Tampilkan postingan dengan label YBIA-DTT Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label YBIA-DTT Indonesia. Tampilkan semua postingan

Jemaah Umrah YBIA Tiba di Indonesia, Ketua Yayasan Ucapkan Terima Kasih



Sukabumi, Ybia Indonesia - setelah mengikuti rangkaian ibadah umrah selama 9 hari, puluhan jemaah umrah asal Sukabumi yang berangkat melalui yayasan Baitul insan Ar-Raasyid (YBIA) by DTT kembali ke Indonesia pada Senin, (14/8/23) malam pukul 21.50 WIB. 

Setibanya rombongan, langsung disambut oleh tim manajemen yayasan dan keluarganya yang sudah menunggu lebih awal. "Selamat datang kepada semua rombongan, Alhamdulillah semua jemaah dalam keadaan sehat walafiat," kata Nani. 

Setelah turun dari bus, semua jemaah langsung diarahkan ke majelis yayasan Baitul insan Ar-Raasyid, jalan Palasari Wates No.35, Desa Kalapanunggal, kecamatan Kalapanunggal, kabupaten Sukabumi Jawa Barat, untuk menggelar Doa dan sujud syukur. 

"Semua langsung diarahkan ke ruangan majelis, karena akan ada doa bersama terlebih dahulu," katanya.


Sementara itu, ketua yayasan Baitul insan Ar-Raasyid, Hj. Eti Sumiati yang didampingi oleh penasehat Yayasan, H. Achmad Syarifudin S.E dalam sambutan singkatnya, dihadapan semua jemaah berharap sekembalinya ke rumah masing-masing nanti, semua jemaah untuk tetap Istiqomah dan meneruskan kebiasaan yang baik selama di sana dapat diteruskan.

"Terima kasih ibu, bapak, semuanya yang sudah mempercayakan sepenuhnya kepada yayasan Baitul insan Ar-Raasyid, dan kebiasaan yang baik selama di sana bisa diteruskan, dan Alhamdulillah semua jemaah pulang dalam keadaan sehat walafiat dan utuh, mohon maaf bilamana ada kesalahan dan kekurangannya," ujar Ketua Yayasan Baitul insan Ar-Raasyid, Hj. Eti Sumiati.

Ditempat yang sama, salah satu jemaah Ujang Yana, mengakui bahwa dirinya sangat puas dengan semua pelayanan yang diberikan oleh yayasan Baitul insan Ar-Raasyid, baik sebelum berangkat, selama melaksanakan ibadah umrah, dan kepulangan. 

"Pokoknya semua pelayanan yang diberikan luar biasa dan sangat memuaskan, mungkin di travel lain belum tentu seperti di Ybia, saya mengucapkan terima kasih banyak atas semua pelayanannya," pungkasnya. (La)




Jemaah Umroh YBIA Diberangkatkan, Ini Pesan Ketua Yayasan




Sukabumi, Ybia Indonesia - Camat Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Jawa barat, Arif Solihin, S.IP M.Si melepas secara resmi rombongan jemaah umrah yayasan Baitul Insan Ar-Raasyid (YBIA) pada Sabtu, (5/8/23) pukul 09.00 WIB. 

Pemberangkatan Jemaah di bulan Agustus itu untuk yang ke sekian kalinya, prosesi pelepasan berlangsung secara khidmat, dan dihadiri oleh jajaran pengurus yayasan Baitul Insan Ar-Raasyid, tim manajemen, Kepala Desa Kalapanunggal, Hendra Suhendra, Penamas KUA Kecamatan Kalapanunggal, Yudi Yudiansyah S.Ag, pimpinan pondok pesantren, pemuka agama, tokoh masyarakat, keluarga jemaah, dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Camat Kalapanunggal, Arif Solihin,S.Ip berpesan agar selama dalam melaksanakan ibadah nantinya untuk menjaga kesucian niat ibadah itu sendiri. Menurutnya, umrah adalah ibadah yang mahal, yang mana memerlukan fisik yang kuat. 

"Tolong jaga kesucian niat dari ibu bapak semua, umrah merupakan ibadah yang mahal yang memerlukan fisik yang prima, turuti apa yang diinstruksikan oleh para tour leader karena itu adalah untuk kebaikan kita bersama," Pesannya. 

Sebelum menaiki bus yang sudah disediakan pihak penyelenggara, dikumandangkan azan yang membuat suasana di lokasi sempat hening. Setelah prosesi pelepasan selesai, keluarga para pengantar jema'ah bersalaman dan memeluknya. Tidak sedikit dari mereka menangis terharu dan bahagia saat melepas keberangkatan.

Sementara itu, pengurus harian Yayasan Baitul Insan Ar-Raasyid, Ika Kartika mengucapkan terimakasih kepada Camat Kecamatan Kalapanunggal, Kepala Desa kalapanunggal, Penamas KUA Kalapanunggal yang sudah berkenan hadir dalam prosesi pelepasan jemaah.

Terpisah, ketua Yayasan Baitul Insan Ar-raasyid Hj. Eti Sumiati yang didampingi penasehat Yayasan H. Achmad Syarifudin, S.E dalam arahannya dihadapan puluhan jemaah berpesan untuk selalu menjaga kekompakan, tertib, dan mengikuti semua apa yang telah disampaikan. 

"Saya berharap kepada ibu, bapak semuanya tolong dijaga kekompakan, saya yakin dan percaya semua jemaah di sini kompak. Patuhi semua aturannya, mana yang boleh dan tidak", pungkasnya. (La)

Haji dan Umrah Salah Satu Faktor Dimudahkannya Rezeki

 




Ybia Indonesia -  Melakukan haji dan mengiringnya dengan ibadah umrah adalah satu faktor dimudahkannya rezeki seorang hamba. Keduanya mengikuti salah satunya. Artinya, setelah menunaikan haji tunaikanlah umrah atau sebaliknya, setelah umrah tunaikanlah haji.

Mengenai haji dan umrah sebagai sebab dihilangkannya kemiskinan, Imam Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah Saw bersabda:

Lanjutkan Lah haji dengan umrah, karena sesungguhnya keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa, sebagaimana api dapat menghilangkan kotoran besi, emas, dan perak. Dan tidak ada pahala haji yang mabrur itu melainkan surga.

Hal itu ditegaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya: “Dan berseru lah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh. Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian daripadanya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.” (QS. Al-Hajj: 27-28)

Dikutip dari buku yang berjudul ’20 Amalan Pelancar Rezeki dalam Berbisnis’ karya Yunus Mansur bahwa selain menghilangkan dosa-dosa, haji dan umrah mampu menghapuskan kemiskinan setiap muslim. Oleh karena itu, bagi siapa saja yang berharap adar dosa-dosanya dihapuskan dan kemiskinan dihilangkan dari dirinya, maka tunaikan ibadah haji yang diiringi dengan umrah.

Imam Ath-Thayyaibi menjelaskan bahwa haji dan umrah mampu menghilangkan kemiskinan sebagaimana sedekah mampu menambah harta orang beriman. “... Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Dan barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali Imran: 97)

Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa melakukan haji tanpa berkata-kata kotor dan tidak fasik, maka ia kembali suci dari dosa-dosanya sebagaimana waktu ia dilahirkan dari rahim ibunya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Umrah ke umrah adalah penghapus dosa di antara keduanya dan haji yang mabrur itu tidak ada balasannya melainkan surga.” (HR. Bukhrai dan Muslim)

Maka, tak ada salahnya ketika merintis sebuah usaha atau bisnis, langsung membuat tabungan haji atau jika mampu langsung tunaikan haji dan umrah. Tak perlu khawatir akan kehilangan uang berjuta-juta karenanya. Sesungguhnya Allah akan menggantikannya dengan pahala dan rezeki berkali lipat jumlahnya. Insya Allah.