WARTA

5/cate1/warta

PENDIDIKAN

6/cate2/pendidikan

SOSIAL

6/cate3/sosial

RELIGI

5/cate4/religi

SYIAR

5/cate5/syiar

DAERAH

5/cate5/daerah

ENTERTAINMENT

5/cate5/entertainment

Videos

3/cate6/videos

Recent post

KH Zainuddin MZ: Da'i Sejuta Umat yang Melegenda



Ybia Indonesia - KH Zainuddin MZ adalah seorang ulama dan da'i yang sangat berpengaruh di Indonesia. Beliau lahir di Jakarta pada 2 Maret 1952 dan tumbuh sebagai anak tunggal dari pasangan Turmudzi dan Zainabun. Bakat orasi yang luar biasa sudah nampak sejak ia masih sangat belia.


Biografi

- Lahir di Jakarta pada 2 Maret 1952

- Anak tunggal dari pasangan Turmudzi dan Zainabun

- Menempuh pendidikan di Madrasah Darul Ma’arif, Jakarta

- Bergabung dalam forum Ta’limul Muhadharah untuk mempelajari seni berbicara di depan publik


Karier Dakwah

- Memulai karier dakwahnya dengan rekaman kaset

- Suaranya yang khas dan kemampuan mendongeng yang inklusif membuatnya dicintai oleh masyarakat

- Julukan "Da'i Sejuta Umat" melekat secara alami karena setiap kehadirannya selalu mampu menyedot puluhan ribu massa


Pengaruh dan Warisan

- Berhasil meruntuhkan sekat-sekat formalitas agama dengan gaya tutur yang luwes

- Terlibat dalam politik praktis dan menjadi motor penggerak massa yang luar biasa

- Meninggalkan warisan ceramah-ceramahnya dalam bentuk digital yang tetap abadi


Kematian

- Meninggal pada 5 Juli 2011

- Meninggalkan jejak dakwah yang takkan terhapus oleh waktu 

Syekh Yasin Al-Fadani: Musnid ad-Dunya, Ulama Keturunan Padang yang Menjadi Guru Para Ulama Hadis Dunia



Ybia Indonesia - Syekh Muhammad Yasin bin Muhammad Isa Al-Fadani adalah seorang ulama besar keturunan Minangkabau yang lahir di Mekkah pada 17 Juni 1915. Beliau merupakan pemegang sanad hadis dunia dan dikenal sebagai "perpustakaan berjalan" bagi jalur keilmuan Islam.


Biografi

- Lahir dari pasangan Syekh Muhammad Isa al-Fadani dan Nyai Maimunah yang berasal dari Padang, Sumatera Barat.

- Belajar di Madrasah Ash-Shaulatiyyah dan menjadi pengajar di Madrasah Darul Ulum Mekkah.

- Mendirikan Madrasah Ibtidaiyah lil Banat, lembaga pendidikan khusus perempuan pertama di Arab Saudi.


Karya Tulis

- Ad-Durrul Mandhud: Syarah Sunan Abi Dawud setebal 20 jilid.

- Al-Fawaid al-Janiyyah: Kitab kaidah fiqih yang menjadi kurikulum wajib di Fakultas Syariah Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

- 36 Kitab Falak: Membuktikan kepakarannya dalam ilmu astronomi Islam.


Pengaruh

- Beliau adalah sumber sanad utama bagi banyak ulama besar di Indonesia, seperti KH Maimun Zubair, KH Sahal Mahfudz, Abah Guru Sekumpul, dan KH Syafi'i Hadzami.

- Wafat pada 20 Juli 1990, meninggalkan warisan yang tak ternilai bagi dunia Islam.


Gelar dan Penghargaan

- Musnid ad-Dunya (Pemegang Sanad Hadis Dunia)

- Suyutiyyu-Zamanihi (Imam Suyuti di zamannya) 

KH Hasan Mustapa: Ulama, Pujangga Sunda, dan Penghulu Besar



Ybia Indonesia - KH Hasan Mustapa adalah seorang ulama, pujangga Sunda, dan penghulu besar yang lahir di Cikajang, Garut pada tahun 1852. Beliau merupakan keturunan keluarga yang taat beragama dan budayawan.


Biografi

- Beliau belajar menuntut ilmu di Makkah selama sepuluh tahun dan berguru pada kyai-kyai di Indonesia.

- Menjadi pengajar di Masjidil Haram dan memiliki murid lebih dari 30 orang.

- Menjadi penghulu besar di Bandung pada tahun 1895.


Karya Tulis

- Tafsir Qur'anul Adhimi (1921-1922)

- Bab Adat-adat Urang Priangan Jeung Sunda Lianna ti Eta (1913)

- Dangding Djilid Anu Kaopat (1960)

- Aji Wiwitan Qur'an Sutji (1920)


Tafsir Qur'anul Adhimi

- Corak penafsirannya cenderung termasuk ke dalam corak tafsir bil ishari atau sufi.

- Menggunakan metode ijmali dan memilih 105 ayat yang dianggap penting untuk orang Sunda.

- Menggunakan metafor alam kesundaan dan bahasa sastra Sunda dalam menafsirkan ayat.


Warisan

- Beliau dianggap sebagai salah satu pujangga Sunda terbesar di Tatar Pasundan.

- Karyanya masih dipelajari dan menjadi referensi bagi masyarakat Sunda.

- Beliau menerima piagam penghargaan dari Gubernur Jawa Barat dan anugerah seni dan kebudayaan dari Presiden RI. 

Syekh Asnawi Caringin: Ulama Besar dan Pejuang Kemerdekaan Banten



Ybia Indonesia - Syekh Asnawi Caringin adalah seorang ulama besar dari Banten yang lahir di Kampung Caringin, Labuan, Banten pada tahun 1850. Beliau merupakan keturunan Sultan Agung dari Mataram atau Raden Patah.


Pendidikan dan Perjuangan

- Syekh Asnawi memulai pendidikannya di Mekkah pada usia 9 tahun dan berguru kepada Syekh Nawawi al-Bantani.

- Setelah bertahun-tahun menuntut ilmu, beliau kembali ke Banten dan mendirikan pesantren di Caringin, yang kemudian dikenal sebagai Madrasah Masyarikul Anwar.

- Beliau juga dikenal sebagai pejuang kemerdekaan yang aktif melawan penjajahan Belanda.


Pengorbanan dan Wafat

- Syekh Asnawi pernah ditahan dan diasingkan ke Cianjur, namun tetap berdakwah dan mengajarkan ilmu agama kepada masyarakat sekitar.

- Beliau wafat pada tahun 1937 dan dimakamkan di dekat Masjid Caringin, yang kini menjadi tempat ziarah bagi masyarakat.


Warisan

- Syekh Asnawi meninggalkan 23 putra dan putri, dan keturunannya masih meneruskan perjuangan dan dakwahnya.

- Beliau adalah contoh ulama yang gigih menentang penjajahan dan memiliki ilmu bela diri, serta menjadi inspirasi bagi masyarakat Banten dan Indonesia. 

Toleransi Tinggi: Kisah Pertemuan Buya Hamka dan KH Idham Chalid di Kapal Haji



Ybia Indonesia - Dua tokoh besar, Buya Hamka dari Muhammadiyah dan KH Idham Chalid dari Nahdlatul Ulama, bertemu di atas kapal laut dalam perjalanan haji. Pertemuan ini menunjukkan keakraban dan toleransi antar ulama besar.


Penghormatan Shalat Subuh

- Saat KH Idham Chalid menjadi imam, beliau tidak membaca doa qunut untuk menghormati Buya Hamka sebagai makmum.

- Ketika Buya Hamka yang menjadi imam, beliau membaca doa qunut untuk menghormati KH Idham Chalid, membuat jamaah terharu.


Keteladanan

- Pertemuan ini menunjukkan akhlak mulia, di mana perbedaan fiqih tidak memecah belah, melainkan mempererat persaudaraan.

- Kisah ini menegaskan bahwa kedua tokoh tersebut mengutamakan kerukunan dan persatuan umat di atas perbedaan tata cara ibadah.


Pesan

- Perbedaan apalagi yang harus kita besar besarkan, bukankah perbedaan itu Rahmat?

- Mari kita tiru akhlak mulia Buya Hamka dan KH Idham Chalid dalam menjaga persatuan dan toleransi. 

Usman Debot: Jawara Cibinong yang Menggetarkan Tanah Jawa



Ybia Indonesia - Di tengah kobaran revolusi, lahirlah nama yang tak bisa dipandang sebelah mata: Usman Debot. Bukan sekadar jawara kampung, bukan sekadar pemimpin laskar, ia adalah simbol perlawanan dari pinggiran, dari bukit kapur Cibinong hingga hutan-hutan Jonggol.


Laskar Bambu Runcing, Api Perlawanan 100%

- Usman Debot memimpin pasukan Bambu Runcing, menuntut kemerdekaan 100% tanpa kompromi.

- Wilayah gerilya Debot membentang dari Citeureup, Cibinong, Cileungsi, Kampung Daiyeh, Jonggol hingga ke selatan.

- Basisnya berada di bukit-bukit kapur, gua-gua alami yang menjadi benteng sekaligus sumber logistik.


Tak Mempan Peluru?

- Di mata rakyat, Usman Debot bukan hanya pemimpin, ia legenda hidup.

- Banyak yang bersaksi peluru tak mampu menembus tubuhnya, namun sebenarnya karena taktik dan keberanian.


Benturan dengan Republik

- Usman Debot menolak kebijakan Restrukturisasi dan Rasionalisasi (Re-Ra) tentara, memandang perundingan sebagai jalan yang terlalu lunak terhadap Belanda.

- Benturan pun tak terelakkan, namun akhirnya Usman Debot memilih jalan damai dan menyerahkan diri kepada Batalion 313 Divisi Siliwangi.


Warisan

- Usman Debot wafat pada 1990, namun namanya tetap hidup di ingatan warga Cibinong dan sekitarnya sebagai jawara, sebagai pemberontak, sebagai bagian dari mozaik rumit revolusi Indonesia.

- Ia adalah potret zaman ketika keberanian, idealisme, dan konflik bersatu dalam satu nama demi sebuah kata yang tak pernah bisa ditawar "MERDEKA". 

Mendidik Anak Islami: Tips Utama untuk Orang Tua



Ybia Indonesia - Pendidikan akhlak dan agama bagi anak adalah pemberian orang tua yang paling utama. Namun, banyak orang tua yang lebih fokus pada fasilitas materi daripada pendidikan akhlak dan agama.


5 Tips Mendidik Anak Islami:

1. Ajarkan ilmu dan amal agama: Ajarkan anak tentang pentingnya ilmu dan amal agama sejak dini.

2. Jadilah tauladan: Anak lebih suka meniru daripada mendengarkan, jadi jadilah orang tua yang baik sebagai tauladan.

3. Tanamkan jiwa sosial: Ajarkan anak untuk memiliki jiwa sosial yang baik dan empati yang tinggi.

4. Nasehatilah dengan sabar: Jangan pernah bosan untuk menasehati anak, walaupun ia sudah dewasa.

5. Berdoa untuk kebaikannya: Senantiasa berdoa untuk kebaikan anak Anda.


Dengan menerapkan tips-tips di atas, Anda dapat membantu anak Anda menjadi pribadi islami dan berbudi pekerti yang baik.