Profil Dr. (H.C.) KH Afifuddin Muhajir: Sang Begawan Ushul Fiqh dan Penjaga Gawang Moderasi Islam
Ybia Indonesia - Dalam khazanah keilmuan Islam di Indonesia, nama K.H. Afifuddin Muhajir dikenal sebagai sosok "begawan" yang memiliki kedalaman luar biasa di bidang fikh dan ushul fiqh. Ulama kharismatik asal Situbondo ini bukan sekadar pemimpin pesantren, melainkan pemikir besar yang pemikirannya menjadi rujukan utama dalam merespons isu-isu kontemporer kenegaraan melalui kacamata syariat.
Akar Pendidikan dan Kedalaman Kitab Kuning
Kiai Afifuddin merupakan produk asli pendidikan pesantren yang berhasil mencapai puncak intelektual. Beliau adalah santri setia dari almarhum K.H. R. As’ad Syamsul Arifin di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo. Ketekunannya mendalami kitab-kitab klasik (kitab kuning) membuatnya diakui sebagai ahli ushul fiqh (metodologi hukum Islam) yang sangat mumpuni. Kemampuannya mendialogkan teks agama dengan realitas kebangsaan menjadikannya sosok yang unik dan sangat dihormati di kalangan ulama maupun akademisi.
Kiprah di Nahdlatul Ulama dan MUI
Di level nasional, pengabdian Kiai Afifuddin sangatlah besar. Beliau mengemban posisi-posisi strategis yang menentukan arah pemikiran keagamaan di Indonesia:
- Rais Syuriah PBNU: Beliau merupakan salah satu jajaran tertinggi di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang menjaga garis ideologi organisasi.
- Wakil Ketua Umum MUI Pusat: Beliau dipercaya mendampingi kepemimpinan Majelis Ulama Indonesia untuk periode 2020–2025 dan kembali mendapat kepercayaan luas untuk periode selanjutnya.
Doktor Kehormatan dan Akademisi Berpengaruh
Meskipun tumbuh dari tradisi tradisional, pengakuan akademis formal terhadap beliau sangat tinggi. Pada tahun 2021, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa (Dr. H.C.) kepada beliau atas jasa-jasanya dalam pengembangan ilmu ushul fiqh dan kontribusinya bagi pemikiran Islam moderat di Indonesia. Beliau juga aktif mengajar sebagai dosen di Ma’had Aly Situbondo, sebuah lembaga pendidikan tinggi pesantren yang mencetak kader-kader ahli fiqh masa depan.
Penulis Produktif dan Pemikir "Fiqh Kebangsaan"
Kiai Afifuddin dikenal produktif menulis. Salah satu karya monumentalnya adalah buku Fathul Mujib al-Qarib, sebuah syarah (penjelasan) atas kitab Taqrib yang ditulis dalam bahasa Arab dengan gaya bahasa yang modern dan mudah dipahami. Beliau merupakan sosok yang teguh memperjuangkan konsep "Islam dan Pancasila". Baginya, tidak ada pertentangan antara menjadi Muslim yang taat dengan menjadi warga negara Indonesia yang setia pada Pancasila.
Sosok Rendah Hati yang Mendunia
Meski memiliki ilmu yang samudera, Kiai Afifuddin dikenal sangat rendah hati dan bersahaja. Gaya bicaranya tenang, namun setiap kalimat yang keluar sarat dengan argumen hukum yang kuat. Ketokohannya seringkali membawa beliau hadir di forum-forum internasional untuk mempresentasikan wajah Islam Indonesia yang ramah dan moderat.
Kini, di tengah dinamika zaman, sosok Dr. KH Afifuddin Muhajir terus menjadi lentera bagi umat, memastikan bahwa hukum Islam tetap relevan dan mampu memberikan solusi bagi permasalahan bangsa.
Sumber: Wikipedia
.jpg)
.jpg)
.jpg)



