WARTA

5/cate1/warta

PENDIDIKAN

6/cate2/pendidikan

SOSIAL

6/cate3/sosial

RELIGI

5/cate4/religi

SYIAR

5/cate5/syiar

DAERAH

5/cate5/daerah

ENTERTAINMENT

5/cate5/entertainment

Videos

3/cate6/videos

Recent post

Tarmizi Taher: Putra Kuraitaji yang Mengukir Sejarah sebagai Menteri Agama RI



Ybia Indonesia - Tarmizi Taher adalah seorang tokoh penting dalam sejarah kehidupan keagamaan di Indonesia, lahir di Padang pada 7 Oktober 1936. Ia berasal dari keluarga Minangkabau yang kuat dalam tradisi pendidikan dan dakwah.


Kehidupan Awal dan Pendidikan

- Ibunya, Djawanis, berasal dari Kuraitaji, Pariaman, dikenal sebagai tokoh perempuan yang aktif dalam gerakan dakwah dan pendidikan Islam

- Ayahnya, Taher Marah Sutan, berasal dari Padang Panjang, seorang pendidik dan tokoh pergerakan

- Tarmizi Taher menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga di Surabaya


Karier dan Pengabdian

- Bergabung dalam Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut sebagai dokter militer

- Menjabat sebagai perwira kesehatan di kapal perang legendaris KRI Irian dan memimpin rumah sakit Angkatan Laut

- Menjabat sebagai Kepala Pusat Pembinaan Mental ABRI

- Diangkat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia pada tahun 1993


Karya dan Gagasan

- Mengembangkan SISKOHAT (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu) untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan ibadah haji Indonesia

- Menggagas pembentukan Dana Abadi Umat dan mendukung pengembangan pendidikan tinggi Islam

- Mendorong berdirinya berbagai Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) di berbagai daerah

- Berperan dalam pembangunan Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal sebagai pusat peradaban dan kajian Islam di Indonesia.

Maulana Syekh Mudo Abdul Qadim Belubus: Ulama Tarekat yang Mahsyur di Minangkabau



Ybia Indonesia - Maulana Syekh Mudo Abdul Qadim Belubus adalah seorang ulama tarekat yang sangat dihormati di Minangkabau, Sumatra Barat. Beliau lahir di Belubus, Luhak Limo Puluah, pada tahun 1875 atau 1878, dan menjadi salah satu tokoh penting dalam penyebaran Tarekat Naqsyabandiyah di wilayah tersebut.


Perjalanan Menuntut Ilmu

- Mengaji kitab cara lama di Batu Tanyuah

- Mendalami Tarekat Naqsyabandiyah di Batu Hampar di bawah bimbingan Maulana Syekh Abdurrahman al-Batu Hampari

- Berkhidmat kepada para ulama besar lainnya seperti Syekh Muhammad Shaleh Padang Kandih dan Syekh Ibrahim "Angguik Balinduang" Kumpulan

- Mempelajari Silek Kumango langsung kepada Maulana Syekh Abdurrahman al-Khalidi


Karya dan Pengabdian

- Mendirikan surau di Belubus sebagai pusat khalwat Naqsyabandi

- Mengajar dan membina umat melalui jalur tasawuf

- Berperan dalam keorganisasian Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI)

- Melahirkan banyak ulama terkemuka seperti Syekh Beringin di Tebing Tinggi dan Syekh Ibrahim Bonjol di Binjai


Warisan dan Penghormatan

- Wafat pada tahun 1957, namun namanya tetap harum dan dihormati di Minangkabau

- Warisan ilmunya yang memadukan tarekat dan tradisi lokal seperti Silek Kumango menjadikannya sosok yang sangat dihormati 

Abuya Munfasir: Ulama Paku Bumi Banten yang Bersahaja



Ybia Indonesia - Abuya Munfasir adalah seorang ulama yang sangat dihormati di Banten, yang memiliki pesantren tanpa nama di kaki Bukit Padarincang, Serang, Provinsi Banten. Beliau dikenal karena kesederhanaannya dan kesungguhannya dalam mendidik santri-santrinya.


Syarat Menuntut Ilmu di Pesantren Abuya Munfasir

- Tidak diperbolehkan membawa apapun kecuali baju yang melekat di badan

- Berpuasa selama 40 hari dengan berbuka dan sahur hanya dengan 3 teguk air saja

- Berpuasa dengan umbi-umbian yang tidak diperbolehkan untuk dimasak atau terkena api

- Membaca Al Quran 10 juz per hari

- Puasa mutih (hanya nasi putih dan garam saja) dan tidak berbicara


Kisah Abuya Munfasir

- Dulunya seorang dosen IAIN di Kota Cirebon, kemudian hijrah ke Padarincang

- Menjual seluruh harta bendanya untuk membeli sebidang sawah dan membangun sepetak gubuk

- Hanya menerima santri laki-laki maksimal 40 orang saja

- Santri-santrinya harus memiliki hati yang bersih dan menjalani jalan tasawuf 

Sunan Gunung Jati: Wali Songo yang Agung



Ybia Indonesia - Sunan Gunung Jati, juga dikenal sebagai Sayyid Al-Kamil, adalah salah satu dari Walisongo yang berperan penting dalam penyebaran Islam di Nusantara. Ia lahir pada tahun 1448 Masehi di Makkah Al-Mukarramah dengan nama Syarif Hidayatullah.


Kehidupan Awal

- Ayahnya adalah Syarif Abdullah Umdatuddin, Sultan Pertama Kesultanan Champa

- Ibunya adalah Syarifah Mudaim (Nyai Rara Santang), putri dari Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi) dari Kerajaan Padjajaran

- Ia lahir di Makkah dan nyantri di ulama-ulama Makkah sebelum pergi ke Nusantara


Peran dalam Penyebaran Islam

- Menjadi tokoh kunci dalam penyebaran Islam di Cirebon dan Jawa Barat

- Mendirikan pesantren di Gunung Jati dan menjadi pusat kegiatan keagamaan

- Menjadi Pemimpin Tertinggi para wali setelah Sunan Ampel


Keturunan dan Warisan

- Menikahi Nyimas Pakungwati, putri dari Pangeran Walangsungsang dan Nyai Indang Geulis

- Takhta Cirebon diwarisi oleh cicitnya, Zainul Arifin yang naik takhta dengan gelar Panembahan Ratu

- Dimakamkan di komplek pemakaman bukit Gunung Jati, yang sekarang dikenal dengan nama Astana Gunung Sembung 

Ayatollah Ali Khamenei: Pemimpin Tertinggi Iran yang Berkuasa Selama 36 Tahun



Ybia Indonesia - Ayatollah Ali Khamenei adalah seorang ulama Syiah dan politisi yang menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi (Rahbar) kedua Iran sejak tahun 1989 hingga kematiannya pada Februari 2026. Ia merupakan figur dengan otoritas absolut di Iran, mengendalikan kebijakan politik, militer, dan keagamaan.


Data Pribadi & Latar Belakang

- Nama Lengkap: Ali Hosseini Khamenei

- Kelahiran: 19 April 1939 di Mashhad, Iran

- Gelar Keagamaan: Marja' al-Taqlid (salah satu otoritas keagamaan tertinggi Syiah) dan Sayyid (diyakini keturunan Nabi Muhammad SAW)

- Wafat: 28 Februari 2026 pada usia 86 tahun di Teheran, akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel


Perjalanan Karier Politik

- Aktivis Revolusi: Menjadi tokoh kunci dalam Revolusi Islam 1979 yang menggulingkan Dinasti Pahlavi

- Presiden Iran (1981–1989): Menjabat selama dua periode di bawah kepemimpinan Ayatollah Khomeini

- Pemimpin Tertinggi (1989–2026): Menggantikan Khomeini setelah wafatnya sang pendiri republik


Peran dan Kekuasaan

- Sebagai Pemimpin Tertinggi, kekuasaannya melampaui Presiden dan Parlemen

- Memegang kendali atas:

- Militer: Panglima tertinggi angkatan bersenjata dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC)

- Politik Luar Negeri: Penentu akhir kebijakan strategis, termasuk sikap keras terhadap "dominasi Barat" dan penentangan terhadap eksistensi Israel

- Ideologi: Penjaga nilai-nilai teokratis Republik Islam 

Sukarno dan Khamenei: Persahabatan di Balik Jeruji Penjara



Ybia Indonesia - Kisah ini menceritakan tentang bagaimana Sukarno, pemimpin Indonesia, mempengaruhi Ali Khamenei, pemimpin spiritual Iran, ketika Khamenei masih muda dan dipenjara oleh regime Shah Reza Pahlevi.


Khamenei Muda dan Sukarno

Khamenei muda dipenjara bersama seorang aktivis komunis yang tidak diberi makan. Khamenei memberikan makanannya kepada aktivis komunis itu, dan setelah itu, mereka berbicara tentang Sukarno. Khamenei menjelaskan bahwa Sukarno adalah seorang pejuang anti-imperialisme yang ingin menyatukan kekuatan Asia-Afrika melalui Konferensi Bandung 1955.


Pengaruh Sukarno

Khamenei menjelaskan bahwa Sukarno menyatukan kekuatan anti-imperialisme bukan berdasarkan persamaan ras, suku, etnik, agama, atau ideologi, tetapi karena kebutuhan dan aspirasi yang sama untuk merdeka dari penindasan. Aktivis komunis itu menjadi lebih tenang setelah mendengar tentang Sukarno, dan Khamenei menyarankan dia untuk istirahat.


Hormat kepada Sukarno

Kisah ini menunjukkan bahwa Sukarno memiliki pengaruh yang besar terhadap Khamenei, dan bahwa persahabatan mereka melampaui batas ideologi dan agama. Ketika Khamenei wafat, Megawati Sukarnoputri, anak Sukarno, mengucapkan belasungkawa dan memberi hormat setinggi-tingginya kepada Khamenei. 

Abuya Mama Hasan Armin Cibuntu: Mursyid Kamil Mukammil Banten



Ybia Indonesia - Abuya Mama Hasan Armin Cibuntu adalah seorang ulama kharismatik dan mursyid kamil mukammil dalam Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN) di Banten. Beliau lahir sekitar tahun 1880 di Desa Kadujami, Menes, Pandeglang, Banten.


Biografi

- Nama asli: Mohamad Armin

- Berguru kepada Kiai Hasan di Makkah al-Mukarramah

- Mendirikan pesantren di Cibuntu, Pandeglang, Banten

- Wafat pada tahun 1409 H atau 1988 M


Karier dan Pengajaran

- Mursyid TQN Banten

- Pewaris sanad ruhani TQN dari Syaikh Muhammad Asnawi

- Mengajarkan tasawuf yang memperkuat tauhid dan memperindah akhlak

- Dikenal sebagai "Kiai Shalawat" karena sering mengijazahkan Shalawat Nariyah


Karamah dan Kedalaman Ruhani

- Menghadirkan makanan dan minuman secara tiba-tiba

- Menguasai berbagai bahasa

- Memiliki kedalaman kasyaf

- Mampu menunaikan shalat Jumat di Makkah meski secara lahir berada di Cibuntu


Warisan dan Pengaruh

- Keteguhan dalam ilmu

- Kesetiaan pada sanad

- Keikhlasan dalam membimbing umat

- Cinta mendalam kepada shalawat