Kisah KH. Nur Durya Walangsanga: Weruh Sadurunge Winarah
Ybia Indonesia - KH. Nur Durya Walangsanga adalah salah satu kyai yang dianugerahi Allah SWT kemampuan melihat sebelum terjadi (weruh sadurunge winarah). Beliau dapat melihat yang tersurat dari yang tersirat, sehingga banyak peristiwa yang dapat diprediksi sebelum terjadi.
Suatu ketika, Haji Samsuddin dan istrinya yang berasal dari Tegal hendak melaksanakan ibadah haji ke Baitullah. Mereka sowan ke kediaman KH. Nur untuk meminta doa dan berkah. KH. Nur hanya berkata, "Mau haji? haji Singapura?" tanpa ekspresi sedikit pun. H. Samsuddin tidak mengerti maksud perkataan KH. Nur, namun akhirnya mereka membatalkan rencana pergi haji tahun itu.
Setelah beberapa tahun, H. Samsuddin baru menyadari bahwa perkataan KH. Nur adalah sebuah prediksi bahwa mereka tidak dapat menunaikan ibadah haji pada tahun itu. Baru pada tahun-tahun setelahnya mereka bisa menunaikan ibadah hajinya.
KH. Nur juga dikenal sebagai seorang yang zuhud dan tidak cinta dunia. Beliau selalu menjaga wudhunya dan melaksanakan shalat berjamaah. Bahkan, beliau selalu melaksanakan shalat Subuh dengan menggunakan wudhu shalat Isya, menandakan bahwa setiap malam beliau tidak pernah tidur, namun bermunajat dan mendoakan kebaikan untuk orang-orang di sekitarnya.
Setelah tinggal selama 50 tahun di Desa Walangsanga, KH. Nur pergi untuk mengasingkan diri demi bisa mendekatkan diri pada Allah SWT di Lereng Gunung Sembung.


.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)