Cahaya dan Kegelapan di dalam Kubur
Ybia Indonesia - Di sebuah kampung kecil, dua sahabat wafat di hari yang sama. Namanya Ahmad dan Rafi. Keduanya saling mengenal sejak kecil. Sama-sama bekerja. Sama-sama berkeluarga. Saat kabar kematian mereka tersebar, orang-orang berkata: “Dua-duanya orang baik…” Namun hanya Allah yang tahu isi hati.
Ahmad bukan orang terkenal. Ia bukan ustaz. Ia bukan orang kaya. Tapi ia punya satu kebiasaan… Menjaga shalat tepat waktu. Bahkan ketika lelah. Bahkan ketika hujan. Bahkan ketika tidak ada yang melihat. Di sepertiga malam, sering kali istrinya terbangun dan melihatnya sujud lama sekali. Ia jarang bercerita tentang amalnya. Ia lebih takut riya daripada miskin.
Sedangkan Rafi… Ia juga shalat. Tapi sering ditunda. “Masih ada waktu…” “Nanti saja…” Ia lebih sibuk dengan dunia. Jika ada urusan bisnis, shalat bisa menunggu. Jika ada hiburan, ibadah terasa berat.
Hari itu, keduanya dikuburkan berdampingan. Malam pertama pun tiba. Alam kubur menyambut. Ahmad terbangun dalam gelap. Namun tiba-tiba… Cahaya lembut muncul dari arah kanannya. Datang seorang lelaki tampan, wajahnya berseri. “Siapa engkau?” tanya Ahmad. “Aku adalah shalatmu… aku adalah amalmu…” Kuburnya dilapangkan sejauh mata memandang. Udara terasa sejuk. Wangi semerbak memenuhi ruang sempit itu. Ia tersenyum dalam ketenangan.
Di sisi lain… Rafi terbangun dalam gelap pekat. Tidak ada cahaya. Tidak ada ketenangan. Ia merasa sendiri. Ketika malaikat bertanya, ia menjawab dengan gemetar. Namun amalnya datang dalam rupa yang lemah. Shalat yang dulu ia tunda tak mampu menjadi pelindung yang kuat. Kuburnya terasa sempit. Sunyi terasa menekan.
Dalam riwayat disebutkan bahwa amal saleh akan datang dalam rupa yang baik untuk menemani seorang mukmin di kuburnya (HR. Ahmad). Dan itulah yang membedakan keduanya. Bukan harta. Bukan jabatan. Bukan pujian manusia. Tapi shalat yang dijaga.
Pesan Untuk Kita
Kubur bukan akhir. Ia adalah awal perjalanan. Dan yang menemani kita nanti bukan keluarga. Bukan teman. Bukan followers. Tapi amal kita sendiri. Jangan tunggu sampai gelap itu datang. Karena saat cahaya dibutuhkan… Sudah tidak ada kesempatan menyalakannya.
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)