Tampilkan postingan dengan label seni budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seni budaya. Tampilkan semua postingan

Lingkung Seni Putra Giriharja 3 Raih Apresiasi dan Penghargaan dari Disbudpar Jabar

 



Bandung, Ybia Indonesia - Lingkung Seni Wayang Golek (LSWG) Putra Giriharja 3 menerima apresiasi dan penghargaan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Barat atas pagelaran wayang golek yang mengusung konsep akulturasi etnis. Acara ini dihadiri oleh Kepala Disbudpar Jabar, Dr. Iendra Sofyan, ST., (tautan tidak tersedia), serta para seniman dan simpatisan dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Ki Dalang H. Dadan Sunandar Sunarya, pimpinan LSWG Putra Giriharja 3, mengucapkan terima kasih atas penghargaan tersebut dan menyampaikan rasa bangga atas kehadiran para seniman dan penonton. "Segala inovasi dan kreasi harus mengedepankan azas moral, keindahan, dan kebenaran," ujarnya. Sabtu, (3/1/26).

Pagelaran wayang golek dengan lakon "Kumbakarna Gugur" ini dipadati penonton dari berbagai daerah dan diramaikan oleh penampilan Kang Sule dan Kang Anton Abok. Acara ini merupakan upaya serius dalam mengolah tradisi sebagai ruang dialog budaya tanpa melepaskan nilai etika dan identitas lokal.

Para penonton, seperti Kang Uje Gemoy dan Bapa Robby dari Karawang, menyatakan rasa bangga dan senang atas pencapaian LSWG Putra Giriharja 3. "Kami berangkat dengan 5 kendaraan perwakilan dari berbagai komunitas pencinta wayang golek," kata mereka.

Sementara itu, Bos Datuk dari Cikarang Bekasi menyoroti fasilitas Gedung YPK yang bersih, tertata rapi, dan keramahan pengelolanya. "Saya dan rombongan datang dari sore hari, kami dipersilahkan masuk meskipun acara dimulai di malam hari," ujarnya.

Baraya Ngampar Jawa Barat yang dipimpin oleh Kang Saprol dari Subang juga menyatakan rasa senang bisa silaturahmi dengan para pecinta seni budaya dari berbagai daerah. "Jika tidak dibatasi, mungkin kami berangkat lebih banyak, karena banyak yang ingin ikut," kata mereka.

Kang Endik, salah satu official PGH3, menambahkan, "Alhamdulillah, acara ini berjalan lancar dan sukses. Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan kehadiran para penonton."

Apresiasi dan kreasi pagelaran wayang golek Putra Giriharja 3 ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi para seniman dan pecinta seni budaya lainnya untuk terus mengembangkan dan melestarikan tradisi wayang golek. (*)

Diikuti Ratusan Pesilat, Sabda Sunda Cup 2025 Sukses Digelar

 


Bogor, Ybia Indonesia - Kejuaraan Pencak Silat Sabda Sunda Cup 2025 telah sukses digelar di Gor Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kejuaraan ini diikuti oleh 350 peserta dari 20 perguruan dan sekolah pencak silat se-Jawa Barat.

Pembukaan acara dilakukan pada hari Jumat, 2 Mei 2025, pukul 13.00 WIB oleh Ketua DPRD Kabupaten Bogor. Sementara itu, penutupan acara dilakukan pada hari Minggu, 4 Mei 2025, oleh Camat Jasinga.

Pada kategori Pemasalan, juara umum pertama diraih oleh PS Satria Panca Sakti (Sukabumi) dengan uang pembinaan sebesar Rp 1.500.000. Juara umum kedua diraih oleh PS Medal Surya dengan uang pembinaan sebesar Rp 1.000.000, dan juara umum ketiga diraih oleh PS Sinar Pusaka Putra Mustika Biru (Bekasi) dengan uang pembinaan sebesar Rp 500.000.

Pada kategori Prestasi, juara umum pertama juga diraih oleh PS Satria Panca Sakti (Sukabumi) dengan uang pembinaan sebesar Rp 3.000.000. Juara umum kedua diraih oleh Sinar Pusaka Putra Mustika Biru (Bekasi) dengan uang pembinaan sebesar Rp 2.000.000, dan juara umum ketiga diraih oleh PS Kujang Kembar dengan uang pembinaan sebesar Rp 1.000.000.

"Alhamdulillah, Kejuaraan Pencak Silat Sabda Sunda Cup 2025 telah sukses digelar dengan lancar dan meriah," Demikian dikatakan Ketua panitia, Agung Nurohmat. Rabu, (7/5/25). Ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam acara tersebut. 

"Semoga kejuaraan ini dapat meningkatkan prestasi dan semangat para atlet pencak silat di Jawa Barat, serta menjadi ajang silaturahmi dan promosi olahraga pencak silat di daerah kita," Katanya. 

Sementara itu ketua umum Sabda Sunda, Abdul Rozak mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, baik panitia, para sponsor dan semua pihak terkait yang sudah mendukung untuk suksesnya acara festival pencak silat Sabda Sunda cup ini.

Pemberian hadiah dilakukan secara langsung oleh Guru Besar Sabda Sunda, Ibu Lilis Kusmaya, yang menyerahkan uang tunai dan piala bergilir kepada para juara. Ketua DPRD Kabupaten Bogor juga turut serta dalam pemberian hadiah.

Kejuaraan Pencak Silat Sabda Sunda Cup 2025 berjalan lancar dan sukses, dengan kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Acara ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi dan semangat para atlet pencak silat di Jawa Barat. (Aj)

Pesilat dari Berbagai Paguron di Jabar Ikuti Corona Cup Ke-IV

 


Bogor, Ybia Indonesia - 270 (dua ratus tujuh puluh) peserta dari berbagai Perguruan pencak silat di Jawa Barat unjuk kebolehan pada event Corona Cup Ke-IV "gelar pamor ibing penca"  Yang dilaksanakan di Gedung Kemuning gading kota Bogor. Sabtu-minggu, 10-11 Agustus 2024 pukul 08.00-17.00 WIB. 

 Corona cup ke iv adalah sebuah event pencak silat yang diadakan setiap tahunnya, dan merupakan kelanjutan dari cocona cup sebelumnya. Demikian dikatakan ketua panitia, M. Heikal S.E dalam sambutannya. 

"Alhamdulillah pada hari ini atas izin Allah SWT kita semuanya dapat berkumpul dalam acara gelar pamor ibing penca corona cup ke 4, yang merupakan kelanjutan dari corona cup sebelumnya," Kata M. Heikal. Sabtu, (10/8/24). 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketua pelaksana corona cup ke-4 Agung Nurohmat, peserta yang mengikuti ajang tersebut tidak kurang dari 270 peserta itu semuanya dari berbagai Perguruan silat yang ada di Jawa Barat, dan peserta sendiri dibagi beberapa kategori. Dari anak-anak, remaja, dan dewasa. 

"Untuk peserta ada 270 yang mengikuti corona cup 4, peserta yang paling jauh dari Garut. Ada yang dari Sukabumi, Bandung, Bogor kota/kabupaten ada juga dari Jabodetabek," Ujar Agung Nurohmat. 

Semua peserta dan tim ofisial yang mengikuti perhelatan corona cup tersebut mentaati semua aturan yang sudah dibuat oleh pihak panitia, sehingga acara berlangsung dengan tertib dan lancar. 

Tampak hadir dan  menyaksikan langsung jalannya acara; pengurus IPSI Jawa Barat, Drs. Helmi Sutikno, ketua IPSI kota Bogor Subono Widyoko, Kabid Parbud kota Bogor Dian Herdiawan, dewan pembina Yayasan Palataran Pakujajar Sipatahunan, Drs. H. Dedie A. Rachim M.A., ketua umum Palataran Pakujajar Sipatahunan R. Wirabrata Arifin S.E selaku pihak penyelenggara, dewan penasihat Yayasan, dan undangan lainnya. 

Sementara itu, Kabid Parbud kota Bogor Dian Herdiawan menyambut baik dan mengapresiasi event tahunan pencak silat corona cup ke-4 tersebut. Menurutnya, Pencak silat sendiri juga merupakan bela diri yang telah diakui oleh dunia. Pencak silat juga merupakan olahraga yang telah diwariskan oleh leluhur dari generasi ke generasi.

"Terdapat hal yang membanggakan dari tradisi pencak silat yaitu telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada tahun 2019," Ujarnya. 

Di tempat yang sama, ketua IPSI kota Bogor Subono Widyoko mengucapkan selamat bertanding untuk para atlet pencak silat, dan mengaku bangga karena pencak silat bukan haya mewarnai cabang olahraga akan tetapi banyak pencapaian prestasi yang sudah diraihnya dari berbagai jenjang usia. 

Penampilan the Phangsi, jaipongan, dan kreasi seni lainnya turut ditampilkan dalam acara, yang membawa suasana semakin tampak "hidup" meriah dan menghibur semua yang hadir. 

Menutup perbincangan, ketua Yayasan Palataran Pakujajar Sipatahunan kota Bogor R. Wirabrata Arifin S.E, selaku pihak penyelenggara corona cupke-4 menyampaikan ucapan terma kasih kepada semua pihak yang sudah membantu penyelenggaraan ini, dari awal sampai pelaksanaan. 

"Atas nama ketua Yayasan Palataran Pakujajar Sipatahunan saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang tidak bisa disebut satu per satu, hatur nuhun..," Tutupnya. (LA)

Kesenian Tradisional Warnai Gebyar Muharam di MD Tarbiyyatul Falah Al Fahruroziyyah

 


Bogor, Ybia Indonesia - Sebagai negara dengan populasi umat muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki berbagai tradisi unik dalam perayaan tahun baru Islam. Salah satunya yakni Pawai Obor, di mana tradisi Tahun Baru Islam ini biasanya dilakukan oleh masyarakat di desa ataupun kota besar. 

Dalam tradisi ini, masyarakat dari anak-anak hingga orang dewasa berkeliling memegang obor sambil melantunkan sholawat sepanjang jalan. Tidak hanya itu, rangkaian kegiatan pun digelar seperti yang dilaksanakan di Madrasah Diniyah Tarbiyyatul Falah Al Fahruroziyyah, di kampung Legok nyenang RT 03 RW 09 desa Pancawati, kecamatan Caringin kabupaten Bogor Jawa Barat. 

Dengan mengusung tema: "mari berhijrah untuk menuju pribadi muslim yang lebih baik" Gebyar Muharram 1446 Hijriah di madrasah Diniyah Tarbiyyatul Falah Al Fahruroziyyah tersebut berlangsung semarak dengan berbagai tampilan kreasi seni budaya dan kegiatan sosial. Sebelum acara dimulai, pihak sekolah mengadakan do'a bersama sekira pukul 08.00 WIB. 

"Alhamdulillah tadi sebelum acara diadakan do'a bersama, kemudian sebagai pembuka ditampilkan pencak silat oleh anak-anak dan santunan yatim," Kata Manhalul Irfan S.Pd.I Kepala sekolah madrasah Diniyah Tarbiyyatul Falah Al Fahruroziyyah. Minggu, (7/7/24). 

Untuk santunan yatim sendiri, lanjut Manhalul Irfan, diberikan kepada siswa-siswi madrasah yang ada di lingkungan setempat (legok nyenang) dan diserahkan langsung oleh Ustadz Abdul Mukti TS selaku ketua Yayasan. "Ada 22 anak yang menerima Santunan," Katanya. 

Berdasarkan informasi yang didapat awak media, acara akan berlangsung sampai malam, dan untuk siangnya diadakan pawai lintas desa dengan menggunakan kendaraan roda empat, maupun roda dua dengan mengambil star atau titik kumpul di halaman kantor desa Pancawati. "Peserta pawai akan melintasi tiga wilayah desa," Pungkasnya. (ADJ)

Ekskul Pencak Silat, Yana Mulyana: "Bentuk Pelestarian Seni Budaya dan Upaya Gali Potensi"

 



Bogor, Ybia Indonesia - Pencak silat adalah warisan seni budaya bangsa Indonesia yang di wariskan para leluhur.Pelajaran pencak silat selain untuk membela diri dari serangan musuh juga bisa untuk kesehatan jasmani dan rohani serta menjadi sebuah ajang kejuaraan prestasi. Pencak silat mempunyai 4 aspek di dalamnya:

1. Aspek Spritual 

2. Aspek seni budaya

3. Aspek Olahraga 

4. Aspek prestasi 


Ada pesan kaidah-kaidah, filosofi tentang kehidupan yang di sampaikan pencak silat.

Ekstrakulikuler Pencak silat membangun karakter para siswa -siswi SLB sekolah luar biasa negeri Bogor. Pencak Silat adalah salah satu sarana pendidikan karakter yang mengarahkan siswa-siswi untuk mengembangkan potensi minat bakat dan sikap serta meminimalisir kegiatan negatif. 

Ekstrakurikuler pencak silat di pilih tidak hanya menitik beratkan pada aspek kognitif dan psikomotor tetapi juga aspek afektif yang berkaitan dengan nilai sikap dan perilaku. Penguatan karakter dalam pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk generasi penerus bangsa yang cemerlang di masa mendatang. Demikian dikatakan Yana Mulyana, pelatih Pencak silat dari PS. Pusaka Padjadjaran. 

"Alhamdulillah gayung bersambut saat dua orang tua siswa dari SLB Negeri Bogor bersilaturahmi ke perguruan silat Pusaka Padjadjaran kota Bogor beberapa waktu lalu, tepatnya pada tanggal 24 Oktober 2023, menyampaikan maksud dan tujuannya untuk meminta Yana Mulyana melatih para siswa -siswi SLB Negeri bogor di bulan November 2024. Ini sebagai upaya mengali potensi para Siswa-siswi didik maka selain pelajaran umum siswa -siswi SLB Negeri Bogor juga mendapat ekstra kurikuler pencak silat," Kata Yana Mulyana. Jum'at, (28/6/24). 

Menurutnya, Ini pengalaman baru dan menjadi sebuah tantangan yang harus di jawab dengan karya nyata penuh rasa kasih sayang dalam melatih siswa -siswi SLB. Menjadi suatu kebanggaan kami dengan penuh rasa syukur kepada Tuhan bagi kami sebagai Pelatih pencak silat karena bisa berperan serta melatih mengamalkan pelajaran pencak silat kepada siswa -siswi SLB Negeri Bogor.



"Perlu di ketahui sekolah luar biasa salah satu target kami dalam upaya pengembangan, melestarikan seni budaya bangsa Indonesia khusus nya pencak silat.

Ini sebuah komitmen nyata untuk memberikan yang terbaik bagi siswa -siswinya," Katanya. 

Sekolah SLB Negeri Bogor salah satu sekolahan yang melaksanakan kegiatan Ekskul pencak silat. melatih siswa -siswi berkebutuhan khusus harus penuh ekstra kesabaran.Ternyata mereka (siswa -siswi SLB) mampu dan bisa tampil luar biasa. Ini menjadi bukti pencak silat mampu menjadi Ekstrakurikuler di SLB.

"Dampak dari ikut pencak silat motorik siswa siswi menjadi terasah bahkan ada perubahan perilaku yang positif, kepercayaan dirinya muncul dan mau melaksanakan dengan baik. Metode sederhana yang disampaikan kepada siswa siswi SLB untuk mengikuti dengan gerakan-gerakan pencak silat yang tidak terlalu banyak (gerakan anak-anak SLB tidak disamakan dengan anak normal), ujar kang Yana panggilan akrabnya. 

Dengan mereka bisa mengikuti walau tidak sempurna saja sudah bagus. Lanjutnya, Setelah melewati beberapa kali tahapan latihan dan pelatih menyarankan menghapal di rumah masing-masing. Sebagai bentuk tanggung jawab dan konsisten latihan mereka.

Untuk potensi siswa -siswi SLB yang ikut ekskul Pencak silat kami tampilkan di acara wisuda perpisahan siswa -siswi SLB Negeri Bogor pada hari Rabu tanggal 26 Juni 2024 di GOR Cibinong, hasilnya luar biasa mereka dapat menampilkan yang terbaik.

"Libatkan Allah SWT dalam segala hal, kesuksesan tidak tercapai dengan sekedar harapan atau keinginan semata melainkan melalui usaha yang sungguh- sungguh dan ketekunan yang tak kenal lelah," Ujarnya. 

Ucapan adalah Doa maka ucapkan hal yang baik baik saja.Semoga dengan mereka belajar pencak silat mendapatkan 

SA'ADAH (kebahagiaan), LATIF; sifat Alloh yang Maha Lembut dan penuh perhatian, dan BAROKAH karunia Alloh yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia. 

"Saya berpikir dengan mereka belajar pencak silat semoga bermanfaat walau pun sedikit keilmuan yang saya punya, selain itu mereka pun berhak mendapatkan pelajaran seni budaya pencak silat dan prestasi," Pungkasnya. (Red)

Hadrah, Seni Pertunjukan Tradisional dalam Budaya Islam



Ybia Indonesia - Hadrah adalah sebuah seni pertunjukan tradisional dalam budaya Islam yang melibatkan musik, nyanyian, tari, dan gerakan-gerakan tubuh yang bersifat spiritual dan religius. Pertunjukan hadrah sering dilakukan dalam rangkaian acara keagamaan atau perayaan agama.

Hadrah adalah bentuk pujian yang sangat penting dalam budaya Islam. Ia bukan hanya sekadar ungkapan syukur dan penghormatan kepada Nabi Muhammad, tetapi juga menjadi sarana silaturrahim dan kebersamaan dalam umat Islam.

Foto: Festival Hadroh HUT ke -2 2022 YBIA "harmonisasi syi'ar"

Kimangculo Aktif dalam Pelestarian Seni Budaya Pencak Silat




Bogor, Ybia Indonesia- Paguyuban Kimangculo adalah sebuah paguyuban yang bergerak dalam pelestarian seni budaya yang didirikan 3 tahun yang lalu, tepatnya hari Minggu, 9 Pebruari 2020 di Sanggar seni laras Pakuan oleh beberapa Perguruan silat, sanggar tari, dan komunitas seni yang ada di Bogor. 

Itu semua atas dasar adanya kesepakatan bersama, maka di saat itu dibentuklah kepengurusan dan sekretariat Paguyuban Kimangculo yang beralamat di jalan Sukamulya No.27 RT 07 RW 03, kelurahan Sukasari, kecamatan Bogor timur, kota Bogor Jawa Barat. Demikian dikatakan ketua Paguyuban Kimangculo, Yana Mulyana kepada awak media di Sekretariatnya. Jum'at, (25/8/23). 

Menurutnya, berangkat dari kepedulian dan keprihatinan terhadap seni budaya bangsa Indonesia. Untuk itu, Paguyuban Kimangculo berkomitmen melaksanakan kegiatan pelestarian, pengembangan, peningkatan kualitas seni dan budaya agar menjadi sebuah prestasi, khususnya pencak silat secara menyeluruh dan berkesinambungan. 

Paguyuban Kimangculo memiliki arti atau singkatan dari; 'aki, mamang, anak, incu, uwa, alo' (Kimangculo). "Artinya, walapun kami dari Perguruan dan komunitas yang berbeda tetapi tetap satu keluarga, sinergi dengan semua lapisan kalangan," Kata Yana Mulyana. 



Dikatakannya, tujuan dari itu semua untuk mempersatukan, membina persaudaraan dan kesetiakawanan antar Perguruan silat dan komunitas seni budaya lainnya yang ada di Bogor Raya. "Bersifat kekeluargaan, kebersamaan, persaudaraan, dan tidak bermuatan politik, tapi mutlak dalam bidang seni budaya," Ujar kang Yana sapaan akrabnya. 

Dengan harapan. Sambungnya, agar bersama-sama meningkatkan peran serta dalam membangun, mengangkat harkat derajat martabat bangsa Indonesia ini. Tentunya dengan ikut menjaga, melestarikan kearifan lokal seni budaya khususnya pencak silat. 

"Paguyuban Kimangculo bergerak dalam aspek; seni budaya bangsa, keagamaan, dan ekonomi wirausaha," Pungkasnya. (Adj)

Silaturahmi ke Dewan Pembina, PPS bakal Gelar 'Corona Cup' 3



Bogor, Ybia Indonesia - Menjelang perhelatan Event pencak silat Corona Cup 3 "gelar pamor ibing penca" Se-Jawa barat yang bakal diadakan pada tanggal 27 Mei 2023, panitia penyelenggara dan jajarannya melakukan audiensi dengan dewan pembina palataran pakujajar sipatahunan, Drs. Dedi A Rachim M.A di balaikota Bogor pada hari Selasa, (16/5/23) sore sekira pukul 17.00 wib. 

Corona Cup 3 merupakan agenda tahunan yang digagas dan diinisiasi oleh Yayasan palataran pakujajar sipatahunan kota Bogor, yang berlokasi di jalan loader No.2 Baranangsiang Bogor timur, Jawa Barat. 

Kedatangan panitia penyelenggara (Panpel) langsung disambut hangat oleh Drs. Dedi A Rachim M.A di ruangannya. Dalam kesempatan itu, tampak hadir ketua yayasan palataran pakujajar sipatahunan Rd. Wirabrata Arifin S.E, dan jajaran panitia. 

"Sebelumnya saya mengucapkan Terima kasih kepada bapak pembina, Terima kasih sudah meluangkan waktunya, selain silaturahmi hari ini kami dan jajaran panitia ingin menyampaikan secara langsung kepada pembina mengenai rencana kegiatan corona cup", Rd. Wirabrata Arifin yang akrab disapa Abob. 

Sementara itu, ketua panitia Agung Nurohmat menyampaikan berberapa persiapan dan kesiapannya untuk pelaksanaan acara, dari mulai jumlah peserta yang mengikuti penyeleksian melalui video yang dikirimkan ke panitia, hingga peserta yang layak dan lolos menjadi finalis. 

"Dari mulai dibukanya pendaftaran, tidak kurang dari 500 peserta yang mengirimkan video, dan sampai dengan penjaringan terakhir ada 50 finalis yang InsyaAllah siap tampil dari beberapa Perguruan silat di Jawa Barat", ujar Agung Nurohmat. 

Untuk peserta sendiri, lanjut Agung pihaknya tidak memungut biaya pendaftaran sedikit pun alias gratis. "Corona cup 3 ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Yayasan palataran pakujajar sipatahunan, dan alhamdulillah setiap tahunnya itu mengalami peningkatan untuk pesertanya", ujarnya. 

Ditempat yang sama, pembina Palataran Drs. Dedi A Rachim M.A yang juga merupakan wakil wali kota Bogor menyambut baik dengan dihelat nya acara tersebut, bahkan ia memberikan arahannya dan support langsung kepada semua panitia penyelenggara tidak terkecuali kepada palataran pakujajar sipatahunan yang terus eksis dan berkontribusi dalam seni budaya khususnya di kota Bogor. 

"Haturnuhun kang Abob dan semuanya, Mudah-mudahan pada pelaksanaannya nanti diberikan kelancaran", pungkasnya. (La)

Tradisi Saweran, Makna Berbagi Rejeki



Ybia Indonesia - Saweran berasal dari kata panyaweran yang dalam bahasa sunda berarti tempat jatuhnya air dari atap rumah. Acara ini mempunyai makna berbagi rezeki dan kebahagiaan. Saweran dilakukan oleh kedua orang tua dengan diiringi kidung. Kedua mempelai duduk berdampingan dengan dilindungi payung. 

Saweran dilakukan sampai kidung selesai dilantunkan. Alat saweran dinamakan bokor. Bokor ini berisi uang logam (kemakmuran), beras (kemakmuran), kembang gula (mendapatkan manis dalam hidup berumah tangga) dan kunyit (kejayaan). (*)

Corona Cup 3 Mulai Menerima Pendaftaran Peserta, ini Caranya




Ybia Indonesia - Perhelatan Gelar Pamor Ibing Penca CORONA CUP III kembali digelar untuk yang ke-tiga kalinya, sebagai agenda tahunan dari Yayasan Palataran Pakujajar Sipatahunan (PPS) kota Bogor Jawa barat. 

Berdasarkan informasi dari panitia penyelenggara, Agung Nurohmat, untuk pendaftaran peserta sudah mulai Dibuka.

Nah, bagi kamu yang ingin mendaftar dan menjadi peserta, bisa menghubungi nomor: 0857 1506 7480 

Untuk peserta, tidak ada pungutan biaya alias gratis. 

Link pendaftaran: www.bit/coronacup 3

Batas akhir pengumpulan video 1 April 2023.

Tradisi Warisan Karuhun, ini Makna Iket Sunda



Sukabumi, Ybia Indonesia - Ciri khas dari Kamis Nyunda yang tampak berbeda adalah penggunaan iket atau ikat kepala bagi pria. Sebagai tradisi warisan karuhun sejak zaman ‘baheula’ (dahulu kala) iket memiliki makna yang harus senantiasa dijaga. Iket dalam bahasa sunda sinonim dengan ikat dalam bahasa Indonesia yang bermakna ikatan.

Seseorang yang memakai ikat di kepalanya diharapkan memahami bahwa kepala manusia yang memiliki banyak keinginan dan dipenuhi dengan berbagai hawa nafsu dunia harus "dibeungket" agar tidak besar kepala (sombong).

Pada masa lalu, sebenarnya iket dipakai dengan aturan-aturan yang baku, terkesan rumit dan susah dalam pemakaiannya. Hal tersebut memberikan makna bahwa setiap orang yang memakainya harus bersusah payah terlebih dahulu sebelum mendapatkan bentuk iket yang bagus.

Susah payah dalam memakai ikat diyakini agar siap untuk bersusah payah dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Itulah kenapa komunitas adat di tatar Sunda tidak memberikan iket praktis kepada anak-anaknya.

Mereka memberikan iket segi empat agar ia dapat belajar dengan susah payah memakainya. Sehingga, dalam kehidupan sehari-hari generasi muda kita akan mau bersusah payah dalam menghadapi setiap cobaan dalam kehidupan.

Ketua Umum Paguyuban Pencinta Wayang Golek (PWG) Bogor Raya, R. Andi Suwandi mengatakan, iket sendiri itu artinya ikat, atau mengikat. 

“Maksudnya mengikat semua potensi diri tubuh, jiwa, spirit. Artinya bahwa entitas potensi orang sunda itu “diiket” atau diikat dalam satu kesatuan, sehingga menjadi suatu pribadi atau personality kasundaan, yang silih asih, asah dan asuh,” kata Andy Djava panggilan akrabnya, Selasa (30/1/23).

Artinya, baik ke dalam diri atau keluar diri (masyarakat dan lingkungannya), dalam wujud tekad, ucap dan lampah sehingga menjadi manusia yang cageur, bageur, bener, pinter sarta parigel. Cageur maksudnya sehat jasmani-rohani, bageur artinya baik dalam tekad, ucapan dan tindakan, dan bener artinya benar menurut diri, orang lain (masyarakat) serta hukum yang berlaku, pinter artinya cerdas, baik cerdas secara intelektual, emosional dan spiritual.

Parigel artinya terampil, terampul atau skills, tambah Kang Andy, dalam banyak hal yang mengarah kepada profesional skills. 

"Sehingga manusia sunda di sini adalah manusia Sunda yang ‘ngindung ka waktu ngabapa ka jaman,’ yang bisa mengikuti perkembangan kekinian. Tidak hanya terpaku dan terpukau pada kejayaan Sunda di masa lalu, tapi visioner sekarang dan masa depan,” pungkasnya. (La)

Budaya Ciri khas Bangsa, Nilai plus Di mata Negara Tetangga




Bogor, Ybia Indonesia- Nilai-nilai tradisional adalah hal perilaku dan tanggapan kita terhadap sesama, seperti moralitas, agama, etika, adat istiadat, dan lain-lain. Indonesia adalah bangsa besar yang memiliki beragam suku dan tradisi yang berbeda di setiap daerahnya. 


Nilai-nilai tradisi dan budaya yang tinggi ini merupakan ciri khas bangsa dan menjadi salah satu faktor Indonesia mendapat nilai plus di mata negara-negara tetangga. 


Demikian di katakan ketua umum Pecinta Wayang Golek (PWG) Bogor Raya, R. Andi Suwandi, SY kepada media ini. Selasa, (17/1/23) di sela kegiatannya. Menurutnya, Budaya ini adalah warisan leluhur dan juga kekayaan bangsa yang patut dirawat dan dijaga. 


"Usaha-usaha penghargaan dan pelestarian nilai-nilai budaya tradisional ini tidak dapat lepas dari pemilik utamanya, yaitu masyarakat," Kata Andy Djava panggilan akrabnya. 


Keberadaan remaja dalam masyarakat sangatlah penting. Lanjutnya, Karena sebagai generasi penerus bangsa, merekalah yang bertanggungjawab mempertahankan nilai-nilai kebudayaan ini. 


"Kalau bukan kita yang merawat menjaga dan melestarikannya siapa lagi. Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Budaya jati diri bangsa," Pungkasnya. (La)