Tampilkan postingan dengan label Abah Anom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Abah Anom. Tampilkan semua postingan

Karomah Pangersa Abah Anom: Kisah Keajaiban Jenazah Murid



Ybia Indonesia - Suatu saat di tahun 1985, Ajengan Haji Maksum tiba-tiba merasa sangat rindu kepada Pangersa Abah Anom ra. Maka dari kota Banjar ia langsung berangkat menuju ke Pontren Suryalaya Tasikmalaya. Ketika Ajengan Maksum baru sampai di gapura Suryalaya di pelataran Masjid Nurul Asror, terlihat Pangersa Abah sudah berdiri di depan Madrasah memanggil dirinya, "Ehh Cum Cum Cum sini..!" Ajengan Maksum segera bergegas memberi salam dan mencium tangan Pangersa Abah.

Setelah menjawab salam, Pangersa Abah kemudian bertanya: "Kamu sudah lama tidak berangkat ke Jawa..?" "Iyaa, Abah.." Ajengan Maksum paham maksud Pangersa Abah adalah berangkat ke Brebes. Krn Ajengan Maksum memang memiliki banyak ikhwan binaan yang ada di daerah Brebes..

"Bagaimana kalo sekarang..?" Pangersa Abah dengan santun memberi tugas kepada muridnya.. "Maangga, Abah.." Ajengan Maksum dengan mantap langsung menyambut tugas dari Guru Mursyidnya.

Kemudian ia langsung mohon pamit kepada Pangersa Abah serta berjalan keluar dari pelataran madrasah. Padahal Ajengan Maksum tidak membawa uang yang cukup untuk biaya perjalanan ke Brebes..

Di sisi jalan keluar Ajengan Maksum melihat ada seorang faqir miskin sedang duduk meminta-minta. Maka seluruh uang yang ada malah disedekahkan oleh Ajengan Maksum kepada faqir miskin tersebut. Karena ia sudah bertekad melaksanakan tugas dari Pangersa Abah berangkat ke Brebes dengan berjalan kaki saja.

Namun baru saja Ajengan Maksum keluar dari pintu gerbang Pontren Suryalaya. Ada mobil Jeep yang berhenti serta mengajak Ajengan Maksum untuk ikut naik. Pengendara mobil tersebut ternyata pernah menjadi santri Ajengan Maksum sekian tahun yang lalu. Kemudian Ajengan Maksum diantarkan sampai ke kota Banjar serta diberi uang yang cukup banyak. Uang itu sangat berlebih jika digunakan sebagai biaya perjalanan pulang pergi ke Brebes.

Singkat cerita Ajengan Maksum sudah tiba di depan rumah salah seorang ikhwan binaannya. Dari dalam rumah terlihat keluar keranda jenazah diiringi jerit tangis penghuninya. Terdengar suara yang menangis, "Celaka bapak kamu.. Celaka bapak kamu.." Tiba-tiba kain penutup kerandanya terjatuh, lalu jenazah yang sudah terbungkus kain kafan terlihat bergerak dan bersuara, "Ehh eling eling eling.. LAAAAA ILAAHA ILLALLOOH..!!!" Lalu jenazah itu kembali diam tidak bergerak selayaknya orang yang sudah meninggal dunia.

Ajengan Maksum menyaksikan kejadian yang menakjubkan ini dengan mata kepalanya sendiri. Bahkan Ajengan Maksum selanjutnya terlibat dalam prosesi pemakamannya selaku tokoh pembina ikhwan Brebes.

Setelah itu Ajengan Maksum mendapat keterangan kenapa keluarga Almarhum menangis sedemikian rupa. Sebab ketika Almarhum sedang kritis lalu dituntun untuk BERDZIKIR kepada ALLOH SWT. Almarhum hanya diam saja tidak mengucapkan kalimat DZIKIR apa pun sampai nafas terakhirnya. Sehingga keluarganya menganggap Almarhum meninggal dunia dalam keadaan su'ul khotimah.

Padahal Almarhum selaku IKHWAN TQN SURYALAYA ketika itu justru sedang tenggelam dalam DZIKIR khofi menjelang akhir hayatnya. Ajengan Maksum menyadari ini semua adalah QUDROH dan IRODAH ALLOH SWT dengan KAROMAH Pangersa ABAH. Oleh karena itu Pangersa ABAH menugaskan Ajengan Maksum ke Brebes agar menjadi saksi kejadian tersebut.

Sejak kejadian itu semakin banyak orang Brebes yang menjadi pengamal DZIKIR TQN SURYALAYA. ALHAMDULILLAAH.. Walloohu a'lam.. Hatur Nuhun ABAH. Terimakasih ABAH.. Semoga ISTANAH dalam Mengamalkan, Mengamankan, dan Melestarikan Ajaran Amaliyah Thoriqoh Qoodiriyyah Naqsyabandiyyah (TQN) Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya. Aamiin YRA 

Bilbarokah Walkaromah Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin, ra. Al-fatihah... 

Rabithah Kepada Pangersa Abah Anom QS: Pintu Ruhani Muridnya



Ybia Indonesia - Pangersa Abah Anom QS adalah seorang guru mursyid yang sangat peduli dengan murid-muridnya. Beliau selalu hadir secara zhahir atau secara bathin bagi para muridnya yang selalu rabithah. Rabithah adalah pintu ruhani seorang murid untuk meraih karunia Allah SWT.

Kisah Rully Budiman adalah contoh nyata bagaimana Pangersa Abah Anom QS memperhatikan dan mengkasihi murid-muridnya. Rully datang ke Pontren Suryalaya untuk mengikuti manaqib dan memohon doa restu Pangersa Abah untuk pernikahannya. Namun, karena kesibukan, Rully tidak berkesempatan berjumpa dengan Pangersa Abah. Maka, Rully melakukan rabithah kepada Pangersa Abah, memohon izin untuk bisa berjumpa dengan beliau.

Pangersa Abah Anom QS menjawab rabithah Rully dengan cara yang luar biasa. Beliau memanggil Rully untuk masuk ke dalam Madrasah dan mendoakan Rully dengan doa yang panjang. Rully menangis haru karena mendapatkan kesempatan didoakan oleh Pangersa Abah secara khusus.

Kisah ini menunjukkan bahwa Pangersa Abah Anom QS selalu hadir bagi para muridnya yang selalu rabithah. Beliau memberikan karamah dan barakah kepada mereka yang setia dan taat. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kisah ini dan menjadi lebih dekat dengan Pangersa Abah Anom QS. Alhamdulillah... Wallaahu a'lam...

Biografi Abah Anom, Ulama dan Walliyullah dari Tasikmalaya



Ybia Indonesia - Abah Anom, yang juga dikenal sebagai Syech Ahmad Shahibul Wafa Tajul 'Arifin, adalah seorang Ulama dan Walliyullah terkemuka di Indonesia. Beliau lahir pada tanggal 1 Januari 1915 di kampung Godebah, Surayalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Abah Anom meninggal pada tanggal 5 September 2011 dalam usia 96 tahun.


Silsilah Nasab Abah Anom

Abah Anom adalah salah satu Ulama keturunan Rasulullah SAW dari jalur Sayyidina Hasan. Berikut adalah silsilah nasab Abah Anom:

- Sayyid Syaikh Ahmad Shahibulwafa Tajul 'Arifin bin Sayyid Syekh 'Abdulloh Mubarok

- bin Sayyid Nur Muhammad (Eyang Upas)

- bin Sayyid 'Ali Alhusaini

- putra pasangan Sayyid Ibrohim Arrof'i dan Sayyidah Ummi Hafshoh binti Sayyid Sirruddin

- bin Sayyid Sirrojuddin bin Sayyid Ahmad Izzuddin bin Sayyid Aziz Mubarok

- bin Sayyid Fathurrohman bin Sayyid 'Abdulwafa bin Sayyid Miftahulwahhab

- bin Sayyid Hasbi Ashshidiqi bin Sayyid Hasan Mufadhol bin Sayyid Abu Bakar Atstsaqolani

- bin Sayyid Ibrohim Yahya bin Sayyid Muhammad Sya'roni bin Sayyid Abu 'Abdulkarim

- bin Sayyid Musthofa Al akhyar bin Sayyid 'Abdulhakim bin Sayyid 'Abdulloh Maslul

- bin Sayyid Hasan Ghifari bin Sayyid Hamdan Muhammad Alghifari bin Sayyid Ibrohim

- bin Sayyid Hamzah Nur Said bin Sayyid Nur Muhammad 'Abdul'afwa bin Sayyid Isma'il

- bin Sayyid Abu Fadhil Maulana R.a Sayyid Musa Alfatani bin Sayyid Said Al Anshori

- bin Sayyid Ibrohim bin Sayyid Utsman Ali Hasan bin Sayyid Muhammad bin Sayyidina Hasan Assibthi

- bin Fathimah Azzahra binti Rasulullah SAW


Riwayat Pendidikan Abah Anom

Abah Anom memulai pendidikannya pada tahun 1923-1928 di Sekolah Dasar (Verfolg School) di Ciamis pada usia 8 tahun. Kemudian, beliau melanjutkan pendidikannya di Sekolah Menengah semacam Tsanawiyah di Ciawi, Tasikmalaya.


Perjalanan Spiritual Abah Anom

Abah Anom dikenal sebagai Mursyid Tariqat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah, sebuah tarekat yang memiliki pengaruh besar dalam dunia spiritual Islam di Indonesia. Beliau memiliki peran penting dalam mengembangkan dan menyebarkan ajaran Islam di masyarakat.

Dengan demikian, Abah Anom telah meninggalkan warisan yang besar dalam bidang keagamaan dan spiritual di Indonesia. Beliau akan selalu diingat sebagai seorang Ulama dan Walliyullah yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat.

Kisah Menarik Bersama Raja Jin di Suryalaya

 


Ybia Indonesia - Siapa ikhwan TQN Suryalaya yang tidak mengenal Aki Anta? Beliau adalah khadim dalam arti yang sebenarnya yaitu pelayan. Tapi pelayan istimewa krn melayani dua wali agung di Suryalaya. Sejak masa mudanya Aki Anta melayani Pangersa Abah Sepuh. Kemudian dilanjutkan dengan melayani Pangersa Abah Anom.

Maka karena khidmatnya yang luar biasa itulah Aki Anta mendapatkan keberkahan yang istimewa. Dikaruniai Allah swt menguasai ilmu alam ghaib & beberapa kekuatan supranatural. Bahkan Wakil Talqin TQN Suryalaya Alm Drs KH Abdullah Ghalib Siregar menjuluki beliau sebagai Raja Jin. Karena memang banyak kisah nyata yang beredar di kalangan ikhwan bahwa para jin sangat takut jika berhadapan dgn Aki Anta.

Demikian juga sesepuh ikhwan TQN Suryalaya di DKI Jakarta; Alm KH Husein Mu’aif pernah memberikan kesaksian. Saat kami berziarah di Puncak Suryalaya diimami oleh Aki Anta. Engkong Kiai Husein Mu'aif berkata, “Biarpun bacaan beliau kedengeran belepotan. Biarin ajah. Kita jadi ma’mum ajah. Krn lebih nyampe & lebih tembus beliau dari pada kita.”

Suatu saat alfaqir bersama sahabat yang bernama Aswan sengaja menyertai Aki Anta. Kami mengikuti beliau berjalan dari Madrasah Suryalaya menuju rumah beliau di belakang Wisma Bogor. Lalu Aswan bertanya kpd beliau. “Aki, apakah pernah bertemu Jin setinggi itu?” Tanyanya sambil menunjuk menara Masjid Nurul Asror.

“Oohh iyaa… Aki pernah jatuh dari situ!” Jawab Aki Anta spontan sambil menunjuk ke puncak menara masjid. Jawaban yang tentu saja tidak sesuai dengan pertanyaannya. Karena Aki Anta sehari-harinya memang telah menggunakan alat bantu pendengaran.  

Walau pun jawabannya tidak nyambung, tapi kami malah jadi penasaran, “terus bagaimana, Ki?”

“Waktu itu Aki sedang membantu pembangunan menara masjid. Ketika Aki sedang kerja di puncak menara. Tanpa sadar Aki terjatuh. Waktu lagi jatuh… terasa… Ini semua hidup…” Jawab Aki Anta sambil menepuk-nepuk lengannya bergantian, juga menepuk-nepuk tubuh & pahanya. Subhanallaah! Alfaqir memahami maksud beliau. Bahwa ketika terjatuh dari puncak menara beliau malah merasakan aliran dzikrullah yang hidup di sekujur tubuhnya. Aki Anta merasakan & mengalami sensasi dzikir Lathifah 7 (Lathifah Qalab/Kullu Jasad).

“Makanya… Aki jatuhnya jadi seperti melayang.Tidak langsung jatuh lurus ke bawah menara. Tapi jatuh melayang sampai di depan Madrasah. Pas bener jatuhnya di depan Pangersa Abah yang sedang mengawasi pembangunan menara masjid. Gedebum!” Cerita Aki Anta seru. Membuat kami semakin penasaran bagaimana kelanjutan ceritanya.

“Terus Abah malah bilang ‘Eehh Anta, koq lompat? Ayo bangun, shalat syukur ke masjid’ maka Aki langsung bangun & melaksanakan shalat syukur ke masjid. Untungnya Abah bilangnya lompat, coba kalo Abah bilangnya jatuh, Aki bakalan remek deh… Hahaha…” Aki Anta tertawa mengakhiri ceritanya krn mengenang peristiwa itu. Subhaanallaah! Sambil takjub kami juga ikut tertawa bersama beliau.  

Lalu kami berjalan terus melewati pintu antara dapur madrasah & tempat wudhu wanita. Terus berjalan menuju ke arah rumah beliau. Ketika sampai di tikungan (hook di depan rmh Pangersa Haji Baban), Aki Anta menunjuk ke arah pohon besar di perbukitan atas sekitar lokasi pemakaman. 

Lalu Aki Anta berkata: “Nah, dari arah sana Aki pernah diberondong senapan mesin gerombolan (DI/TII)!”

“Diberondong senapan mesin, Ki?” Tanya kami seru. 

“Iyaa. Baju Aki sampai jadi bolong-bolong semua. Terus baju Aki itu sekarang ada di Abah. Disimpan oleh Abah di Madrasah. Kata Abah buat kenang-kenangan..” Jawab Aki Anta menjelaskan.

“Terus bagaimana rasanya diberondong senapan mesin, Ki?” Tanya kami penasaran.

“Anget ajah..” Jawab Aki Anta datar. Sedangkan kami tertawa terbahak-bahak campur takjub. Peluru-peluru panas dirasakan cuma hangat saja & tdk bisa menembus sedikit pun kulit Aki Anta. Subhaanallaah! Sungguh pengalaman penuh kesan tak terlupakan, krn pernah bertemu dgn figur ikhwan TQN Suryalaya yang luar biasa. Alhamdulillaah…


Ilaa hadhrati Aki Haji Anta Surya.. Bibarakati wa karamati Pangersa Abah Syaikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul ‘Arifin QS.. AlFaatihah..!