Tampilkan postingan dengan label ramadhan 1444 H. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ramadhan 1444 H. Tampilkan semua postingan

Doa Hari Ke-29 Puasa Ramadhan



Ybia Indonesia - Doa Hari Ke-29 Puasa Ramadhan


Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


اَللَّهُمَّ غَشِّنِيْ فِيْهِ بِالرَّحْمَةِ وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ التَّوْفِيْقَ وَ الْعِصْمَةَ وَ طَهِّرْ قَلْبِيْ مِنْ غَيَاهِبِ التُّهَمَةِ يَا رَحِيْمًا بِعِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ


Allâhumma ghasysyinî fîhi birrahmati warzuqnî fîhit tawfîqa wal ‘ismata wa thahhir qalbî min ghayâhibit tuhmati yâ rahîman bi’ibâdihil mukminîn


Artinya : ”Ya Allah, lingkupilah aku di bulan ini dengan rahmat-Mu, anugrahilah aku taufik dan penjagaan-Mu. Sucikanlah hatiku dari benih-benih fitnah/kebencian, Wahai yang Maha Pengasih terhadap hamba-hamba-Nya yang beriman."



Doa Hari Ke-28 Puasa Ramadhan

 


Ybia Indonesia - Doa Hari Ke-28 Puasa Ramadhan


Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


اَللَّهُمَّ وَفِّرْ حَظِّيْ فِيْهِ مِنَ النَّوَافِلِ وَ أَكْرِمْنِيْ فِيْهِ بِإِحْضَارِ الْمَسَائِلِ وَ قَرِّبْ فِيْهِ وَسِيْلَتِيْ إِلَيْكَ مِنْ بَيْنِ الْوَسَائِلِ يَا مَنْ لاَ يَشْغَلُهُ إِلْحَاحُ الْمُلِحِّيْنَ

Allâhumma waffir hadzdzî minan nawâfili wa akrimnî fîhi bîhdhâril masâili wa qarrib fîhi wasîlatî ilayka min baynil wasâili yâ man lâ yasyghaluhu ilhâhul mulihhîna

Artinya : ”Ya Allah, sempurnakanlah hidupku dengan melaksanakan amalan-amalan Sunnah, dan muliakanlah aku dengan terkabulnya semua permintaan. Dekatkanlah aku kepada-Mu dengan berbagai jalan, Wahai Yang tidak sibuk dengan rintihan orang yang meminta."



Doa Hari Ke-27 Puasa Ramadhan

 


Ybia Indonesia - Doa Hari Ke-27 Puasa Ramadhan


Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ فَضْلَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَ صَيِّرْ أُمُوْرِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُسْرِ إِلَى الْيُسْرِ وَ اقْبَلْ مَعَاذِيْرِيْ وَ حُطَّ عَنِّيَ الذَّنْبَ وَ الْوِزْرَ يَا رَؤُوْفًا بِعِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ


Allâhummarzuqnî fîhi fadhla laylatil qadri wa shayyir umûrî fîhi minal ‘usri ilal yusri waqbal ma’âdzîrî wa huththa ‘anniyadz dzanba wal wizra yâ ra`ûfan bi’ibâdihîsh shâlihîn


Artinya : ”Ya Allah, berkahilah aku di bulan ini dengan mendapatkan lailatul qadr. Ubah arah hidupku dari hidup yang susah menjadi mudah. Terimalah segala permohonan maafku dan hapuskan dosa-dosa dan kesalahanku. Wahai Yang Maha Penyayang terhadap hamba-Nya yang saleh."



Doa Hari Ke-26 Puasa Ramadhan



Ybia Indonesia - Doa Hari Ke-26 Puasa Ramadhan


Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


اَللَّهُمَّ اجْعَلْ سَعْيِيْ فِيْهِ مَشْكُوْرًا وَ ذَنْبِيْ فِيْهِ مَغْفُوْرًا وَ عَمَلِيْ فِيْهِ مَقْبُوْلاً وَ عَيْبِيْ فِيْهِ مَسْتُوْرًا يَا أَسْمَعَ السَّامِعِيْنَ


Allâhummaj’al sa’yî fîhi masykûran wa dzanbî fîhi maghfûran wa ‘amalî fîhi maqbûlan wa ‘aybî fîhi mastûran yâ asma’as sâmi’îna


Artinya : ”Ya Allah, jadikanlah setiap lampah usahaku di bulan ini sebagai ungkapan rasa syukur dan dosa-dosaku terampuni, amal-amalku diterima dan seluruh aib kejelekanku ditutupi. Wahai Yang Maha mendengar dari semua yang mendengar."



Ramadhan 1444 H, Kegiatan Khotmil Qur'an di Masjid Nurul iman Bitung

 



Sukabumi, Ybia Indonesia- Kegiatan membaca Al-Qur'an sampai khatam atau khotmil Qur'an digelar secara rutin di masjid Nurul iman Bitung Cikidang kabupaten Sukabumi Jawa barat, selama bulan Suci Ramadhan.

Melalui postingan Foto yang dibagikan di grup WhatsApp, ketua DKM masjid Nurul iman KH. Umar Muhammad Haqi Apandi, khotmil Qur'an tersebut oleh para santri dan santriwati. 

"Acara khotmil Qur'an santriyin dan santriyat di masjid Nurul iman Bitung, mudah-mudahan barokah aamiin", tulisnya. Sabtu, (15/4/23) pukul 20.59 WIB. (La)
 


Doa Hari Ke-24 Puasa Ramadhan

 


Ybia Indonesia - Doa Hari Ke-24 Puasa Ramadhan


Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ فِيْهِ مَا يُرْضِيْكَ وَ أَعُوْذُ بِكَ مِمَّا يُؤْذِيْكَ وَ أَسْأَلُكَ التَّوْفِيْقَ فِيْهِ لأَنْ أُطِيْعَكَ وَ لاَ أَعْصِيَكَ يَا جَوَّادَ السَّائِلِيْنَ


Allâhumma innî asaluka fîhi mâ yurdhîka wa a’ûdzu bika mimmâ yu’dzîka wa asalukat taufîqa fîhi lian utî’aka wa lâ a’shîka yâ ajwadas sâilîn


Artinya : ”Ya Allah aku memohon pada-Mu di bulan yang suci ini dengan segala sesuatu yang medatangkan keridhaan-Mu, dan aku berlindung dengan-Mu dari hal-hal yang mendatangkan kemarahan-MU, dan aku memohon kepada-Mu kemampuan untuk mentaati-Mu serta menghindari kemaksiatan terhadap-Mu, Wahai Pemberi para peminta."



Doa Hari Ke-23 Puasa Ramadhan

 


Ybia Indonesia - Doa Hari Ke-23 Puasa Ramadhan


Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


اَللَّهُمَّ اغْسِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الذُّنُوْبِ وَ طَهِّرْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُيُوْبِ وَ امْتَحِنْ قَلْبِيْ فِيْهِ بِتَقْوَى الْقُلُوْبِ يَا مُقِيْلَ عَثَرَاتِ الْمُذْنِبِيْنَ


Allâhummaghsilnî fîhi minadzdzunûbi wa thahhirnî fîhi minal ‘uyûbi wamtahin qalbî bitaqwal qulûbi yâ muqîla ‘atsarâtil mudznibîna


Artinya : ”Ya Allah, sucikanlah aku dari dosa-dosa dan bersihkanlah diriku dari segala aib/ kejelekan. Tanamkanlah ketakwaan di dalam hatiku. Wahai Penghapus kesalahan orang-orang yang berdosa."




Ramadhan 1444 H, YBIA berikan santunan kepada Anak Yatim dan Dhuafa

 



Sukabumi, Ybia Indonesia - Ramadan menjadi momen yang tepat untuk berbuat kebaikan dan meraih keberkahan, salah satunya dengan membantu sesama. Salah satu yang dianjurkan untuk dirangkul dan dibantu ialah anak-anak yatim.

Berbuat baik pada anak yang tak memiliki orang tua sudah mendapatkan kemuliaan di sisi Allah SWT, meski dilakukan di hari biasa. Perbuatan baik ini pun semakin bernilai pahala tinggi saat dilakukan di bulan suci Ramadan.

Seperti halnya yang dilakukan oleh yayasan Baitul insan Ar-Raasyid (YBIA) pusat pendaftaran umroh dan haji khusus, di bulan Ramadhan 1444 H/2023 ini memberikan santunan kepada anak yatim dan dhuafa yang ada di lingkungan sekitar.


Acara bakti sosial berupa santunan tersebut, sudah menjadi agenda rutin Yayasan dalam setiap tahunnya. Demikian dikatakan Ika Kartika salahsatu manajemen yayasan Baitul insan Ar-Raasyid. Pada Rabu, (12/4/23) siang pukul 14.00 WIB - selesai.

"Alhamdulillah hari ini kami dari yayasan menyerahkan santunan kepada anak yatim dan dhuafa, ini merupakan agenda tahunan yayasan", ujarnya disela kegiatannya.

Tidak hanya itu. Lanjut Ika, mereka pun diberikan paket sembako yang diserahkan secara langsung pihak yayasan, penyerahan dilaksanakan di gedung serbaguna yayasan jalan Palasari Wates No.35 Desa Kalapanunggal, kecamatan Kalapanunggal, kabupaten Sukabumi Jawa barat. (La)




Doa Hari Ke-22 Puasa Ramadhan



Ybia Indonesia - Doa Hari Ke-22 Puasa Ramadhan


Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ فِيْهِ أَبْوَابَ فَضْلِكَ وَ أَنْزِلْ عَلَيَّ فِيْهِ بَرَكَاتِكَ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِمُوْجِبَاتِ مَرْضَاتِكَ وَ أَسْكِنِّيْ فِيْهِ بُحْبُوْحَاتِ جَنَّاتِكَ يَا مُجِيْبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّيْنَ


Allâhummaftah lî abwâba fadhlika wa anzil ‘alayya fîhi barakâtika wa waffiqnî fîhi limûjibâti mardhâtika wa askinnî fîhi buhbûhâti jannâtika yâ mujîba da’watil mudhtharrîn

Artinya : ”Ya Allah bukakanlah lebar-lebar pintu karunia-Mu di bulan ini dan curahkan berkah-berkah-Mu Tempatkan aku di tempat yang membuat-Mu ridho padaku. Tempatkan aku di dalam Surga-Mu. Wahai Yang Maha menjawab doa orang yang dalam kesempitan."



Doa Hari Ke-21 Puasa Ramadhan



Ybia Indonesia - Doa' hari ke-21 puasa Ramadhan 1444 H.

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لِيْ فِيْهِ إِلَى مَرْضَاتِكَ دَلِيْلاً وَ لاَ تَجْعَلْ لِلشَّيْطَانِ فِيْهِ عَلَيَّ سَبِيْلاً وَ اجْعَلِ الْجَنَّةَ لِيْ مَنْزِلاً وَ مَقِيْلاً يَا قَاضِيَ حَوَائِجِ الطَّالِبِيْنَ


Allâhummaj ‘al lî fîhi ilâ mardhâtika dalîlan wa lâ taj’al lisysyaithâni fîhi ‘alayya sabîlan waj’alil jannata lî manzilan wa maqîlan yâ qâdhiya hawâijal muhtâjîn


Artinya : "Ya Allah, tuntunlah aku di bulan yang mulia ini untuk mendapat keridhaan-Mu, Dan janganlah adakan celah bagi syetan untuk menggodaku. Jadikan surga sebagai tempat tinggal dan bernaungku. Wahai yang memenuhi hajat orang-orang yang meminta."



Al Habib Munzir Al Musawwa : Sa’atul Ijabah di Bulan Ramadhan




Ybia Indonesia - Sulthanul Qulub Habibana Munzir bin Fuad Al Musawwa  berkata:” Diriwayatkan di dalam Shahih Al Muslim bahwa setiap malam sepertiga malam terakhir adalah saa’atul Ijabah. Saa’atul Ijabah adalah detik detik didalam suatu waktu yang barangsiapa berdoa di waktu itu pasti dikabul oleh Allah.

Jika terlintas didalam hatinya walaupun tidak dengan disangka ; aku ingin begini, kebetulan disaat itu adalah Saa’atul ijabah, maka akan dikabulkan oleh Allah.

Sepertiga malam terakhir itu kalau kita hitung saja, mulai adzan Isya sampai Subuh berapa jam bagi tiga sepertiga terakhirnya kira-kira pukul setengah tiga, sampai Subuh itu waktu sepertiga malam terakhir,disitulah tersimpan saa’atul ijabah.

Namun di bulan Ramadhan , saa’atul ijabah menyeluruh mulai Isya’ sampai Shubuh, bahkan pendapat lain mengatakan; saa’atul ijabah di setiap siang dan malam di bulan Ramadhan , karena bulan ini bulan Allah, dan Allah lebih dermawan dari bulan lainnya,

Bukan berarti di bulan lainnya Allah kikir, tetapi di bulan lainnya Allah (tetap) Maha dermawan, namun di bulan Ramadhan, Allah lebih dermawan lagi.

Maka mereka yang berdoa di bulan Ramadhan akan mendapatkan jawaban do’a lebih dari pada saat mereka berdoa di bulan lainnya.

Doa Hari Ke-20 Puasa Ramadhan




Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ فِيْهِ أَبْوَابَ الْجِنَانِ وَ أَغْلِقْ عَنِّيْ فِيْهِ أَبْوَابَ النِّيْرَانِ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِتِلاَوَةِ الْقُرْآنِ يَا مُنْزِلَ السَّكِيْنَةِ فِيْ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ


Allâhummaftah lî fîhi abwâbal jinâni wa agliq ‘annî fîhi abwâban nîrân wa waffiqnî litilâwatil qur’âni yâ munzilas sakînata fî qulûbil mu’minîn

Artinya : "Ya Allah, bukakanlah bagiku di bulan ini pintu-pintu menuju surga dan tutupkan bagiku pintu-pintu neraka. Berikanlah kemampuan padaku untuk menelaah Al qur’an di bulan ini. Wahai yang menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin."




Kendalikan Emosi di Bulan Suci

 


"Sabar sesaat ketika sedang marah akan menyelamatkanmu dari ribuan penyesalan." (Ali bin Abi Thalib)

Ybia Indonesia - Kendati kemarahan atau pertengkaran tidak membatalkan puasa. Namun demikian hal tersebut haruslah kita hindari terlebih apabila kita sedang menunaikan ibadah puasa.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita, agar ketika berpuasa, kita menjadi orang yang berwibawa, menjaga kehormatan dengan menghindari maksiat dan berusaha bersabar dalam setiap keadaan, termasuk dalam hal ini adalah pengendalian emosi/marah.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


الصِّيَامُ جُنَّةٌ، وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ، فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ


Puasa adalah membentengi diri, maka bila salah seorang kamu di hari ia berpuasa janganlah berkata keji/kotor dan jangan teriak-teriak, dan jika seseorang memakinya atau mengajaknya bertengkar hendaklah ia mengatakan “Sesungguhnya aku sedang berpuasa.” (HR. Bukhari 1904 & Muslim 1151)

Dari Athiyyah as-Sa’di Radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah bersabda:


عَنْ جَدِّي عَطِيَّةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الْغَضَبَ مِنْ الشَّيْطَانِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنْ النَّارِ وَإِنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ


Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya berwudhu.” (HR. Abu Daud, no. 4784)

Dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ قَائِمٌ فَلْيَجْلِسْ فَإِذَا ذَهَبَ عَنْهُ الْغَضَبُ وَإِلاَّ فَلْيَضْتَجِعْ

"Jika salah seorang dari kalian marah saat berdiri, hendaknya ia duduk, kalau belum pergi amarahnya, hendaknya ia berbaring." (HR. Ahmad, Abu Daud)


Doa Hari Ke-17 Puasa Ramadhan





Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


اَللَّهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْهِ لِصَالِحِ الأَعْمَالِ وَ اقْضِ لِيْ فِيْهِ الْحَوَائِجَ وَ الآمَالَ يَا مَنْ لاَ يَحْتَاجُ إِلَى التَّفْسِيْرِ وَ السُّؤَالِ يَا عَالِمًا بِمَا فِيْ صُدُوْرِ الْعَالَمِيْنَ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ الطَّاهِرِيْنَ


Allâhummah dinî fîhi lishâlihil a’mâli waqdhi lî fîhil hawâija wal âmâla yâ man lâ yahtâju ilat tafsîr was suâli yâ ‘âliman bimâ fî shudûril ‘âlamîn shalli ‘alâ muhammadin wa âlihith thâhirîn

Artinya : "Ya Allah anugrahilah aku di bulan ini untuk bisa berperilaku yang baik dan kabulkanlah semua hajat dan keinginanku. Wahai yang tidak memerlukan penjelasan dan pertanyaan. Wahai yang Maha mengetahui apa yang ada di dalam alam ini. Anugrahilah shalawat dan salam bagi Muhammad dan keluarganya yang suci."



Fadhilah Berbuka Memulakan dengan Beberapa Butir Kurma

 



Bismillahirrahmanirrahim..


Disebutkan dalam kitab Tibbun Nabawi :

"Cara Nabi shallallahu‘alaihi wasallam yang berbuka terlebih dahulu dengan kurma lalu air, mengandung hikmah yang sangat mendalam sekali."

Karena saat berpuasa lambung kosong dari makanan apapun. Sehingga tidak ada sesuatu yang amat sesuai dengan liver (hati) yang dapat di disuplai langsung ke seluruh organ tubuh serta langsung menjadi energi, selain kurma dan air.

Karbohidrat yang ada dalam kurma lebih mudah sampai ke liver dan lebih cocok dengan kondisi organ tersebut. Terutama kurma masak yang masih segar. 

Liver akan lebih mudah menerimanya sehingga amat berguna bagi organ ini sekaligus juga dapat langsung diproses menjadi energi. Kalau tidak ada kurma basah, kurma kering pun bisa digunakan, karena mempunyai kandungan unsur gula yang tinggi pula.

Bila tidak ada juga kurma kering, cukup beberapa teguk air untuk mendinginkan panasnya lambung akibat puasa sehingga dapat siap menerima makanan lain sesudah itu.”

Semoga manfaat



Kegembiraan Orang yang Berpuasa

 


Bismillahirrahmanirrahim..

Assalamualaikum sahabat kultum semoga selalu sehat semua ya menjalani ibadah saum/puasanya. InsyaAllah..

Ybia Indonesia - Diantara seabreg fadhilah puasa adalah Allah akan memberikan dua kegembiraan / kebahagiaan kepada orang yang berpuasa, seperti sabda Nabi 


لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ


Artinya, “Orang yang berpuasa akan meraih dua kegembiraan, kegembiraan ketika berbuka puasa/berhari raya, dan kegembiraan ketika bertemu Tuhannya,” (HR Muslim)

Semoga ibadah puasa kita diterima dan dikaruniakan kesehatan kesabaran kekuatan dan tercapai puasa yang menggembirakan.. Aamiin..



Doa Hari ke-5 Puasa Ramadhan

 


Ybia Indonesia - Doa Hari ke-5 Puasa Ramadhan


Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ الْقَانِتِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنْ أَوْلِيَائِكَ الْمُقَرَّبِيْنَ بِرَأْفَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ


Allâhummaj’alnî fîhi minal mustaghfirîn waj’alnî fîhi min ‘ibâdikas shâlihîn al qânitîn waj’alnî fîhi min awliyâ-ikalmuqarrabîn bira’fatika yâ arhamarrâhimîn

Artinya : "Ya Allah, Mohon jadikanlah di bulan ini aku termasuk diantara orang-orang yang memohon ampunan (beristighfar), dan jadikanlah aku sebagai hamba-Mu yang saleh dan setia serta mohon jadikanlah aku diantara Auliya’- Mu yang dekat disisi-Mu, dengan kelembutan-Mu, Wahai dzat Yang Maha Pengasih di antara semua pengasih."



Spirit Ramadhan 1444 H, "Puasa dan Kesadaran Spiritual"

 



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ  


Marhaban ya Ramadhan 

Ybia Indonesia - Puasa merupakan momentum untuk merasakan kehadiran Tuhan. Dalam setiap tarikan nafas, kita mengingat Tuhan. Ibadah puasa merupakan komunikasi makro dengan Tuhan. Ibadah puasa menjadi ajang pendakian spiritual,

Ibadah puasa merupakan instrumen untuk menggerakkan diri melakukan transformasi menjadi pribadi yang berintegritas.

Puasa adalah syariat yang telah diwajibkan oleh Allah SWT sejak manusia hadir di muka bumi.
Ibadah ini telah disyariatkan sejak zaman nabi Adam AS hingga Rasul terakhir Nabi Muhammad SAW.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Yā ayyuhallażīna āmanụ kutiba 'alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba 'alallażīna ming qablikum la'allakum tattaqụn.

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
(Quran Surat Al-Baqarah Ayat 183)

Puasa memiliki manfaat yang penting bagi manusia dilihat dari berbagai aspeknya. Dari aspek kesehatan misalnya para pakar kesehatan dunia mengakui beragam manfaat aktivitas berpuasa  bagi tubuh dan mental manusia.

Hasil penelitian dan pengkajian ki alit Pranakarya menyimpulkan berbagai hikmah puasa, antara lain:

 - Pertama tofeel better physically and mentally (merasa lebih baik secara fisik dan mental). 

- Kedua, to look and feel younger (melihat dan merasa lebih muda). 

- Ketiga, to clean out the body (membersihkan badan).

- Keempat to lower blood pressure and cholesterol levels (menurunkan tekanan darah dan kadar lemak). 

- Kelima, to get more out of sex (lebih mampu mengendalikan seks). 

- Keenam, to let the body health itself (membuat badan sehat dengan sendirinya).

- Ketujuh, to relieve tension (mengendorkan ketegangan jiwa). 

- Kedelapan, to sharp the senses (menajamkan fungsi indrawi). 

- Kesembilan to gain control of oneself (memperoleh kemampuan mengendalikan diri sendiri).

- Dan kesepuluh to slow the aging process / untuk memperlambat proses penuaan. 

Aktivitas berpuasa ternyata tidak hanya ditemukan pada manusia saja, sejumlah hewan pun melakukannya. 
Dalam beberapa penelitian diketahui bahwa hewan melakukan puasa dengan beberapa tujuan. 

Berikut lima tujuan hewan melakukan aktivitas puasa:

1. Tujuan pertama untuk bertahan hidup seperti hibernasi pada buaya dan beruang dalam menghadapi perubahan musim. 

2. Tujuan kedua,istirahat dan peremajaan fisik seperti puasanya ular ketika berganti kulit. 

3. Tujuan ketiga mempersiapkan bekal demi perjalanan yang berat dan panjang seperti puasanya unta dalam  melewati ganas dan ekstrimnya perjalanan di padang pasir. 

4. Tujuan keempat kelangsungan regenerasi seperti puasanya ayam mengerami telurnya.

5. Dan  tujuan kelima perubahan jatidiri seperti yang terjadi pada ulat yang berpuasa menjadi kupu kupu.

Dari beberapa model berpuasanya hewan tersebut nampaknya kita bisa mengambil pelajaran berharga dari puasanya ulat menjadi kupu-kupu. 
Dalam istilah zoologi proses perubahan ini dinamakan metamorfosis sempurna dimana suatu hewan berubah secara revolusioner dan sama sekali berbeda dari sebelumnya baik bentuk fisik, makanan maupun habitatnya.

Hikmah yang bisa diambil dari hal ini adalah dalam berpuasa seharusnya manusia mengalami  apa yang penulis sebut "transformasi eksistensial " dari keterikatan kepada dunia material menuju kebebasan dunia spiritual. 

Dari dominasi kefanaan menuju keabadian, dari kelamnya reruntuhan alam semesta menuju kecemerlangan cahaya Tuhan yang luas membentang dibalut sifat Jalaliyyah (keagungan) dan Jamaliyyah(keindahan)-Nya. 

Dari jiwa "ulat" yang terbatas kepada jiwa "kupu-kupu" yang terbang bebas menembus cakrawala dan memancarkan pesona keindahan. 
Disinilah urgensi dan makna spiritual puasa.

Tujuan spiritualitas puasa adalah mengantarkan manusia untuk mencapai kesadaran tertinggi, yaitu kesadaran spiritual. 

Kesadaran spiritual adalah suatu kesadaran bahwa manusia bukan badan, bukan prana (kekuatan hidup), bukan pikiran, bukan emosi, bukan memori, melainkan spirit. Maka manusia hendaknya tidak mengidentikkan dirinya dengan semua unsur tersebut.

Ketika manusia sadar bahwa dirinya bukan badan, dia tidak perlu mengidentikkan dirinya dengan selera dan nafsu. Sebab, alat perasa yang disebut panca indra hanyalah bagian dari tubuh manusia, maka manusia tidak perlu menuruti semua kemauan indra, apalagi sampai didikte oleh indra. 

Karena indra pada dasarnya adalah wujud lahir yang memiliki sifat serakah setelah menyaksikan ketakjuban dunia yang serba wah.

Merujuk pada Al-Quran, bagi umat Islam tujuan akhir puasa adalah mencapai takwa; mengendalikan sikap dan perilaku sehingga terhindar dari perbuatan yang melanggar. Nilai-nilai moral adalah salah satu produk penting takwa. 

Dengan puasa manusia bisa merencanakan untuk membentuk kebiasaan yang mampu mengendalikan diri. Kemampuan ini adalah sebuah jalan menuju kemandirian, kematangan pribadi, dan transformasi spiritual.

Para sufi (pendaki Spiritual) menteoritisasi puasa laksana misi pendakian gunung seperti yang dilakukan para aktifis lingkungan atau pecinta alam. Ada para pendaki gunung yang terlatih akan dapat mencapai finis di puncak tertinggi. Ada pendaki yang pada setengah perjalanan rasanya telah sampai puncak, karena kurangnya latihan dan bekal, sehingga telah puas di tengah jalan. Namun ada pula yang tak sampai di tengah perjalanan namun rasanya telah puas walau sedikit telah merasakan dahsyatnya melakukan sebuah petualangan yang indah. 

Ketiga kelompok pendakian di atas, meskipun semua merasa mencapai finish dan derajat kebahagiaan, namun masing-masing berada pada tingkatan yang tidak sama.

Dengan merumuskan kategorisasi yang hampir sama dengan kaum sufi, Al-Ghazali, menyatakan bahwa transformasi spiritual yang mampu membangkitkan diri dalam puasa terdiri atas tiga tahapan atau tingkatan. 

- Tingkatan pertama, puasa orang awam-umum (awam). Puasa dipahami sekadar menahan rasa lapar, haus, dan syahwat pada siang hari saja.

- Tingkat kedua, puasa orang khusus (khawash). Puasa pada level ini dipahami selain secara fisik-biologis (menahan lapar, dahaga, dan syahwat) ditambah pengekangan diri (pancaindra) dari perbuatan dosa.

- Tingkat tertinggi, puasa orang sangat khusus (khawashul khawash). Puasa bukan sekadar menahan rasa lapar, haus, syahwat, pancaindra, melainkan juga seluruh peranti kehidupan manusia (jasmani-rohani). 

Bagi kelompok ketiga ini, misi sosial merupakan salah satu sisi yang juga dilakukan “laku puasa” dengan menyantuni dengan sepenuh hati pada masyarakat keserakat (terbenam dalam lumpur kekusahan dan kesulitan hidup).

Setiap tiba bulan Ramadan, sudah semestinya dari tahun ke tahun setiap orang mampu meniti jalan pendakian ini secara progresif atau maju. 

Bila puasa tahun lalu masih pada level awam, tahun ini berusaha sekuat tenaga untuk paling tidak berada pada level khusus. Tahun depan syukur dapat di puncak klasemen. Bila diibaratkan sebuah kompetisi olahraga, maka piala hanya dapat dipegang oleh sang juara, yang pasa tahap akhir berada pada klasemen puncak. Puncak klasemen inilah yang akan dapat mempertemukan atau menyatukan seorang diri hamba dengan tuhannya.

Dalam bahasa Jawa disebut manunggaling kawula Gusti, dalam bahasa Ibnu Arabi wahdatul wujud, dan dalam bahasa tokoh sufi dari tanah Jawa Syeh Siti Jenar sebagai wahdatusy syuhud.

Progresivitas untuk mencapai kesadaran tinggi ini penting karena dalam sebuah hadis disebutkan, orang yang amalnya hari ini lebih buruk dari yang kemarin termasuk orang celaka. Orang yang amalnya hari ini sama dengan hari kemarin, ia termasuk orang yang rugi. Dan, orang yang amalnya hari ini lebih baik dari yang kemarin, maka ia orang yang beruntung (HR Bukhari Muslim). 

Hadits ini yang saat ini dipraktekkan dalam sebuah misi bisnis maupun social yang terkenal dengan sebutan target, yang dari waktu ke waktu pasti akan terus dinaikkan.

Pola laku puasa Ramadan seperti ini akan mampu mencapai garis batas tertinggi dari tujuan puasa, yakni takwa. Takwa dalam arti bukan hanya takut, tetapi kelahiran kesadaran ketuhanan. Yaitu sikap pribadi yang sungguh-sungguh berusaha memahami Tuhan dan menaati-Nya. Dalam konteks inilah totalitas kolektif manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial diuji. 

Kesadaran ketuhanan diuji dalam kehidupan yang berkaitan langsung kepada Allah sekaligus dalam kehidupan nyata antar sesama manusia dan makhluk Allah yang lain.

Totalitas spiritual dan penyadaran bukan hanya terbentuk lahiriah melainkan juga batiniah, antara wadag dan isi harus serasi. Kedua-duanya harus digerakkan dan diwujudkan sebagai satu kesatuan sehingga mewujud dalam bahasa Al-Quran sebagai insan kamil (manusia sempurna paripurna).

Puasa seharusnya bukan sebatas ritual lahiriyah tetapi bagaimana menjadikan puasa sebagai sarana atau media untuk melakukan takhalli, tahalli, dan pada akhirnya mencapai tajalli. 

Bahkan, dibanding dengan ibadah-ibadah lainnya, puasa merupakan media atau sarana yang paling lengkap untuk melakukan ketiga langkah tersebut. Dalam dunia tasawuf, puasa adalah menahan atau mengendalikan hawa nafsu, yang apabila ia tidak terkendali akan menjadi sumber dan penyebab terjadinya berbagai dosa dan kejahatan, baik dosa lahir maupun dosa batin yang dapat mengotori dan merusak kesucian jiwa. 

Jadi ruang lingkup hawa nafsu bukan hanya sebatas upaya mengekang nafsu makan dan nafsu birahi saja. Pengendalian nafsu yang merupakan inti dari puasa itu dengan sendirinya dapat menghindarkan manusia dari segala dosa, yang dalam istilah tasawuf disebut dengan takhalli. Orang yang berpuasa tetapi masih melakukan berbagai dosa, baik dosa lahir maupun dosa batin, berarti belum mengendalikan nafsu. 

Dalam sebuah hadits diriwayatkan, “Banyak sekali orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga.” Hadits ini mengisyaratkan bahwa orang yang hanya menahan lapar dan dahaga saja, tetapi tidak sanggup mewujudkan pesan moral di balik ibadah puasa itu, yaitu berupa takhalli dari dosa lahir dan batin, maka puasanya itu tidak lebih dari sekedar orang-orang yang lapar saja. 

Walhasil, semoga kita benar-benar dapat melaksanakan puasa bukan hanya sebagai tren ibadah, karena Ibadah semestinya tidak hanya dilaksanakan secara formal-ritualistik. Bagian terpenting dalam ibadah adalah pada sejauh mana manusia mampu mengimplementasi pesan yang ada dalam tindakan ibadah ke dalam kehidupan sosial praksis, serta sebagai upaya takhalli jiwa kita.

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar istilah tirakat yang bermaksud mendekatkan diri kepada tuhan, berupa perilaku, hati dan pikiran.
Tirakat adalah bentuk upaya spiritual seseorang dalam bentuk keprihatinan jiwa dan badan untuk mencapai sesuatu dengan jalan mendekatkan diri kepada tuhan.

Berpuasa termasuk salah satu bentuk tirakat , dengan berpuasa orang menjadi tekun dan kelak mendapat percikan Cahaya Illahi. Hidup adalah pendakian spiritual menuju keridhaan Allah. Dibutuhkan ilmu, peta jalan sekaligus peralatan yang memadai agar sampai puncak. Meraih ridha dan ampunannya.

Ramadhan menyediakan semua sarana untuk melakukan pendakian spiritual. Bukan sekedar mendaki dengan langkah kecil, tapi juga dengan langkah-langkah besar. Sehingga kita bisa mencapai derajat “maqomam mahmuda”.

Selamat melakukan pendakian spiritual, Selamat menjalankan Ibadah Puasa.

Wassalamu'alaikum.Wr.Wb.

ki alit Pranakarya 
Penggagas/Ketua Umum FSSN Foundation (Forum Silaturahmi Spiritual Nusantara).