WARTA

5/cate1/warta

PENDIDIKAN

6/cate2/pendidikan

SOSIAL

6/cate3/sosial

RELIGI

5/cate4/religi

SYIAR

5/cate5/syiar

DAERAH

5/cate5/daerah

ENTERTAINMENT

5/cate5/entertainment

Videos

3/cate6/videos

Recent post

Pengajian & Halal Bihalal di Yayasan Baitul Insan Ar-Raasyid Berlangsung Khidmat



Sukabumi, Ybia Indonesia - Yayasan Baitul Insan Ar-Raasyid, Kalapanunggal, Sukabumi, Jawa Barat, mengadakan pengajian dan halal bihalal yang berkolaborasi dengan Organisasi Akhwat Bergerak. Acara ini menghadirkan Ustadz Koh Dondy Tan dengan tema "Islam itu Paling Benar".

Acara yang diadakan di Gedung Serbaguna Yayasan Baitul Insan Ar-Raasyid, Jalan Palasari, Wates, Kalapanunggal, Sukabumi, ini dihadiri oleh ratusan jema'ah, termasuk Sekretaris Camat Kalapanunggal, pimpinan pondok pesantren, tokoh wilayah setempat, para ustadz dan ustadzah, serta tamu undangan lainnya.

"Alhamdulillah, acara ini merupakan salah satu bentuk upaya kami untuk meningkatkan keimanan dan keislaman masyarakat, serta mempererat tali silaturahmi antar umat Islam," kata Ela Nurlaela, Manajemen Yayasan Baitul Insan Ar-Raasyid, mewakili Ketua Yayasan. Rabu, (15/4/2026).

"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Ustadz Koh Dondy Tan yang telah hadir dan membagikan ilmunya, serta kepada semua pihak yang telah mendukung dan hadir dalam acara ini," tambahnya.

Salah satu jemaah yang hadir, Ibu Fitri, menyatakan bahwa acara ini sangat bermanfaat dan inspiratif. "Saya sangat mengapresiasi acara ini, karena tema yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi saat ini. Saya berharap acara seperti ini dapat terus diadakan," ujarnya.

Acara ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keimanan dan keislaman. (Red)

Ustadz Koh Dondy Tan Hadir di Pengajian Halal Bihalal Yayasan Baitul Insan Ar-Raasyid



Sukabumi, Ybia Indonesia - Yayasan Baitul Insan Ar-Raasyid, Kalapanunggal, Sukabumi, Jawa Barat, mengadakan pengajian dan halal bihalal yang berkolaborasi dengan Organisasi Akhwat Bergerak. Acara ini menghadirkan Ustadz Koh Dondy Tan dengan tema "Islam itu Paling Benar".

Acara yang diadakan di Gedung Serbaguna Yayasan Baitul Insan Ar-Raasyid, Jalan Palasari, Wates, Kalapanunggal, Sukabumi, ini dihadiri oleh ratusan jema'ah, termasuk Sekretaris Camat Kalapanunggal, pimpinan pondok pesantren, tokoh wilayah setempat, para ustadz dan ustadzah, serta tamu undangan lainnya.

"Alhamdulillah, acara ini merupakan salah satu bentuk upaya kami untuk meningkatkan keimanan dan keislaman masyarakat, serta mempererat tali silaturahmi antar umat Islam," kata Ela Nurlaela, Manajemen Yayasan Baitul Insan Ar-Raasyid, mewakili Ketua Yayasan. Rabu, (15/4/2026).

"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Ustadz Koh Dondy Tan yang telah hadir dan membagikan ilmunya, serta kepada semua pihak yang telah mendukung dan hadir dalam acara ini," tambahnya.

Salah satu jemaah yang hadir, Ibu Fitri, menyatakan bahwa acara ini sangat bermanfaat dan inspiratif. "Saya sangat mengapresiasi acara ini, karena tema yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi saat ini. Saya berharap acara seperti ini dapat terus diadakan," ujarnya.

Acara ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keimanan dan keislaman. (Red)

Kisah Sultonul Auliya Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani: Dididik Langsung oleh Rasulullah



Sebuah Kisah Inspiratif tentang Kewalian dan Keutamaan

Ybia Indonesia - Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani, seorang wali Allah yang agung, memiliki kisah yang sangat inspiratif tentang bagaimana beliau dididik langsung oleh Rasulullah SAW bahkan sebelum lahir. Kisah ini diriwayatkan oleh Syeikh Rasyid bin Muhammad al-Junaidi dalam kitab Roudhoh an-Nadzir.


Malam Mi'raj yang Bersejarah

Pada malam Mi'raj, Rasulullah SAW sedang berada di hadapan malaikat Jibril, yang membawa Buroq, seekor hewan yang sangat istimewa. Buroq tersebut tidak mau diam karena sangat senang, sehingga Rasulullah SAW bersabda: "Wahai Buroq, kenapa engkau tidak mau diam? Apa karena engkau tidak mau aku tunggangi?"

Buroq menjawab: "Wahai Rasulullah, bukan aku tidak mau baginda tunggangi, tetapi aku mempunyai permintaan kepada baginda wahai kekasih Allah, permintaanku adalah nanti di hari kiamat ketika baginda masuk ke dalam surga agar tidak menunggangi yang lain kecuali aku".


Kedatangan Ruh Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani

Rasulullah SAW kemudian memegang pundak Buroq, dan pada saat itu juga datang ruh Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani, yang berkata: "Silahkan baginda naik ke pundak saya". Rasulullah SAW kemudian naik ke pundak Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani, dan bersabda: "Dua telapak kaki ku menaiki pundakmu wahai Abdul Qodir, maka telapak kakimu nanti yang akan menaiki pundak semua wali-wali Allah".


Pesan dan Doa

Kisah ini memberikan kita inspirasi tentang keutamaan dan kewalian Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani. Mari kita kirimkan surat Al-Fatihah untuk beliau, semoga kita mendapat berkah melalui washilah beliau. Aamiin.


Wallahu A'lam

Sumber: Kitab Al-Lujaini ad-Daani, Syeikh Al-Karim Ja'far bin Hasan Abdul Karim al-Barzanji R.A.

Wali Qutub Kiai Haji Bahri Bin Pandak: Ulama Nusantara yang Menginspirasi



Biografi KH. Bahri bin Pandak: Sebuah Perjalanan Spiritual

Ybia Indonesia - Kiai Haji Bahri bin Pandak, seorang ulama ternama di Provinsi Sumatera Selatan, telah meninggalkan jejak yang mendalam dalam sejarah keagamaan Indonesia. Lahir pada tahun 1916 Masehi di desa Tanjung Atap, kecamatan Tanjung Batu, kabupaten Ogan Ilir, provinsi Sumatera Selatan, KH. Bahri bin Pandak merupakan sosok yang patut diapresiasi atas kontribusi besarnya dalam menyebarkan ilmu agama.


Perjalanan Mencari Ilmu

KH. Bahri bin Pandak memulai perjalanan spiritualnya dengan belajar ilmu agama di wilayah Salatiga, Ogan Ilir, kepada beberapa ulama terkemuka. Beliau kemudian melanjutkan pendidikannya di Banten, Jambi, dan Mekkah Al Mukarramah, di mana beliau belajar kepada beberapa ulama besar seperti Sayyid Muhsin Al-Musawa dan Syeikh ‘Abdullah Muhammad Niyar.


Dakwah dan Pengajaran

Setelah pulang ke Indonesia, KH. Bahri bin Pandak aktif berdakwah dan mengajar di beberapa daerah di Sumatera Selatan. Beliau mendirikan pesantren Ma’hadul Haramain di desa Tanjung Atap, yang menjadi pusat penyebaran ilmu agama di wilayah tersebut.


Karya dan Warisan

KH. Bahri bin Pandak meninggalkan karya monumental berupa Kitab Auradul Hakim, yang ditulis pada tahun 1969 M. Beliau wafat pada tahun 1998 M, namun warisannya terus hidup dalam masyarakat Sumatera Selatan.


Peringatan Haul

Setiap tahun, masyarakat Sumatera Selatan memperingati haul KH. Bahri bin Pandak sebagai tanda penghormatan atas kontribusi besarnya dalam menyebarkan ilmu agama. Beliau merupakan contoh ulama yang patut ditiru, dan semoga kita dapat mengambil inspirasi dari perjalanan spiritualnya.

Wallahu A’lam

Sumber: Jurnalistik.tsirwah

Duri dalam Daging: Sebuah Metafora dalam Pandangan Islam



Ybia Indonesia - Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar istilah "duri dalam daging" yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang dekat dengan kita, namun justru menjadi sumber masalah atau kesulitan. Dalam pandangan Islam, konsep ini memiliki makna yang sangat relevan dan penting untuk dipahami.


Apa itu Duri dalam Daging?

Duri dalam daging adalah sebuah metafora yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang dekat dengan kita, seperti keluarga, teman, atau rekan kerja, namun memiliki sifat atau perilaku yang menyakitkan atau merugikan. Mereka mungkin memiliki niat yang tidak baik, atau bahkan berusaha untuk menyakiti kita secara sengaja.


Pandangan Islam tentang Duri dalam Daging

Dalam Islam, duri dalam daging dianggap sebagai ujian dari Allah SWT untuk menguji kesabaran dan keimanan kita. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada musibah yang menimpa seorang muslim, baik berupa kesulitan, kesedihan, atau kegagalan, kecuali Allah akan menghapuskan dosa-dosanya dengan itu, bahkan sampai sekecil-kecilnya, seperti duri yang menusuk kaki." (HR. Bukhari dan Muslim)


Bagaimana Menghadapi Duri dalam Daging?

Dalam menghadapi duri dalam daging, Islam mengajarkan kita untuk tetap sabar, ikhlas, dan bijak. Berikut beberapa tips:

1. Sabar dan Ikhlas: Sabar dan ikhlas adalah kunci untuk menghadapi duri dalam daging. Ingatlah bahwa Allah SWT selalu ada di sisi kita dan akan memberikan pahala atas kesabaran kita.

2. Jaga Lisan dan Perilaku: Jaga lisan dan perilaku kita agar tidak memperburuk situasi. Ingatlah bahwa kita harus selalu berbuat baik dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.

3. Doa dan Istighfar: Berdoa dan istighfar kepada Allah SWT untuk meminta perlindungan dan ampunan. Ingatlah bahwa Allah SWT adalah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Duri dalam daging adalah sebuah metafora yang relevan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pandangan Islam, kita diajarkan untuk menghadapi duri dalam daging dengan sabar, ikhlas, dan bijak. Ingatlah bahwa Allah SWT selalu ada di sisi kita dan akan memberikan pahala atas kesabaran kita. Semoga kita dapat menghadapi duri dalam daging dengan baik dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

Kemensos Pusat Kunjungi Yayasan Baitul Insan Ar-Raasyid



Sukabumi, Ybia Indonesia - Yayasan Baitul Insan Ar-Raasyid, yang berlokasi di Jalan Palasari, Wates, Kalapanunggal, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menerima kunjungan silaturahmi dan sosialisasi dari Kementerian Sosial (Kemensos) Pusat pada hari ini, Selasa (14/4/2026) pukul 13.00 WIB.

Kunjungan ini dilakukan oleh petugas asesmen Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Kemensos Pusat, Nurman Ari, yang bertujuan untuk melakukan asesmen dan sosialisasi terkait program-program Kemensos.

Manajemen Yayasan Baitul Insan Ar-Raasyid, Ela Nurlaela, menyambut baik kunjungan ini dan berharap dapat meningkatkan kerjasama antara yayasan dan Kemensos Pusat.

"Kami sangat menghargai kunjungan ini dan berharap dapat memperoleh informasi dan dukungan dari Kemensos Pusat untuk meningkatkan kualitas layanan kami," kata Ela Nurlaela.

"Kami berharap kerjasama ini dapat meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan," tambah Nurman Ari, petugas Kemensos.

Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara yayasan dan Kemensos Pusat, serta meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat. (Aj)

Yayasan Baitul Insan Ar-Raasyid Terima Kunjungan Kemensos Pusat

 


Sukabumi, Ybia Indonesia - Yayasan Baitul Insan Ar-Raasyid, yang berlokasi di Jalan Palasari, Wates, Kalapanunggal, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menerima kunjungan silaturahmi dan sosialisasi dari Kementerian Sosial (Kemensos) Pusat pada hari ini, Selasa (14/4/26), pukul 13.00 WIB.

Kunjungan ini dilakukan oleh petugas asesmen Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Kemensos Pusat, Nurman Ari, yang bertujuan untuk melakukan asesmen dan sosialisasi terkait program-program Kemensos.

Manajemen Yayasan Baitul Insan Ar-Raasyid, Ela Nurlaela, menyambut baik kunjungan ini dan berharap dapat meningkatkan kerjasama antara yayasan dan Kemensos Pusat.

"Kami sangat menghargai kunjungan ini dan berharap dapat memperoleh informasi dan dukungan dari Kemensos Pusat untuk meningkatkan kualitas layanan kami," kata Ela Nurlaela.

"Kami berharap kerjasama ini dapat meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan," tambah Nurman Ari, petugas Kemensos.

Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara yayasan dan Kemensos Pusat, serta meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat. (Aj)