan nada.

- Matematika Nada: Beliau menemukan bahwa harmoni suara itu tersusun dari rasio angka-angka matematika yang presisi.


Terapi Kesehatan Mental (Music Therapy)

Jauh sebelum psikologi modern lahir, Al-Farabi sudah menggunakan alunan nada sebagai metode pengobatan di Rumah Sakit (Bimaristan) untuk pasien gangguan jiwa. Menurutnya, jiwa manusia bereaksi terhadap harmoni:

Ada nada yang bisa menurunkan detak jantung (menenangkan).

Ada nada yang bisa memicu semangat.

Jadi, Al-Farabi meletakkan dasar bahwa suara bukan sekadar didengar telinga, tapi bisa mempengaruhi kesehatan otak dan psikologis manusia. Sebuah pendekatan sains yang sangat maju di abad ke-10! 

Hadroh, Musik Tradisional Islami

 


Ybia Indonesia - Musik Hadroh adalah salah satu bentuk seni musik tradisional Islami yang populer di kalangan umat Muslim, khususnya di wilayah Timur Tengah, Asia Selatan, dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Musik ini sering digunakan sebagai media untuk memuji Allah dan Nabi Muhammad SAW melalui syair-syair religius.


Sejarah Musik Hadroh

Musik Hadroh memiliki akar sejarah yang kuat dalam tradisi Islam. Kata "Hadroh" berasal dari bahasa Arab "hadrah", yang berarti "kehadiran". Dalam konteks spiritual, Hadroh melambangkan kehadiran ilahi atau suasana keberkahan. Musik ini awalnya berkembang di Timur Tengah sebagai bagian dari ritual keagamaan dan kemudian menyebar ke berbagai wilayah dunia, termasuk Indonesia, melalui para pedagang dan ulama Arab.


Ciri Khas Musik Hadroh

Musik Hadroh memiliki beberapa ciri khas, antara lain:

- Alat Musik: Alat utama dalam Hadroh adalah rebana, sebuah alat perkusi yang terbuat dari kayu dan kulit hewan. Rebana sering dilengkapi dengan alat lain seperti bass rebana, keprak, dan marawis.

- Syair: Syair yang dinyanyikan dalam Hadroh biasanya dalam bahasa Arab atau campuran dengan bahasa daerah, dan sering kali berisi pujian kepada Allah dan Rasul-Nya.

- Fungsi Sosial: Hadroh sering dimainkan dalam acara-acara keagamaan seperti Maulid Nabi, pernikahan, tahlilan, dan kegiatan pengajian.


Manfaat Musik Hadroh

Musik Hadroh memiliki beberapa manfaat, antara lain:

- Meningkatkan Kreativitas: Hadroh dapat meningkatkan kreativitas anak-anak dan remaja melalui latihan dan pertunjukan musik.

- Menanamkan Kecintaan kepada Rasulullah: Hadroh dapat menanamkan kecintaan kepada Rasulullah Saw dan meningkatkan kesadaran spiritual.

- Mengembangkan Bakat: Hadroh dapat mengembangkan bakat dan minat seseorang dalam bidang musik Islami.

Kemendikbudristek dan Kemenparekraf Dukung Putri Tari GLB Ke-2 tingkat Nasional

 



Bandung, Ybia Indonesia - Program kegiatan Putri tari Gentra Lestari Budaya Ke-2 tingkat Nasional 2024 diikuti oleh 150 peserta dari berbagai daerah di Indonesia melewati tahap demi tahap penyeleksian secara virtual yang berjalan selama 3 bulan, dan kemudian disaring menjadi 17 Finalis diantara nya: dari Sumatera Barat, Nias, Kalimantan tengah, Bali, Jawa Barat, Jakarta, Banten, Manado, Cirebon, Indramayu, Bogor, dll. 

Masa karantina untuk finalis tesebut dilaksanakan di kota Cirebon dari tanggal 21-25 Agustus mendapatkan apresiasi dan sukses digelar. Acara yang didukung sepenuhnya oleh Kemendikbud ristek direktur pengembangan dan pemanfaatan kebudayaan, Irini Dewi Wanti S.S M. Sp., Kemenparekraf staf ahli menteri bidang inovasi dan kreativitas Restog Krisna Kusuma.

Demikian dikatakan ketua umum Gentra Lestari Budaya, Ratu Ratna Dewi Kartika, S.H di sela kegiatannya pada Rabu, (4/9/24) sore. Dengan dibekali Sertifikat dari Kemendikbudristek dan Kemenparekraf RI, akan memberikan dampak positif untuk masa depan anak-anak dimana sertifikat tersebut dapat digunakan sebagai jalur prestasi untuk masuk sekolah/perguruan tinggi yang mereka harapkan. 

"Didukung juga oleh Kadisbudpar kota Cirebon Agus Sukmanjaya, dan tokoh-tokoh Cirebon diantara nya; Bapak Gandi Purwanto, ketua forum bisnis Cirebon dan Bapak Moh Dani Djaelani S,Sos, ketua Payung Suci ,dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya di Cirebon," Kata Ratu Ratna Dewi Kartika. 

Rangkaian kegiatan yang berlangsung dari mulai tanggal 21-25 Agustus di kota Cirebon sangat memberi kesan yang mendalam bagi para finalis maupun keluarga besar GLB, karena begitu antusias dan apresiatif dari berbagai kalangan, sehingga acara dapat terwujud atau terlaksana sesuai yang diharapkan. 

"Mewakili keluarga besar GLB mengucapkan terimakasih yang atas kesempatan dan ruang yang diberikan oleh warga Cirebon yang telah memberikan fasilitas untuk anak bangsa sehingga dapat berkreativitas dan mengembangkan potensi di bidang seni budaya Indonesia," Katanya. 

Sangat terharu dan bangga, terutama dukungan yang diberikan oleh Kadisbudpar Kota Cirebon bapak Agus Sukmanjaya, beliau adalah sosok yang inspiratif, dan dapat memotivasi semangat anak-anak dalam berjuang. Pak Agus adalah tauladan bagi kita semua, dan semoga semua pejabat dapat meniru seperti yang dilakukan oleh Kadisbudpar kota Cirebon. 

"Cirebon kita lihat budaya nya maju karena dukungan dari berbagai pihak, untuk itulah kegiatan kami adakan di kota Cirebon. Karena kami merasa cocok, Cirebon adalah kota yang memiliki sejarah budaya yang kuat, terlebih ada 4 keraton yang masih berdiri hingga saat ini, anak-anak kami pun mendapat wawasan yang luar biasa selama berada di kota Cirebon," Ujar Ratu Ratna Dewi Kartika. 

Acara tersebut Dihadiri juga oleh pemenang putri tari GLB ke 1 yaitu Dzikra Aurelia Detriani dari Sumatera Barat, sementara itu, 

Koordinator acara Evindo Marsiano mengatakan putri tari GLB ke 2 tingkat Nasional yang diadakan di Cirebon lebih menarik, dan lebih meriah dibanding tahun lalu, ini berkat dukungan dari berbagai pihak, baik warga/tokoh di Cirebon, maupun para pejabat di pemerintahan pusat yang mendukung acara. 

Terimakasih kepada panitia Ade Rohman, Elvita Anggoman, Dede Rohiman, Etha Kojongian, Rimah, Rika Hendriani, dan para sesepuh GLB ayah Prabudi Dharma (Dewan pakar GLB), Ibu Dewi Yuniarti, Eyang BEP dr Jogjakarta, Ibu Nana Handaka dari Surabaya, Pak Iing Sayuti, Tina Missmala, Ibu Evelyn Umah Leluhur, Siti Indahsari, Bpk TB.Aep Karyasa, dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

"Terimakasih atas partisipasinya, dan kontribusi untuk anak-anak generasi Indonesia. Adapun sponsor yang terlibat diantara nya TVRI, Cheers air mineral, Castle production, H.Apud empal gentong," Ucap Evindo Marsiano. 


Rangkaian acara dari tanggal 21-25 Agustus adalah sebagai berikut:

1. Tanggal 21 Agustus berkunjung ke tempat tokoh kuningan bapak Yusuf Oeblet, Anak-anak mendapat edukasi untuk mencintai alam, dan banyak hal-hal lainnya yang mereka dapatkan. 

2. Tanggal 22 Agustus beberapa provinsi tampil di Kuningan bernama Saung Ma'nioh berkumpul dgn para tokoh di kuningan membuat acara yang akan mempererat persatuan & kesatuan bangsa,yang tampil diantara nya Dzikra Aurelia dari Sumbar, Jenny dari Bali dan GLB kalteng

3. Tanggal 23 Agustus para finalis mendapatkan pembekalan materi diantara nya : pengembangan kepribadian,Tata cara berbusana tradisional,Public speaking,sejarah Cirebon,sejarah Candi Borobudur,bisnis pariwisata,dll materi ini diberikan kepada generasi muda agar mereka memiliki bekal di masa depan nya, dan membuka wawasan seluas-luasnya nya. 

4. Tanggal 24 Agustus pagi para finalis unjuk bakat di ballroom Hotel Grage dilanjut para Finalis dan keluarga besar GLB yang hadir di Cirebon dari berbagai Provinsi di Indonesia diajak untuk wisata budaya,oleh Disbudpar kota Cirebon,bapak Kadisbudpar yang sangat luar biasa apresiasi untuk kegiatan ini meluangkan waktu untuk menemani anak-anak bersama ajudan nya pak wawan berkeliling memperkenalkan kota cirebon yang sarat dengan budaya nya yg kuat dan kental,dan para finalis sangat antusias dan terlihat bahagia. 

5. Tanggal 24 Agustus malam para finalis diundang bapak Kadisbudpar Cirenon untuk ikut serta memberikan penampilan terbaiknya di Alun-alun Cirebon,dan penampilan para finalis dan keluarga besar GLB mendapat apresiasi dari para audience warga Cirebon. 

6. Tanggal 25 Agustus adalah merupakan acara puncak /hari penobatan untuk para finalis yang dilaksanakan di keraton Kacirebonan Cirebon, dihadiri langsung oleh YM Sultan Kacirebonan Kanjeng pangeran Mama Abdulgani Natadiningrat beserta YM bunda Ratu permaisuri, yang sangat mendukung kegiatan GLB. Dihadiri juga para tamu kehormatan diantara nya; Staf ahli menteri bidang Inovasi dan kreativitas Restog Krisna Kusuma, Josua manager PT. Atlantic Biruraya, David CSR PT. Adara Mineral Kalteng, dan para pejabat lainnya, yang hadir untuk mendukung anak bangsa. 

Adapun hasil dari penobatan putri tari Gentra Lestari Budaya tingkat Nasional 2024 yang didukung dan mendapatkan sertifikat dari Kemenparekaf dan Kemendikbud ristek adalah sebagai berikut:


1.WINNER

 LATISYA CHANZI BRADLE STEYZ (Sumbar) 

2.RUNNER UP 1 

NI KOMANG JENI SUSILA WATI (Bali) 

3.RUNNER UP 2 

NAJLARANYA RIFA ZATA AMANI AGNYANA (Jakarta) 

4.PERSAHABATAN 

REPUTASI NECIS PRESTASI JOI UNIK DAELI (Nias)

5.BERBUDAYA

MAHARANI RAJAB (Sumbar)

6.BUSANA TERBAIK 

LATISYA CHANZI BRADLE STEYZ (Sumbar) 

7.LINGKUNGAN AYRA MIFATURRAHMAH (Sumbar) 

8.THE BEST CATWALK

 JOANE ALYCIA SUPANJI (Jakarta) 

9.BERBAKAT 

ALMAIDAH RADHWA ANDARDIANTI NASUTION (Jakarta) 

10.INTELEGENSI 

UCHI YAMA AULIA (Sumbar) 

11.FAVORIT 

CARISSA PUTRY RAMADHANI (Jakarta) 

12.SOSMED 

 ANDIEN KHALESHAH ALVERA (Indramayu) 

13.PARIWISATA

 VIONNA ANDARISKA EIGHY MAYA KESUMA (Bogor) 

14.EDUKASI

 FIONA KHOMSINA (Bogor) 

15.TOP MODEL

 GHECKEL FARSHELA (Bandung) 

16.INSPIRATIF

 REFFA KHAERUNISA (Cirebon). 


"Semoga kegiatan yang diselenggarakan oleh GLB ini akan memotivasi dan memicu semangat generasi muda untuk terus mencintai dan lestarikan budaya Indonesia," Pungkasnya. (Pr)

Grup Kasidah Nurul Jannah Warnai Acara Maulid Nabi Muhammad Saw di YBIA



Sukabumi, Ybia Indonesia - grup kasidah Nurul Jannah turut mewarnai peringatan maulid nabi Muhammad Saw 1445 Hijriyah tahun 2023 di yayasan Baitul insan Ar-Raasyid (YBIA) travel umroh dan haji, jalan Palasari Wates No.35 Desa Kalapanunggal, kecamatan Kalapanunggal, kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Minggu, (8/10/23) pukul 08.00-11.30 WIB.

Tampil dengan formasi lengkap, grup musik religi asal Kalapanunggal tersebut membawakan beberapa buah tembang islami yang salah satu isi dari lagunya itu tentang nikmatnya beribadah umroh. Penampilan mereka, membuat suasana acara semakin "hidup". (La)


Innalilahi.. Artis Senior Nani Wijaya Meninggal dunia



Jakarta, Ybia Indonesia - Inalilahi wainalilahi rojiun. Artis senior Nani Wijaya meninggal dunia. Hal tersebut dikabarkan oleh sang anak Cahya Kamila.

Dalam akun Instagramnya, Cahya mengunggah foto Nani Wijaya yang sedang tersenyum dengan caption:

"INNALILLAHIWINAILAIHIROJIUN Telah bepulang ibunda kami tercinta dengan tenang Ibu Hj. Nani Widjaya . Di Rs Fatmawaty 16 Maret 2023 pd pukul 3.28. Mohon dimaafkan segala kesalahan yg disengaja maupun tidak disengaja," tulisnya pada Kamis (16/3/2023).


Sumber: detikcom 

Ponpes Cireunghas Juara Ke-1 di Festival Hadroh DPD PKS Kab Sukabumi



Sukabumi, Ybia Indonesia - Setelah melalui seleksi yang cukup ketat, dari 32 (tiga puluh dua) peserta yang ikut serta dalam festival hadroh "gema isra mi'raj 1444 Hijriah" Yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) kabupaten Sukabumi, terjaring 18 (delapan belas) peserta. Salah satu peserta yang lolos ke babak selanjutnya yaitu; grup hadroh Ponpes Cireunghas. 

Pada final yang dilaksanakan di gedung DPD PKS kabupaten Sukabumi, jalan cikiray kidul Sukamanah, kecamatan Cisaat, grup hadroh dari pondok pesantren Cireunghas tersebut berhasil menjadi juara Ke-1, dan berhak membawa hadiah uang juta-an rupiah dan Piala, serta Piagam penghargaan. Kamis, (23/2/23). 

Melalui pesan WhatsApp, salah satu personelnya, Muhamad Rizki mengabarkan kalau grup hadroh nya itu berhasil menjadi juara Ke-1. "Alhamdulillah", singkat Muhamad Rizki. 



Sebagai tambahan informasi, grup hadroh Ponpes Cireunghas merupakan pemenang festival Hadroh tahun 2022 yang diadakan oleh yayasan Baitul insan Ar-raasyid. 

Ditempat berbeda, mendengar kabar atas kemenangannya tersebut, manajemen yayasan Baitul insan Ar-raasyid Ela, mengucapkan selamat kepada grup Hadroh Ponpes Cireunghas yang sudah mengikuti acara gema isra mi'raj yang diadakan oleh DPD PKS, dan menjuarai nya. 

"Alhamdulillah meraih juara ke satu, semoga kedepannya makin maju lagi dan sukses selalu", pungkasnya. (La)

Grup Hadroh El-Risyad Warnai Pengajian Bulanan di YBIA

 



Sukabumi, Ybia Indonesia - tidak kurang dari 500 (lima ratus) orang jama'ah Yayasan Baitul insan Ar-Raasyid (YBIA) pusat pendaftaran umroh dan haji khusus, berkumpul dalam kajian bulanan (pengajian bulanan) yang rutin setiap Minggu ke-dua dalam setiap bulannya. Minggu, (12/2/23). Acara tersebut diadakan di area gedung serbaguna yayasan, jalan Palasari Wates No.35 desa Kalapanunggal, kecamatan Kalapanunggal, kabupaten Sukabumi Jawa barat.

Meskipun dalam suasana turun hujan, namun tidak menyurutkan semangat para jamaah untuk hadir mengikuti pengajian. Tampak ditengah-tengah para jamaah, dewan pembina yayasan H. Achmad Syarifudin, SE., Tim manajemen, para pimpinan pondok pesantren, ustadz dan ustadzah, tokoh masyarakat setempat, dan tamu undangan lainnya. 

Sholawat dan dzikir berkumandang mengawali dimulainya acara, membuat suasana di lokasi menjadi hening dan Khidmat. Dalam sambutannya, H. Achmad Syarifudin, SE menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua jamaah yang hadir, meskipun turun hujan, tapi tidak menjadikan halangan.

"Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada ibu dan bapak semua yang sudah hadir mengikuti pengajian bulanan, dan mohon maaf ibu ketua yayasan hari ini berhalangan hadir karena sedang mengikuti acara di Yogyakarta", kata dewan pembina yayasan, H. Achmad Syarifudin, SE.

Dalam kesempatan itu juga, H. Achmad Syarifudin meminta doanya untuk keberangkatan jamaah yang akan berangkat pada bulan Maret. "Saya minta doanya kepada ibu dan bapak semuanya, insyaallah bulan Maret ini Yayasan kembali memberangkatkan 45 jama'ah umroh", katanya.


Sementara itu, penceramah yang mengisi dalam pengajian bulanan Ustadz. Usup Supriatna, mendoakan kepada semua jamaah yang hadir bisa diberikan kesempatan berangkat ke tanah Suci untuk melaksanakan ibadah umroh. 

"Mudah-mudahan semua jamaah yang hadir di sini, bisa mendapatkan kesempatan untuk berangkat umroh", ujarnya yang langsung diamini oleh semua jamaah.

Lebih lanjut, ustadz. Usup Supriatna juga mendoakan kepada pimpinan yayasan dan jajarannya diberikan kesehatan dipanjangkan umurnya, serta yayasan Baitul insan Ar-Raasyid semakin maju, sukses dan berkembang terus kedepannya. 

Menutup rangkaian acara, tim Hadroh El-Risyad asal Nagrak Cibadak kabupaten Sukabumi, salah-satu pemenang juara Ke-2 festival Hadroh YBIA 2022 berkesempatan tampil untuk membawakan beberapa buah lagu religi. (La)




Grup Hadroh Ponpes Sukamanah Juarai Festival Hadroh YBIA 2022



Sukabumi, Ybia Indonesia  Dimiladnya yang ke-3, Yayasan Baitul Insan Ar-raasyid (YBIA) penyelenggara umrah dan haji mengadakan Festival Hadroh Tingkat Kabupaten Sukabumi dengan mengusung tema "Harmonisasi Syiar" di Desa Kalapanunggal, Kecamatan Kalapanunggal, Sukabumi, Jawa Barat. Sabtu, (24/12). 

Festival yang diikuti oleh puluhan peserta dari wilayah Kabupaten Sukabumi tersebut dibuka secara resmi oleh Camat Kalapanunggal, Arif Solihin. IP., M. Si., yang menghadirkan bintang tamu artis dan pesinetron Gina Sheilla, dewan juri dari Bogor dan Jakarta.

Dari puluhan peserta, akhirnya terjaring delapan grup Hadroh yang berhak lolos dan menjadi finalis. 

Dalam ajang itu, pihak panitia penyelenggara menyiapkan hadiah jutaan rupiah untuk para pemenang lomba, dan puncaknya, Grup Hadroh Ponpes Sukamanah dari Cireunghas menjadi Juara Pertama, dan El Risyad dari Nagrak sebagai Juara Dua, disusul Syauqul Mustofa dari Oinang Gading sebagai Juara Tiga. 

Dalam sambutannya, Pimpinan Yayasan Baitul Insan Ar-raasyid (YBIA), H. Achmad Syarifudin, SE menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Camat Kalapanunggal Arif Solihin, S. IP M. Si., Pemerintah Desa (Pemdes) Kalapanunggal, unsur TNI-Polri, manajemen yayasan, dewan juri dan tamu undangan lainnya. 

"Milad YBIA itu tepatnya tanggal 2 Desember, dan hari ini kita baru bisa melaksanakannya yaitu tanggal 24 Desember dengan mengadakan Festival Hadroh dengan tema Harmonisasi Syiar," kata H Achmad. 

Sementara, Camat Kalapanunggal Arif Solihin, S. IP M. Si mengapresiasi Yayasan Baitul Insan Ar-raasyid yang telah melaksanakan acara festival dengan sukses dan lancar. Dirinya juga mengaku bangga dengan keberadaan YBIA, karena sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kalapanunggal. 

"Hari ini Yayasan Baitul Insan Ar-raasyid bermilad yang ke-3, kita doakan bersama yang terbaik, YBIA menjadi besar, menjadi lebih maju, dan sukses serta bermanfaat buat kita semua," ujarnya. 

Sebagai bentuk kepedulian dan berjiwa sosial yang tinggi, pada saat yang sama juga dilaksanakan pengundian Umrah gratis dari yayasan bagi 11 Marbot Desa Kalapanunggal, yang dimenangkan Ujang Yana, Marbot Masjid As-suha Kampung Limus Amis Kalapanunggal. (La)

Artis dan Pesinetron Gina Sheilla Meriahkan Festival Hadroh YBIA 2022




Sukabumi, Ybia Indonesia - di milad nya yang ke-3 tahun, Yayasan baitul insan Ar-raasyid (YBIA) penyelenggara umrah dan haji menyelenggarakan festival hadroh tingkat kabupaten Sukabumi dengan mengusung tema: "harmonisasi syiar" Yang diadakan di gedung serba guna yayasan jalan Palasari Wates no. 35 Desa kalapanunggal, kecamatan kalapanunggal, kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Sabtu, (24/12/22) pukul 08.00-17.00 wib. 


Festival yang diikuti oleh puluhan peserta dari wilayah Kabupaten Sukabumi tersebut dibuka secara resmi oleh camat kalapanunggal, Arif Solihin. S.IP., M. Si., dan menghadirkan Bintang tamu artis dan pesinetron Gina Sheilla, serta dewan juri dari Bogor dan Jakarta. Dari puluhan peserta, terjaring delapan grup hadroh yang berhak lolos dan menjadi finalis. 


Di ajang itu, pihak panitia penyelenggara menyiapkan hadiah juta-an rupiah untuk para pemenang lomba, dan puncaknya, grup hadroh Ponpes Sukamanah dari Cireunghas menjadi juara ke satu, El Risyad, Nagrak juara ke-dua, dan Syauqul Mustofa, pinang gading juara ke-tiga. 


Dalam sambutannya, pimpinan yayasan baitul insan Ar-raasyid (YBIA), H. Achmad Syarifudin, SE menyampaikan ucapan terimakasih nya kepada camat kalapanunggal Arif Solihin, S. IP M. Si., pemerintah Desa (pemdes) kalapanunggal, unsur TNI-Polri, manajemen yayasan, dewan juri dan tamu undangan lainnya. 


"Yang saya hormati camat kalapanunggal, bapak Arif Solihin, S. IP M.Si Kades kalapanunggal Dada Suhendra, kapolsek kalapanunggal AKP Fery Poloso, SH, Danramil kalapas, Letda CHK Agus Hermansyah, kepada tamu undangan wabilkhusus kawan-kawan saya dari Bogor selaku tim juri, yang alhamdulillah di kesibukan beliau masih menyempatkan hadir pada hari ini, Terima kasih semuanya, " Kata H. Achmad Syarifudin, SE. 


Di milad nya yang ke-tiga, pimpinan yayasan tak lupa mengucapkan terimakasih nya kepada mas Bagas dan mba kansa perwakilan dari dreams tour and travel (DTT) Indonesia, tim manajemen, penasehat yayasan, pengawas, dan hadirin tamu undangan lainnya. 


"Milad YBIA itu tepatnya tanggal 2 Desember, dan hari ini kita baru bisa melaksanakannya yaitu tanggal 24 Desember dengan mengadakan festival hadroh dengan tema; 'harmonisasi syiar," Katanya. 


Sementara itu, camat kalapanunggal Arif Solihin, S. IP M. Si mengapresiasi yayasan baitul insan Ar-raasyid yang telah melaksanakan acara festival dengan sukses dan lancar. Dirinya juga mengaku bangga dengan keberadaan YBIA, karena sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kalapanunggal. 


"Hari ini yayasan baitul insan Ar-raasyid ber milad yang ke-3, kita do'akan bersama yang terbaik, YBIA menjadi besar, menjadi lebih maju, dan sukses serta bermanfaat buat kita semua," Ujarnya. 


Sebagai bentuk kepedulian dan berjiwa sosial yang tinggi, Di hari yang sama juga dilaksanakan pengundian umrah gratis dari yayasan bagi 11 marbot se desa kalapanunggal, yang hari itu langsung diberikan kepada Ujang Yana marbot masjid As-suha kampung Limus Amis Kalapanunggal. (La)