WARTA

5/cate1/warta

PENDIDIKAN

6/cate2/pendidikan

SOSIAL

6/cate3/sosial

RELIGI

5/cate4/religi

SYIAR

5/cate5/syiar

DAERAH

5/cate5/daerah

ENTERTAINMENT

5/cate5/entertainment

Videos

3/cate6/videos

Recent post

Profil Dr. (H.C.) KH Afifuddin Muhajir: Sang Begawan Ushul Fiqh dan Penjaga Gawang Moderasi Islam



Ybia Indonesia - Dalam khazanah keilmuan Islam di Indonesia, nama K.H. Afifuddin Muhajir dikenal sebagai sosok "begawan" yang memiliki kedalaman luar biasa di bidang fikh dan ushul fiqh. Ulama kharismatik asal Situbondo ini bukan sekadar pemimpin pesantren, melainkan pemikir besar yang pemikirannya menjadi rujukan utama dalam merespons isu-isu kontemporer kenegaraan melalui kacamata syariat.


Akar Pendidikan dan Kedalaman Kitab Kuning

Kiai Afifuddin merupakan produk asli pendidikan pesantren yang berhasil mencapai puncak intelektual. Beliau adalah santri setia dari almarhum K.H. R. As’ad Syamsul Arifin di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo. Ketekunannya mendalami kitab-kitab klasik (kitab kuning) membuatnya diakui sebagai ahli ushul fiqh (metodologi hukum Islam) yang sangat mumpuni. Kemampuannya mendialogkan teks agama dengan realitas kebangsaan menjadikannya sosok yang unik dan sangat dihormati di kalangan ulama maupun akademisi.


Kiprah di Nahdlatul Ulama dan MUI

Di level nasional, pengabdian Kiai Afifuddin sangatlah besar. Beliau mengemban posisi-posisi strategis yang menentukan arah pemikiran keagamaan di Indonesia:

- Rais Syuriah PBNU: Beliau merupakan salah satu jajaran tertinggi di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang menjaga garis ideologi organisasi.

- Wakil Ketua Umum MUI Pusat: Beliau dipercaya mendampingi kepemimpinan Majelis Ulama Indonesia untuk periode 2020–2025 dan kembali mendapat kepercayaan luas untuk periode selanjutnya.


Doktor Kehormatan dan Akademisi Berpengaruh

Meskipun tumbuh dari tradisi tradisional, pengakuan akademis formal terhadap beliau sangat tinggi. Pada tahun 2021, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa (Dr. H.C.) kepada beliau atas jasa-jasanya dalam pengembangan ilmu ushul fiqh dan kontribusinya bagi pemikiran Islam moderat di Indonesia. Beliau juga aktif mengajar sebagai dosen di Ma’had Aly Situbondo, sebuah lembaga pendidikan tinggi pesantren yang mencetak kader-kader ahli fiqh masa depan.


Penulis Produktif dan Pemikir "Fiqh Kebangsaan"

Kiai Afifuddin dikenal produktif menulis. Salah satu karya monumentalnya adalah buku Fathul Mujib al-Qarib, sebuah syarah (penjelasan) atas kitab Taqrib yang ditulis dalam bahasa Arab dengan gaya bahasa yang modern dan mudah dipahami. Beliau merupakan sosok yang teguh memperjuangkan konsep "Islam dan Pancasila". Baginya, tidak ada pertentangan antara menjadi Muslim yang taat dengan menjadi warga negara Indonesia yang setia pada Pancasila.


Sosok Rendah Hati yang Mendunia

Meski memiliki ilmu yang samudera, Kiai Afifuddin dikenal sangat rendah hati dan bersahaja. Gaya bicaranya tenang, namun setiap kalimat yang keluar sarat dengan argumen hukum yang kuat. Ketokohannya seringkali membawa beliau hadir di forum-forum internasional untuk mempresentasikan wajah Islam Indonesia yang ramah dan moderat.

Kini, di tengah dinamika zaman, sosok Dr. KH Afifuddin Muhajir terus menjadi lentera bagi umat, memastikan bahwa hukum Islam tetap relevan dan mampu memberikan solusi bagi permasalahan bangsa.


Sumber: Wikipedia

Profil Lengkap Ustaz Abdul Somad: Dai Fenomenal, Perjalanan Akademik, hingga Deretan Kontroversinya



Ybia Indonesia - Nama Profesor H. Abdul Somad Batubara, Lc., D.E.S.A., Ph.D., atau yang lebih akrab disapa Ustaz Abdul Somad (UAS), tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Dikenal sebagai pendakwah dengan gaya penyampaian yang lugas namun diselingi humor, UAS telah menjadi fenomena tersendiri dalam peta dakwah Islam modern di tanah air.


Garis Keturunan dan Pendidikan yang Mumpuni

Lahir di Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara pada 18 Mei 1977, UAS mewarisi darah ulama dari garis ibunya, Rohana, yang bersambung kepada Syekh Abdurrahman atau Tuan Syekh Silau Laut I, seorang ulama sufi beraliran Tarekat Syattariyah.

Pendidikan UAS kental dengan nuansa Al-Qur'an dan hadis. Setelah menyelesaikan sekolah menengah di Riau, ia mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih beasiswa ke Universitas Al-Azhar, Kairo, mengalahkan ratusan peserta lainnya. Tak berhenti di situ, ia melanjutkan studi magister di Institut Darul-Hadits Al-Hassaniyah, Maroko—sebuah lembaga prestisius yang hanya menerima sedikit mahasiswa asing setiap tahunnya. Gelar Doktor (Ph.D) ia raih kemudian dari Universitas Islam Omdurman, Sudan, pada 2019.


Karier: Dari Akademisi hingga Dai Sejuta Umat

Sebelum fokus sepenuhnya di jalur dakwah, UAS adalah seorang akademisi. Ia menjabat sebagai dosen tetap di UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau sejak 2008 hingga 2019. Namun, popularitasnya yang meledak seiring perkembangan internet membuatnya memutuskan mundur dari status PNS demi dedikasi penuh pada jadwal ceramah yang padat.

Selain berdakwah, UAS aktif di berbagai organisasi keagamaan seperti Al Washliyah dan Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti). Ia juga mendirikan beberapa yayasan pendidikan, termasuk Yayasan Hajjah Rohana di Sumatera Utara dan Riau.


Sorotan dan Kontroversi

Perjalanan dakwah UAS tidak lepas dari badai kontroversi. Beberapa pernyataannya dalam video ceramah sempat memicu perdebatan publik dan reaksi keras dari berbagai pihak:

- Pernyataan Terkait Salib: Pada 2019, UAS dilaporkan ke polisi terkait ceramahnya yang menyinggung simbol salib.

- Pandangan Ekonomi: UAS pernah mengajak jemaahnya untuk mengutamakan belanja di toko muslim meski pelayanan kurang memuaskan, demi penguatan ekonomi umat.

- Boikot Produk: Ia sempat menuai kritik karena mengharamkan berbelanja di gerai kopi internasional tertentu yang dianggap mendukung kebijakan pro-LGBT.

- Pandemi Covid-19: Di awal pandemi, UAS sempat menyebut virus tersebut sebagai "tentara Allah", meski kemudian ia sendiri menceritakan pengalaman pribadinya berjuang melawan gejala yang mirip dengan Covid-19.


Penolakan di Luar Negeri

Gaya bicaranya yang vokal dan dianggap ekstrem oleh beberapa otoritas negara membuat UAS beberapa kali mengalami penolakan masuk ke luar negeri. Kasus terbaru yang paling menyita perhatian adalah saat ia ditolak masuk ke Singapura pada Mei 2022. Pemerintah Singapura beralasan bahwa UAS kerap menyebarkan ajaran yang dianggap bisa memicu perpecahan di masyarakat multikultural.

Menanggapi hal itu, UAS memberikan respons keras yang menyinggung sejarah wilayah Melayu dan hubungan diplomatik kedua negara. Selain Singapura, UAS juga tercatat pernah ditolak masuk ke Hong Kong, Timor Leste, Jerman, Inggris, dan Belanda.


Kehidupan Pribadi

Dalam kehidupan pribadinya, UAS sempat membangun rumah tangga dengan Mellya Juniarti pada 2012 dan dikaruniai seorang putra, sebelum akhirnya bercerai pada 2019. Pada tahun 2021, ia memulai lembaran baru dengan menikahi Fatimah Az Zahra Salim Barabud dan kini telah dikaruniai putra kedua.

Hingga saat ini, sosok Ustaz Abdul Somad tetap menjadi magnet bagi jutaan umat muslim di Indonesia. Terlepas dari segala kontroversinya, UAS tetap dipandang sebagai sosok ulama yang cerdas dengan penguasaan ilmu hadis dan fikih yang sangat dalam.


Sumber: Wikipedia

Mengenal Sosok M. Quraish Shihab: Sang Penyejuk Hati yang Membumikan Al-Qur'an untuk Semua Golongan



Ybia Indonesia - Di panggung intelektual Muslim Indonesia, nama Profesor Dr. Muhammad Quraish Shihab, MA, menempati posisi yang amat terhormat. Sebagai seorang cendekiawan yang mendedikasikan hidupnya untuk mendalami mukjizat kata-kata Tuhan, ia berhasil membawa tafsir Al-Qur'an keluar dari dinding pesantren dan ruang kuliah menuju ruang tamu masyarakat luas melalui bahasa yang sejuk dan moderat.


Akar Tradisi dan Ketekunan Akademik

Lahir di Rappang, Sulawesi Selatan, pada 16 Februari 1944, Quraish Shihab tumbuh dalam lingkungan yang sangat mencintai ilmu. Ayahnya, Prof. Abdurrahman Shihab, adalah seorang ulama tafsir terkemuka sekaligus mantan Rektor IAIN Alauddin. Sejak usia dini, Quraish telah akrab dengan kisah-kisah Al-Qur'an yang dituturkan sang ayah setiap bakda Magrib—sebuah momen yang menjadi benih awal kecintaannya pada kitab suci.

Perjalanan intelektualnya membentang dari pesantren di Malang hingga ke jantung peradaban Islam di Universitas Al-Azhar, Kairo. Di sana, ia meraih gelar Lc, MA, hingga puncaknya meraih gelar Doktor dalam bidang Tafsir Al-Qur'an dengan predikat Summa Cum Laude (Mumtaz). Keahliannya ini membuat pengamat Barat, Howard M. Federspiel, menjulukinya sebagai sosok unik karena memiliki latar belakang pendidikan Timur Tengah yang sangat kuat di tengah tren pendidikan Barat saat itu.


Pengabdian: Dari Rektor hingga Menteri Agama

Karier Quraish Shihab adalah perpaduan antara birokrasi, akademisi, dan diplomasi. Ia pernah dipercaya menjabat sebagai:

- Rektor IAIN (sekarang UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta selama dua periode, di mana ia melakukan banyak terobosan akademik.

- Menteri Agama RI pada Kabinet Pembangunan VII (1998).

- Duta Besar Luar Biasa untuk Republik Arab Mesir dan Djibouti.

Di luar jabatan formal, ia aktif di berbagai organisasi seperti Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Namun, peran yang paling melekat di hati masyarakat adalah sebagai pendiri Pusat Studi Al-Qur'an (PSQ), lembaga yang menjadi wadah bagi lahirnya mufasir-mufasir muda Indonesia.


Metodologi Tafsir yang Kontekstual

Keunggulan utama Quraish Shihab terletak pada kemampuannya menyajikan pesan Al-Qur'an secara kontekstual. Ia mempopulerkan metode Tafsir Maudu’i (Tematik)—yakni menghimpun ayat-ayat dengan tema serupa untuk menarik kesimpulan yang utuh guna menjawab tantangan zaman modern. Baginya, Al-Qur'an adalah hidangan Tuhan yang tidak pernah habis pesonanya. Ia selalu menekankan bahwa pemahaman terhadap wahyu Ilahi harus dinamis dan tidak boleh kaku pada teks semata. "Penafsiran Al-Qur'an tidak akan pernah berakhir sejalan dengan perkembangan ilmu dan tuntutan kemajuan," demikian prinsip yang selalu ia pegang.


Sosok Moderat dan Berpengaruh Dunia

Dengan pembawaan yang tawadu dan tutur kata yang santun, ayah dari jurnalis Najwa Shihab ini diterima oleh semua lapisan masyarakat. Gaya dakwahnya yang rasional menjadikannya rujukan utama, terutama dalam program-program televisi religi yang rutin mengisi ruang publik saat Ramadhan.

Dedikasi ini tidak hanya diakui secara nasional. Nama Quraish Shihab secara konsisten masuk dalam daftar "500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia" (The Muslim 500). Penghargaan ini merupakan bukti nyata bahwa kontribusinya dalam mengembangkan ilmu Al-Qur'an dan menyebarkan pesan kedamaian telah melampaui batas negara.

Hingga saat ini, melalui karya-karyanya yang fenomenal seperti Tafsir Al-Misbah, Prof. Quraish Shihab terus menginspirasi umat untuk tidak hanya membaca Al-Qur'an, tetapi juga menyelami maknanya demi kehidupan yang lebih mulia dan beradab.

Sumber: Wikipedia (Profil Quraish Shihab)

Filosofi Ketupat Lebaran: Simbol Kebersamaan dan Kesederhanaan



Ybia Indonesia - Ketupat adalah salah satu makanan tradisional Indonesia yang sangat populer saat Lebaran. Namun, ketupat tidak hanya sekedar makanan, tapi juga memiliki filosofi yang dalam.


Simbol Kebersamaan

Ketupat terbuat dari beras yang dibungkus dengan daun kelapa, yang melambangkan kebersamaan dan kesatuan. Beras yang terpisah-pisah menjadi satu kesatuan ketika dibungkus dengan daun kelapa, melambangkan bagaimana kita sebagai individu yang berbeda-beda dapat bersatu dan menjadi satu komunitas yang harmonis.


Simbol Kesederhanaan

Ketupat juga melambangkan kesederhanaan dan kerendahan hati. Beras yang sederhana dan daun kelapa yang mudah ditemukan, dapat menjadi makanan yang lezat dan bermakna. Ini mengajarkan kita untuk tidak terlalu memikirkan kemewahan dan kesenangan duniawi, tapi lebih fokus pada nilai-nilai yang lebih tinggi seperti kebersamaan dan kesederhanaan.


Simbol Pengampunan

Ketupat juga dapat diartikan sebagai simbol pengampunan. Ketika kita membungkus ketupat, kita harus memastikan bahwa tidak ada beras yang tumpah atau terbuang. Ini melambangkan bagaimana kita harus memaafkan kesalahan orang lain dan tidak menyimpan dendam.


Simbol Keseimbangan

Ketupat yang berbentuk segitiga juga melambangkan keseimbangan antara tubuh, jiwa, dan roh. Ini mengajarkan kita untuk menjaga keseimbangan dalam hidup dan tidak terlalu fokus pada satu aspek saja.

Dalam keseluruhan, ketupat lebaran adalah simbol kebersamaan, kesederhanaan, pengampunan, dan keseimbangan. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari filosofi ketupat ini dan menjadikannya sebagai pedoman dalam hidup kita. 

Umrah Ramadhan dengan YBIA, Raih Keberkahan dan Kedamaian Jiwa

 


Sukabumi, Ybia Indonesia - Yayasan Baitul Insan Ar-Raasyid (YBIA) mempersembahkan kesempatan emas untuk melaksanakan ibadah umrah di bulan Ramadhan yang penuh berkah. Dengan beberapa paket umrah yang dirancang khusus, Anda dapat merasakan kenyamanan dan kekhusyukan beribadah di tanah suci bersama jema'ah YBIA.


Travel Umrah Terbaik, Terpercaya, dan Amanah

YBIA adalah salah satu travel umrah terbaik dan terpercaya di Indonesia, dengan komitmen memberikan pelayanan prima dan memastikan keselamatan jema'ah. Kami telah melayani ribuan jema'ah dengan sukses dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.


Testimoni Jema'ah

"Umrah bersama YBIA adalah pengalaman yang luar biasa! Pelayanan yang ramah dan profesional membuat saya merasa seperti di rumah sendiri. Saya sangat puas dan akan merekomendasikan YBIA kepada keluarga dan teman-teman." - kata salah satu Jema'ah YBIA 2023.

Hubungi Kami Sekarang!

Jangan lewatkan kesempatan emas ini! Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut dan daftar umrah Ramadhan bersama YBIA.



YBIA Memberangkatkan Jema'ah Umrah Ramadhan 2026 dengan Khidmat

 


Sukabumi, Ybia Indonesia - Yayasan Baitul Insan Ar-Raasyid (YBIA) memberangkatkan jema'ah umrah untuk program umrah 9 hari, dalam prosesi pelepasan yang berlangsung di Gedung Serbaguna YBIA, Palasari Wates, Desa Kalapanunggal, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, hari ini. Jum'at, (21/3/26) pukul 13.00 WIB.

Pelepasan jema'ah umrah dilakukan oleh Manajemen Yayasan, Ela Nurlaela, mewakili Ketua Yayasan, dan dihadiri oleh para ustadz wilayah setempat, keluarga jema'ah, serta unsur di wilayah setempat.

"Alhamdulillah, hari ini kita melepas jema'ah umrah YBIA untuk melaksanakan ibadah umrah di bulan Ramadhan. Kami berkomitmen memberikan pelayanan prima dan memastikan jema'ah dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk dan nyaman," ujar Ela Nurlaela.

Keluarga jema'ah juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Yayasan Baitul Insan Ar-Raasyid atas kesempatan dan pelayanan yang diberikan. "Terima kasih atas kesempatan dan pelayanan yang diberikan, semoga jema'ah dapat melaksanakan ibadah umrah dengan lancar dan kembali dengan selamat," kata salah satu keluarga jema'ah. (Red)

YBIA Lepas Jema'ah Umrah Ramadhan 2026

 



Sukabumi , Ybia Indonesia - Yayasan Baitul Insan Ar-Raasyid (YBIA) memberangkatkan jema'ah umrah untuk program umrah 9 hari, dalam prosesi pelepasan yang berlangsung di Gedung Serbaguna YBIA, Palasari Wates, Desa Kalapanunggal, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, hari ini. Jum'at, (21/3/26) pukul 13.00 WIB.

Pelepasan jema'ah umrah dilakukan oleh Manajemen Yayasan, Ela Nurlaela, mewakili Ketua Yayasan, dan dihadiri oleh para ustadz wilayah setempat, keluarga jema'ah, serta unsur di wilayah setempat.

"Alhamdulillah, hari ini kita melepas jema'ah umrah YBIA untuk melaksanakan ibadah umrah di bulan Ramadhan. Kami berkomitmen memberikan pelayanan prima dan memastikan jema'ah dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk dan nyaman," ujar Ela Nurlaela.

Keluarga jema'ah juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Yayasan Baitul Insan Ar-Raasyid atas kesempatan dan pelayanan yang diberikan. "Terima kasih atas kesempatan dan pelayanan yang diberikan, semoga jema'ah dapat melaksanakan ibadah umrah dengan lancar dan kembali dengan selamat," kata salah satu keluarga jema'ah. (Red)