WARTA

5/cate1/warta

PENDIDIKAN

6/cate2/pendidikan

SOSIAL

6/cate3/sosial

RELIGI

5/cate4/religi

SYIAR

5/cate5/syiar

DAERAH

5/cate5/daerah

ENTERTAINMENT

5/cate5/entertainment

Videos

3/cate6/videos

Recent post

Kata Hati: Bahasa yang Menyentuh Jiwa



Ybia Indonesia - Ungkapan Jalal al-Din Rumi, "Satu kata dari hati, bisa mengalahkan seribu kata dari akal," mengajarkan kita tentang kekuatan kata yang lahir dari hati. Akal mampu menyusun argumen, merangkai logika, dan memenangkan perdebatan. Namun hati memiliki bahasa yang berbeda, bahasa ketulusan, kejujuran, dan getaran rasa.


Hati: Pusat Makna

- Kata-kata yang lahir dari hati sering kali sederhana, bahkan singkat, tetapi mampu menyentuh ruang terdalam dalam diri seseorang

- Seribu kata dari akal bisa membuat orang mengerti, satu kata dari hati bisa membuat orang merasa


Kekuatan Kata Hati

- Nasihat panjang tak selalu mengubah siapa pun, tetapi satu kalimat yang tulus dapat meluluhkan ego, menghapus jarak, bahkan menyembuhkan luka

- Hati adalah pusat makna, akal penting sebagai penuntun arah, tetapi hati adalah sumber cahaya


Pesan Rumi

- Akal tanpa hati bisa menjadi kering dan keras, namun ketika hati berbicara, ia membawa kehangatan yang tak dapat ditandingi oleh logika semata

- Bukan banyaknya kata yang menentukan kekuatan, melainkan dari mana kata itu lahir

- Kata yang lahir dari hati, akan menemukan jalannya menuju hati 

Wallahu 'Alam


Ustaz Adi Hidayat: Cerdas Luar Biasa dari Pandeglang ke Libya



Ybia Indonesia - Di panggung dakwah tanah air, sosok Ustaz Adi Hidayat (UAH) sering kali membuat jemaah berdecak kagum. Bukan hanya karena kedalaman materinya, tetapi karena kemampuannya dalam memvisualisasikan Al-Qur'an dan Kitab Hadis di luar kepala—lengkap dengan posisi ayat, nomor halaman, hingga letak barisnya.


Anak Ajaib dari Pandeglang

- Lahir pada 11 September 1984

- Menonjol sejak kecil, selalu menjadi siswa teladan dan menduduki peringkat pertama

- Diarahkan ke jalur agama melalui mimpi sang orang tua yang bertemu Nabi Muhammad SAW


Perjalanan Intelektual yang Menembus Batas

- Tamat pendidikan di Ponpes Darul Arqam Muhammadiyah Garut sebagai santri teladan

- Studi ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, IPK nyaris sempurna (3,98)

- Belajar di Libya, talaqqi kepada para ulama besar dunia, seperti Syaikh Wahbah az-Zuhaili dan Syaikh Dukkali Muhammad al-‘Alim


Metode At-Taisir: Memasyarakatkan Al-Qur'an

- Mendirikan Quantum Akhyar Institute dan mengembangkan metode At-Taisir

- Metode ini dirancang khusus agar umat Islam bisa menghafal Al-Qur'an dengan cepat dan menyenangkan

- Aktif di media digital seperti Akhyar TV dan media sosial


Aksi Nyata untuk Kemanusiaan

- Menggalang dana sebesar Rp30 Miliar untuk Palestina pada tahun 2021

- Mendirikan pesantren virtual MIRA (Ma'had Islam Rafiah Akhyar)

- Gelar Doktor Honoris Causa dari berbagai universitas, termasuk Universitas Muhammadiyah Jakarta


Kesimpulan

Ustaz Adi Hidayat telah membuktikan bahwa kecerdasan yang dibarengi dengan adab dan ketulusan dapat membawa perubahan besar bagi umat. Beliau bukan sekadar "mesin penghafal", melainkan jembatan ilmu yang menghubungkan khazanah ulama klasik dengan kebutuhan umat di era modern. 

Buya Yahya: Sang Ulama Penyejuk dari Pesantren Al-Bahjah



Ybia Indonesia - Di tengah pesatnya arus informasi digital, sosok KH. Yahya Zainul Ma’arif, atau Buya Yahya, muncul sebagai oase dakwah yang menyejukkan. Pengasuh Lembaga Pengembangan Da’wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah ini dikenal luas berkat gaya penyampaiannya yang santun, sistematis, dan mudah diterima oleh berbagai kalangan masyarakat.


Latar Belakang dan Garis Keturunan

- Lahir di Blitar, Jawa Timur, pada 10 Agustus 1973 (16 Rajab 1393 H)

- Tumbuh dalam lingkungan religius yang kuat

- Menempuh jalur pendidikan panjang, mulai dari pesantren di tanah air hingga menimba ilmu ke luar negeri, termasuk ke Hadramaut, Yaman


Al-Bahjah: Pusat Peradaban dan Dakwah

- Berpusat di Kelurahan Sendang, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon

- Pusat pengembangan dakwah dengan ekosistem lengkap, mulai dari pendidikan formal, dakwah digital, hingga unit ekonomi mandiri

- Cabang-cabang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia


Gaya Dakwah yang Menyejukkan

- Menjawab persoalan umat secara lugas namun tetap berlandaskan pada dalil-dalil yang kuat (manhaj ahlu sunnah wal jamaah)

- Aktif melalui kanal YouTube dan media sosial

- Sikap tawadhu dan menghormati perbedaan pendapat

- Menekankan pentingnya umat Islam memiliki kemandirian ekonomi


Kesimpulan

Buya Yahya bukan sekadar guru agama, melainkan figur bapak yang memberikan bimbingan spiritual dengan penuh kasih sayang. Kehadirannya di Cirebon telah membawa dampak besar bagi geliat religiusitas di Jawa Barat dan Indonesia secara umum. 

Nyi Subang Larang: Misi Rahasia dalam Mendekap Islam



Ybia Indonesia - Di balik megahnya Kerajaan Pajajaran, tersimpan kisah seorang perempuan luar biasa, Nyi Subang Larang, agen perubahan yang bergerak dalam senyap demi keyakinannya.


Sang Santri dari Pesisir Karawang

- Putri Ki Gedeng Tapa, penguasa pelabuhan Muara Jati (Cirebon) 

- Menimba ilmu di Pesantren Syekh Quro, Karawang 

- Muslimah cerdas, taat, dan bersuara merdu saat melantunkan ayat suci Al-Qur’an


Mahar Syahadat di Balik Pinangan Raja

- Prabu Siliwangi terpikat oleh kecantikan dan kelembutan jiwanya, ia diminta mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai penghormatan bagi mempelai 

- Momen ini menjadi pintu masuk Islam ke lingkar inti Pajajaran 


Misi Heroik dalam Diam

- Nyi Subang Larang hidup di tengah lingkungan yang masih kuat memegang tradisi lama, tapi ia bergerak dengan "Diplomasi Ibu"

- Menanam benih tauhid pada generasi penerus

- Dari rahimnya lahir tiga tokoh besar Nusantara:

- Pangeran Walangsungsang — Pendiri Kesultanan Cirebon 

- Nyai Rara Santang — Ibu dari Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) 

- Pangeran Kian Santang — Penyebar Islam legendaris di Tatar Pasundan


Warisan

- Nama "Subang" diyakini berasal dari nama sang putri

- Jejaknya kini dapat ditemukan di Situs Nyi Subang Larang, Desa Nanggerang, Kabupaten Subang.

Kisah ini mengingatkan kita bahwa di balik sejarah yang sering didominasi pedang dan para lelaki, ada perempuan yang berjuang dengan keteguhan iman dan kelembutan hati.

Ramadhan: Musim Panen Pahala



Jangan Biarkan Ia Berlalu Tanpa Hasil

Ybia Indonesia - Ramadhan bukan sekadar bulan ritual, tapi sistem pendidikan ruhani yang Allah siapkan setiap tahun. Waktunya sama, kesempatan sama, tapi hasilnya berbeda, tergantung siapa yang bersungguh-sungguh.


Pesan KH. Muhyiddin Abdul Qodir Al-Manafi:

"Bersungguh-sungguhlah beribadah di bulan Ramadhan, karena Ramadhan adalah bulan panen pahala bagi umat Nabi Muhammad ﷺ."


Transformasi Diri di Ramadhan:

- Menahan diri dari yang halal agar kuat meninggalkan yang haram

- Membersihkan hati dari iri, dengki, dan kesombongan

- Melatih empati terhadap yang kekurangan

- Menguatkan hubungan dengan Al-Qur’an


Jangan hanya ramai di awal, lalu redup di tengah. Jangan hanya semangat di malam pertama, lalu lalai di sepuluh terakhir. Ramadhan adalah kesempatan memperbaiki kualitas jiwa.

Tadarus Zaman Dulu: Suasana Syahdu di Bulan Ramadhan



Ybia Indonesia - Vibes mengaji tadarus zaman dulu terasa syahdu dan penuh kebersamaan, apalagi saat bulan Ramadhan. Biasanya setelah salat Tarawih, anak-anak sampai orang tua tetap tinggal di masjid atau mushola untuk tadarus.


Ciri Khas Tadarus Zaman Dulu:

- Duduk melingkar di lantai beralaskan tikar

- Bacaan Al-Qur’an bergantian, satu orang satu halaman

- Penerangan lampu neon redup atau bahkan lampu minyak

- Angin malam masuk dari jendela masjid yang terbuka

- Ada yang mengoreksi bacaan dengan lembut kalau salah

Di masjid-masjid tua seperti Masjid Besar At-Taqwa Cilamaya, tradisi ini begitu terasa. Anak-anak yang mulai mengantuk tetap bertahan demi menyelesaikan satu juz. Suasana ramai dan hangat membuat mereka tetap semangat. 

Mama KH RD Kholil: Ayah Banjar, Ulama Karismatik dan Penerus Minhajul Karomah



Ybia Indonesia - Mama KH RD KHOLIL, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ayah Banjar, adalah salah satu tokoh ulama karismatik dan penerus pondok pesantren Minhajul Karomah yang didirikan oleh ayahanda MAMA KH RD ILYAS. Pondok Pesantren ini adalah salah satu pesantren tertua di Jawa Barat, terletak di Cibeunteur, Kota Banjar.


Silsilah dan Guru

KH. RD Muhammad Kholil Cibeunteur dikenal memiliki sanad keilmuan yang kuat. Salah satu guru utamanya adalah ayahnya KH RD MUHAMMAD ILYAS, MAMA ILYAS beliau mempunyai sanad keilmuan ke KH. Ahmad Shobari (Mama Ciwedus), seorang ulama besar dari Kuningan. Beliau juga dihormati karena ketekunannya dalam mengajarkan ilmu fiqih dan tasawuf.


Julukan "Mama Ayah"

Panggilan "Mama Ayah" merupakan bentuk penghormatan masyarakat (santri dan warga setempat) kepada beliau sebagai sosok pendidik dan orang tua religius yang mengayomi.


Warisan Ilmu

Pesantren Cibeunteur hingga kini terus berlanjut dan dirawat oleh para penerus beliau, menjadi bukti sejarah perjuangan dakwah beliau di tanah Banjar, Jawa Barat. Mama Ayah Banjar adalah sosok kunci dalam sejarah perkembangan Islam di kawasan Ciamis/Banjar, yang menggabungkan pendidikan pesantren dengan dakwah kemasyarakatan yang santun.


Pakar Fikih di Jawa Barat

Beliau merupakan Pakar Fikih di Jawa Barat, dan hampir kebanyakan Pesantren di Jawa barat tersambung sanad keguruan kepada beliau. Semoga kita semua mendapatkan keberkahan dari beliau.. Amiin