Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Mendidik Anak Islami: Tips Utama untuk Orang Tua



Ybia Indonesia - Pendidikan akhlak dan agama bagi anak adalah pemberian orang tua yang paling utama. Namun, banyak orang tua yang lebih fokus pada fasilitas materi daripada pendidikan akhlak dan agama.


5 Tips Mendidik Anak Islami:

1. Ajarkan ilmu dan amal agama: Ajarkan anak tentang pentingnya ilmu dan amal agama sejak dini.

2. Jadilah tauladan: Anak lebih suka meniru daripada mendengarkan, jadi jadilah orang tua yang baik sebagai tauladan.

3. Tanamkan jiwa sosial: Ajarkan anak untuk memiliki jiwa sosial yang baik dan empati yang tinggi.

4. Nasehatilah dengan sabar: Jangan pernah bosan untuk menasehati anak, walaupun ia sudah dewasa.

5. Berdoa untuk kebaikannya: Senantiasa berdoa untuk kebaikan anak Anda.


Dengan menerapkan tips-tips di atas, Anda dapat membantu anak Anda menjadi pribadi islami dan berbudi pekerti yang baik. 

PAUD Alquran Kharisma Menggelar Lomba Agustusan yang Meriah

 



Bogor, Ybia Indonesia - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, PAUD Alquran Kharisma menggelar lomba Agustusan yang meriah. Lomba ini diikuti oleh anak-anak PAUD yang menampilkan kemampuan dan kreativitas mereka dalam berbagai kegiatan.

Anak-anak PAUD Kharisma antusias mengikuti berbagai lomba, seperti makan kerupuk, memasang puzzle, menyusun balok, mengumpulkan bola, memindahkan gelas, bakiak, dan lain-lain. Lomba ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga dapat meningkatkan kemampuan motorik dan kognitif anak-anak.

Menurut R. Susilowati Syamsudin, S.Pd.I, salah satu guru PAUD Kharisma, "Lomba Agustusan ini sangat penting untuk meningkatkan semangat nasionalisme dan kreativitas anak-anak. Kami berharap anak-anak dapat belajar dan berkembang melalui kegiatan ini. Dengan peringatan HUT RI ke-80, kami ingin menanamkan nilai-nilai kemerdekaan dan patriotisme kepada anak-anak sejak usia dini." Jumat, (15/8/25). 

PAUD Alquran Kharisma terletak di Jalan Mayjend H.E Sukma RT 01 RW 03, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dengan kegiatan seperti ini, PAUD Kharisma menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi anak-anak dan meningkatkan kualitas pendidikan di lembaga tersebut.

Lomba Agustusan ini diharapkan dapat menjadi pengalaman yang berharga bagi anak-anak dan menjadi kenangan yang tak terlupakan dalam memperingati HUT RI ke-80. Semoga semangat kemerdekaan dan kreativitas anak-anak dapat terus berkembang dan menjadi generasi yang unggul di masa depan. (La)

PAUD Al-Qur'an Kharisma Bentuk Karakter Anak Berakhlak Mulia dan Berprestasi



Bogor, Ybia Indonesia - PAUDQU Kharisma, lembaga pendidikan anak usia dini yang berbasis Al-Qur'an, telah berdiri sejak 4 Desember 2006 di Ciawi, Bogor, Jawa Barat. Dengan komitmen untuk membentuk karakter anak yang berakhlak mulia dan berprestasi, PAUDQU Kharisma menawarkan program pendidikan yang unik dan efektif.

Kepala PAUDQU Kharisma, R. Sri Sunarti S.Pd mengatakan lembaganya tersebut memiliki visi untuk membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berprestasi, dengan kemampuan akademis dan kreativitas yang tinggi. Oleh karena itu, PAUDQU Kharisma menawarkan program pendidikan anak usia dini yang berbasis Al-Qur'an, dengan fokus pada pengembangan kemampuan membaca Al-Qur'an dan menulis huruf Arab.

"Program pendidikan kami dirancang untuk membantu anak-anak mengembangkan kemampuan akademis dan kreativitas mereka, serta membentuk karakter yang baik," kata R. Sri Sunarti S.Pd Kepala PAUDQU Kharisma. "Kami percaya bahwa pendidikan berbasis Al-Qur'an dapat membentuk karakter anak yang berakhlak mulia dan berprestasi," Katanya. Kamis, (31/7/25). 

PAUDQU Kharisma juga memiliki komitmen untuk mengembangkan kreativitas anak melalui berbagai kegiatan, seperti pentas seni dan kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan bakat dan minat anak. Dengan demikian, anak-anak dapat mengekspresikan diri mereka dan mengembangkan kemampuan mereka dalam berbagai bidang.

Sementara itu, Orang tua siswa PAUDQU Kharisma, Mamah Uwais mengakui tentang keberhasilan lembaga ini dalam membentuk karakter dan kreativitas anak-anak mereka. "PAUDQU Kharisma telah membantu anak-anak kami mengembangkan kemampuan akademis dan kreativitas, serta membentuk karakter yang baik, Kami sangat puas dengan hasil yang telah dicapai oleh anak-anak kami," Ujarnya. 

PAUDQU Kharisma dapat menjadi pilihan yang tepat bagi orang tua yang ingin anak-anak mereka mendapatkan pendidikan yang berbasis Al-Qur'an dan memiliki fokus pada pengembangan kreativitas. Lembaga ini telah terbukti dapat membentuk karakter anak yang berakhlak mulia dan berprestasi, serta mengembangkan kemampuan akademis dan kreativitas anak. (Red)

Ponpes Mabda Islam Gelar Pentas Kreasi Santri 2025

 



Sukabumi, Ybia Indonesia - Ratusan santri dan santriwati Pondok Pesantren Mabda Islam, yang terletak di Jalan Pasir Gede, Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menunjukkan bakat dan kreativitas mereka dalam Pentas Kreasi Santri 2025. Acara tersebut juga sekaligus dengan pembagian raport dan dihadiri langsung oleh pimpinan yayasan dan jajaran, dewan guru, serta wali santri. Sabtu, (26/7/25). 

Pentas Kreasi Santri 2025 yang digelar di Gedung Biru Agro Edupark ini dimulai pukul 07.30 WIB dan berdasarkan informasi yang dihimpun akan berlangsung hingga malam hari. Berbagai penampilan memukau ditampilkan oleh para santri, menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka di berbagai bidang.

Menurut Ela, salah satu wali santri mengatakan acara seperti ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas bagi para santri, tetapi juga sebagai sarana untuk memantau perkembangan akademik dan non-akademik anak-anak. Ela menambahkan bahwa acara seperti ini sangat penting untuk meningkatkan motivasi dan semangat belajar santri.

Pondok Pesantren Mabda Islam sendiri merupakan lembaga pendidikan yang fokus pada pengembangan santri yatim dan dhuafa, dengan memberikan beasiswa penuh dan pendidikan yang berkualitas. Dengan adanya acara seperti Pentas Kreasi Santri 2025, pondok pesantren ini menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang kreatif, inovatif, dan berakhlak mulia.

"Kami sangat bangga dengan melihat kemampuan dan kreativitas para santri, Pentas Kreasi Santri menjadi wadah yang tepat bagi mereka untuk menunjukkan bakat dan kemampuannya," Kata Ela. 

Acara ini juga menjadi kesempatan bagi para santri untuk mempererat hubungan dengan sesama santri, dewan guru, dan wali santri. Dengan demikian, diharapkan para santri dapat menjadi generasi yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang baik dan kemampuan untuk berkontribusi pada masyarakat. (Aj)

Siswa DTA Roudhotul Uluum 'Samen', Momentum dalam Pembentukan Generasi Qur'ani

 



Sukabumi, Ybia Indonesia - Kegiatan kenakan kelas dan perpisahan siswa-siswi DTA (Diniyah Takmiliyah Awaliah) Roudhotul Uluum di Kampung Citiis RT 16/07, Desa Makasari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, telah berjalan selama 10 tahun. 

Acara ini menjadi momentum penting dalam pembentukan generasi Qur'ani yang kuat dan berakhlak mulia. Acara yang dimulai dari pukul 15.30 wib sampai dengan selesai tersebut berlangsung meriah. Sabtu, (14/6/25) malam. 

Dalam sambutannya, ustadz Iwan mengatakan kegiatan ini bukan hanya sekedar perpisahan, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi terhadap siswa-siswi yang telah menyelesaikan pendidikan di DTA Roudhotul Uluum. "Kami berharap mereka dapat terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan agama mereka," Katanya.

Sementara itu, warga setempat yang juga orang-tua siswa, Ita mengaku sangat bangga dengan kegiatan ini. DTA Roudhotul Uluum telah menjadi contoh bagi masyarakat sekitar dalam membentuk generasi yang kuat dan berakhlak mulia. "Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya,"ujarnya.

Dalam acara perpisahan ini, siswa-siswi DTA Roudhotul Uluum menampilkan kemampuan mereka dalam hapalan surat pendek, pidato atau biasa disebut 'lesengan'. Kegiatan ini menunjukkan bahwa mereka telah memiliki dasar-dasar agama yang kuat dan dapat menjadi bekal bagi mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Perpisahan siswa-siswi DTA Roudhotul Uluum menjadi momen berharga bagi mereka dan masyarakat sekitar. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya dalam membentuk generasi Qur'ani yang kuat dan berakhlak mulia. (La)

Busana Tradisional Nusantara: Warisan Budaya yang Kaya


Ybia Indonesia - Nusantara, wilayah yang terdiri dari ribuan pulau di Indonesia, memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, termasuk busana tradisional yang unik dan beragam. Busana tradisional Nusantara tidak hanya mencerminkan keindahan dan keanggunan, tetapi juga mengandung makna dan nilai-nilai budaya yang mendalam.

Jenis-Jenis Busana Tradisional Nusantara

1. Batik: Busana tradisional yang terkenal dari Indonesia, batik memiliki motif dan corak yang beragam, mencerminkan kekayaan budaya dan sejarah bangsa.

2. Kebaya: Busana tradisional yang berasal dari Jawa dan Bali, kebaya adalah contoh keanggunan dan kehalusan busana tradisional Nusantara.

3. Ulos: Busana tradisional dari Sumatera Utara, ulos memiliki makna dan nilai-nilai budaya yang mendalam, sering digunakan dalam upacara adat dan perayaan.

4. Songket: Busana tradisional dari Sumatera Selatan, songket dikenal dengan motif dan corak yang indah, mencerminkan kekayaan budaya Melayu.

Busana tradisional Nusantara tidak hanya sekedar pakaian, tetapi juga mengandung makna dan nilai-nilai budaya yang mendalam. Busana tradisional sering digunakan dalam upacara adat, perayaan, dan acara penting lainnya, mencerminkan kekayaan budaya dan sejarah bangsa.

Pelestarian busana tradisional Nusantara sangat penting untuk mempertahankan kekayaan budaya dan sejarah bangsa. Upaya pelestarian dapat dilakukan melalui pendidikan, promosi, dan pengembangan busana tradisional dalam konteks modern.

Busana tradisional Nusantara adalah warisan budaya yang kaya dan beragam, mencerminkan keindahan, keanggunan, dan nilai-nilai budaya yang mendalam. Dengan memahami dan melestarikan busana tradisional, kita dapat mempertahankan kekayaan budaya dan sejarah bangsa, serta mempromosikan keindahan dan keunikan Nusantara kepada dunia.

Koleksi Pojok Baca Yayasan Baitul Insan Ar-Raasyid, Menumbuhkan Minat Baca dan Ilmu


Ybia Indonesia - Yayasan Baitul Insan Ar-Raasyid memiliki komitmen untuk meningkatkan minat baca dan pengetahuan masyarakat melalui pojok baca yang kaya akan koleksi buku. Pojok baca ini menjadi salah satu fasilitas penting dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

Koleksi Buku yang Beragam

Pojok baca Yayasan Baitul Insan Ar-Raasyid memiliki koleksi buku yang beragam, meliputi:

- Buku agama: Kitab suci Al-Qur'an, tafsir, hadits, dan buku-buku agama lainnya.

- Buku pengetahuan: Buku-buku tentang sains, teknologi, sejarah, dan pengetahuan umum lainnya.

- Buku sastra: Novel, puisi, dan buku-buku sastra lainnya.

- Buku anak-anak: Buku cerita anak, buku pelajaran, dan buku-buku lainnya yang sesuai untuk anak-anak.

Fasilitas Pojok Baca

Pojok baca Yayasan Baitul Insan Ar-Raasyid dilengkapi dengan fasilitas yang nyaman dan memadai, seperti:

- Tempat duduk yang nyaman: Pojok baca memiliki tempat duduk yang nyaman dan luas untuk membaca.

- Pencahayaan yang baik: Pojok baca memiliki pencahayaan yang baik untuk memudahkan membaca.

- Koleksi buku yang rapi: Buku-buku disusun dengan rapi dan mudah dijangkau.

Manfaat Pojok Baca

Pojok baca Yayasan Baitul Insan Ar-Raasyid memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat, seperti:

- Meningkatkan minat baca: Pojok baca dapat meningkatkan minat baca masyarakat dan memotivasi mereka untuk membaca lebih banyak.

- Meningkatkan pengetahuan: Pojok baca dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang berbagai topik dan bidang ilmu.

- Meningkatkan kreativitas: Pojok baca dapat memicu kreativitas dan imajinasi masyarakat melalui buku-buku yang dibaca.

Pojok baca Yayasan Baitul Insan Ar-Raasyid adalah salah satu fasilitas penting yang dapat membantu meningkatkan minat baca dan pengetahuan masyarakat. Dengan koleksi buku yang beragam dan fasilitas yang nyaman, pojok baca ini dapat menjadi tempat yang ideal untuk membaca dan belajar. 

Apakah Anda siap mengunjungi pojok baca Yayasan Baitul Insan Ar-Raasyid dan meningkatkan pengetahuan Anda? (*)

Ki Hajar Dewantara, Tokoh yang sangat Berpengaruh dalam Sejarah Pendidikan Indonesia

 


Ybia Indonesia - Ki Hajar Dewantara adalah seorang tokoh pendidikan Indonesia yang sangat berpengaruh. Beliau lahir pada tanggal 2 Mei 1889 dan wafat pada tanggal 26 April 1959. Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia karena kontribusinya yang besar dalam mengembangkan sistem pendidikan di Indonesia.


Prinsip Pendidikan Ki Hajar Dewantara

1. Ing Ngarso Sung Tulodo: Menjadi teladan bagi orang lain.

2. Ing Madyo Mangun Karso: Membangkitkan semangat dan motivasi di tengah-tengah masyarakat.

3. Tut Wuri Handayani: Memberikan dorongan dan motivasi dari belakang.


Warisan Ki Hajar Dewantara

1. Pendidikan yang Berbasis Budaya: Ki Hajar Dewantara menekankan pentingnya pendidikan yang berbasis budaya dan nilai-nilai lokal.

2. Pendidikan untuk Semua: Beliau berjuang untuk membuat pendidikan dapat diakses oleh semua orang, tanpa memandang latar belakang sosial atau ekonomi.

3. Pengembangan Kurikulum: Ki Hajar Dewantara berperan dalam mengembangkan kurikulum pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat Indonesia.


Pengaruh Ki Hajar Dewantara

1. Pendidikan Nasional: Ki Hajar Dewantara berperan penting dalam mengembangkan sistem pendidikan nasional di Indonesia.

2. Gerakan Pendidikan: Beliau memimpin gerakan pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pendidikan.

3. Inspirasi bagi Generasi Muda: Ki Hajar Dewantara menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berjuang dalam bidang pendidikan dan pembangunan.


Ki Hajar Dewantara adalah tokoh yang sangat berpengaruh dalam sejarah pendidikan Indonesia. Warisan dan prinsip-prinsip pendidikannya masih relevan dan diaplikasikan dalam sistem pendidikan di Indonesia hingga saat ini.

Tertib, Ribuan Anak PAUD di Kalapanunggal Ikut Peragaan Manasik

 


Sukabumi, Ybia Indonesia - tidak kurang dari 1800 (seribu delapan ratus) siswa-siswi pendidikan anak usia dini (PAUD) yang tergabung dalam wadah HIMPAUDI di dua kecamatan, kecamatan Kalapanunggal dan Kabandungan kabupaten Sukabumi Jawa Barat, mengikuti peragaan manasik haji yang dilangsungkan di lapangan sepak bola Kalapanunggal. Rabu, (30/10/24). 

Kegiatan yang dimulainya dari pukul 07.00 - 11.00 wib tersebut berlangsung tertib, karena sebelumnya pihak panitia penyelenggara sudah mempersiapkannya dengan matang. Sejak pagi, rombongan anak-anak PAUD dari wilayah kalapanunggal dan sekitarnya mulai berdatangan, mereka didampingi oleh gurunya masing-masing. 

Melalui sambungan telepon, salah satu panitia Ela Nurlaela S. AP mengatakan semua panitia sejak pagi sudah ada di lokasi guna menyambut kedatangan para peserta manasik. Bahkan sebelumnya, semua panitia baik dari kecamatan Kalapanunggal maupun kecamatan Kabandungan sudah mengikuti arahan dan apa saja yang harus dipersiapkan. 

"Alhamdulillah hari ini kami dan semua panitia bisa melaksanakan kegiatan manasik, kegiatan berjalan lancar dan tertib sesuai rencana, " Kata Ela Nurlaela S. AP. 



Lebih lanjut Ela menambahkan, siswa-siswi yang ikut dalam manasik tidak hanya didampingi gurunya, akan tetapi orang tuanya pun ikut mendampingi. Hanya saja mereka ditempatkan di tempat yang sudah disediakan oleh panitia. 

"Mereka mengikuti jalannya kegiatan dengan tertib dan mengikuti apa yang sudah kami sampaikan," Katanya. 

Meskipun cuaca di lokasi cukup panas, tapi tidak mengurangi semangat anak-anak untuk mengikuti jalannya manasik. Tampak hadir muspika setempat, dan sejumlah unsur di wilayah setempat. "Luar biasa semua panitia penuh dengan semangat, tidak terkecuali anak-anak, " Pungkasnya. 

Menutup rangkaian kegiatan, semua panitia penyelenggara mengabadikan kebersamaan dengan foto bersama. (Dj)

Jelang Acara, HIMPAUDI Kalapanunggal Adakan Pelatihan Manasik

 


Sukabumi, Ybia Indonesia - Pelatihan manasik haji bagi anak usia dini, merupakan salah satu upaya dasar dalam rangka pembelajaran Rukun Islam yang ke-5 yaitu menunaikan Haji bagi yang mampu. Kegiatan ini akan sangat diharapkan dapat memberikan dampak psikologis yang positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak mulai usia dini.

Demikian dikatakan ketua HIMPAUDI kecamatan Kalapanunggal, Eli Yulianti S. Pd yang didampingi jajarannya saat mengikuti pelatihan manasik di aula gedung serba guna Yayasan Baitul Insan Ar-raasyid Palasari girang desa Kalapanunggal, kecamatan kalapanunggal, kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Senin, (21/10/24). 

Kegiatan pelatihan manasik tersebut berlangsung dari pukul 08.00-14.00 wib dengan menghadirkan pemateri K.H Rahmat Hidayat dari Cicurug yang juga merupakan pengisi pengajian di majelis taklim Yayasan Baitul insan Ar-raasyid. 

"Hal tersebut sangat penting, di mana pendidikan anak usia dini adalah pendidikan pada masa usia keemasan yang merupakan pendidikan fundamental, artinya memberikan penanaman karakter dalam pembentukan kepribadian anak menuju generasi bangsa yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia pada usia dini, " Kata Eli Yulianti, S. Pd. 



Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan yang dilaksanakannya itu merupakan bagian dari pemantapan panitia dalam persiapan dan kesiapan pelaksanaan manasik nanti yang puncak acaranya tanggal 30 Oktober, dan akan dilaksanakan di lapangan sepak bola Kalapanunggal dengan peserta tidak kurang dari 1800 anak-anak PAUD. 

Tidak hanya HIMPAUDI kecamatan kalapanunggal. Sambungnya, juga melibatkan wilayah kecamatan Kabandungan dan pada pelaksanaannya nanti bakal dihadiri oleh unsur wilayah setempat. "Kami berharap pada pelaksanaannya nanti bisa berjalan sesuai rencana, sukses dan lancar, " Harapnya. 

Menutup rangkaian kegiatan semua panitia foto bersama, dengan latar belakang miniatur Ka'bah. (La)

Pemdes Makasari Adakan Pelatihan IKM Diikuti Puluhan Peserta

 


Sukabumi, Ybia Indonesia - 40 orang peserta yang terdiri dari Kepala sekolah, guru PAUD, RA, dan TK Se-desa Makasari mengikuti pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di aula kantor desa Makasari, kecamatan Kalapanunggal, kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Rabu, (18/9/24) pukul 09.00 wib - selesai. 

Dalam kegiatan tersebut sekaligus menghadirkan 2 (dua) pemateri, yaitu; Lala Nurlatifah M.Pd dengan materinya "desiminasi budaya positif", dan Ai Suherti S.Pd., M.Pd dengan materi "implementasi kurikulum merdeka". 

Dengan digelarnya pelatihan tersebut, ketua ranting desa Makasari Ela Nurlaela S.A.P menyambut baik dan mengucapkan Terima kasih kepada pemerintah Desa Makasari (pemdes) yang sudah memfasilitasi pelatihan IKM. 

"Kegiatan seperti ini sangat penting bagi guru PAUD, RA, dan TK khususnya yang ada di wilayah desa Makasari, semoga kedepannya desa Makasari semakin maju dan sukses," Kata Ela Nurlaela S.A.P di sela kegiatan. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan pelatihan tersebut diadakan oleh desa Makasari, dan sumber dana yang digunakannya dari anggaran dana desa tahun 2024.

Tampak hadir mengikuti kegiatan dan jalannya acara; Kepala desa Makasari yang diwakili oleh bunda PAUD desa Makasari, ketua HIMPAUDI kecamatan Kalapanunggal, ketua PKG kecamatan Kalapanunggal, dan bunda PAUD kecamatan Kalapanunggal yang diwakili oleh Pokja 2. (Dj)

Hari Kemerdekaan, Anak PAUD KB Melati 2 Ikuti Lomba

 



Sukabumi, Ybia Indonesia - Ketika Hari Kemerdekaan Indonesia tiba, masyarakat akan melaksanakan sebuah kegiatan, mulai dari upacara pengibaran bendera, pentas seni, pawai, hingga perlombaan. 

Acara perlombaan sendiri bukan hanya bisa diikuti oleh orang dewasa saja, melainkan juga anak-anak yang masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK) atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). 

Seperti yang diikuti oleh anak-anak PAUD KB Melati 2 di kampung Cirangkong RT RT 17 RW 07, desa Makasari, kecamatan Kalapanunggal, kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Di hari kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-79 tersebut pihak sekolah mengadakan berbagai perlombaan. 

"Perlombaan dapat menjadi wadah bagi anak-anak untuk menumbuhkan rasa nasionalisme, sportifitas, dan keceriaan dalam merayakan hari bersejarah bangsa," Kata guru PAUD KB Melati 2, Ela Nurlaela Kamis, (15/8/24). 

Beragam lomba yang diadakan di pendidikan anak usia dini (PAUD) dirancang dengan cermat agar sesuai dengan usia dan kemampuan anak-anak. 

"Lomba-lomba ini tidak hanya menghibur, tetapi juga bertujuan untuk melatih keterampilan motorik, keterampilan sosial, dan semangat kompetitif yang sehat pada anak," Katanya. (Adj)

Tarian Tradisional Warnai Pensi di SDN Ciawi 03




Bogor, Ybia Indonesia- Kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan salah satu program kegiatan yang termasuk dalam Implementasi Kurikulum Merdeka. SD negeri Ciawi 03 kabupaten Bogor Jawa Barat, menerapkan kurikulum tersebut dengan berbagai kegiatan, salah satunya pentas seni (pensi) oleh siswa-siswi didiknya.

Kegiatan tersebut mengusung tema: "membumi dengan budaya melangit dengan kreativitas". Selasa, (25/6/24) yang berlangsung dari pukul 08.00 wib-selesai. Kearifan lokal merupakan kekayaan budaya masyarakat suku-suku bangsa yang memiliki potensi luar biasa. (Red)

Jelang Kenaikan Kelas Siswa PAUD KB Melati 2 Ikuti Gladi resik

 



Sukabumi, Ybia Indonesia - menjelang digelarnya pentas seni dan kenaikan kelas, siswa didik PAUD KB Melati 2 yang akan dilaksanakan ada hari Kamis, 13 Juni 2024 pihak sekolah mulai melaksanakan gladi resik di DTA At-Taqwa Cirangkong RT 017 RW 007, desa Makasari, kecamatan Kalapanunggal, kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Hal itu dilakukan guna memastikan persiapan dan kesiapan mereka pada saat pelaksanaanya nanti. 

Dalam kegiatan tersebut salah satu staff guru PAUD KB Melati 2 memimpin langsung jalannya gladi resik. Namun sebelum itu, disampaikan beberapa informasi dan agenda acara kepada orang tua mereka agar pada pelaksanaan nanti bisa mengikutinya dengan tertib dan mengetahui apa saja yang akan ditampilkan. 

"Kegiatan hari ini untuk persiapan dan kesiapan besok saat pelaksanaan pentas seni dan kenaikan kelas, ada beberapa kreasi seni yang akan ditampilkan Anak-anak dan juga hapalan lainnya," Kata Ela Nurlaela, S.AP di sela kegiatan. Rabu, (12/6/24) siang. 

Pantauan awak media saat berada di lokasi tampak ikut menyaksikan langsung jalannya gladi resik Kepala sekolah PAUD KB Melati 2, H.Oos Jarkatni dan jajaran, orang tua siswa, dan warga sekitar. 

"Mudah-mudahan pada pelaksanaanya nanti bisa berjalan lancar, ini berkat adanya kerjasama yang baik pihak sekolah dan orang tua siswa," Pungkasnya. (Adj)

Selamat Hari Kebangkitan Nasional



Ybia Indonesia - Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Tahun 2024 ini menjadi peringatan Harkitnas yang ke-116 tahun.

Mengutip dari laman resmi Kemdikbud RI, penetapan Harkitnas diambil dari tanggal berdirinya organisasi pergerakan nasional yaitu Boedi Oetomo. 

Peringatan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat dan kesadaran masyarakat Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

Tampilkan Kreasi Seni, Wisuda di PAUD KB Melati 2 Berlangsung Meriah




Sukabumi, Ybia Indonesia - Pentas kreasi seni turut mewarnai pelepasan dan wisuda siswa-siswi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) KB Melati 2 di Cirangkong, desa Makasari, kecamatan Kalapanunggal, kabupaten Sukabumi Jawa Barat, pada Kamis, (15/6/23) pukul 08.00 - selesai. 

Wisuda puluhan siswa-siswi PAUD tahun pelajaran 2022/2023 tersebut berlangsung meriah, dan dilaksanakan di halaman MDT At-Taqwa Kedusunan Cirangkong RT 017/007 dengan menampilkan berbagai kesenian. 

Acara diawali dengan penampilan fashion show oleh orang-tua dan anak-anak, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, mars Sukabumi, mars Himpaudi, sambutan dari ketua lembaga sekolah, dan prosesi wisuda. 

Dalam sambutannya kepala PAUD KB Melati 2, H.Oos Jarkatni mengucapkan Terima kasih kepada orang tua siswa-siswi PAUD yang sudah memberikan kepercayaannya selama ini kepada lembaganya, dan menitipkan anak-anaknya. 



"Mohon maaf atas segala kekurangan nya, alhamdulillah sampai saat ini lembaga kami masih bisa berdiri bahkan alumni sudah ada yang di SMA", kata H.Oos Jarkatni. 

Tidak hanya itu, pihaknya juga mengajak dan mempersilahkan bagi orang tua yang mempunyai anak usia dini untuk dimasukkan ke PAUD KB Melati 2. "Cukup dengan membawa persyaratan akte, kartu keluarga, dan tidak dipungut uang pendaftaran", katanya. 

Dalam kesempatan itu, tampak hadir Camat kalapanunggal Arif Solihin, S.Ip, bunda PAUD kecamatan kalapanunggal, penilik PAUD, ketua Himpaudi, kepala Desa Makasari Rina Nuraeni M.Kes, ketua MUI Desa Makasari, ketua RT, ketua RW, tokoh masyarakat setempat, dan tamu undangan lainnya. 

"Dan tak lupa saya mengucapkan Terima kasih kepada kepala MDT At-Taqwa yang sudah mengijinkan lembaga kami menggunakan bangunan sekolah nya untuk aktivitas KB Melati 2," Pungkasnya. (La/red)

PAUDQu Kharisma, Berawal dari Kepedulian



Ciawi Bogor, Ybia Indonesia - Pembentukan karakter anak harus dilakukan sejak usia dini, sebab jika sudah terlanjur memasuki usia sekolah dasar sangat sulit dilakukan. Fakta inilah yang melatarbelakangi warga Kampung Bakom, Desa Ciawi,Kecamatan Ciawi, mendirikan Taman Kanak-kanak Al-Qur'an (TKQ).

“TKQ Kharisma dirikan 4 Desember 2006 lalu, untuk menampung anak-anak usia dini yang ada di Kampung Bakom, belajar menulis bahasa Arab dan membaca Al-Qur'an,” kata Kepala TKQ Kharisma RD.Sri Sunarti, S.Pd. Kamis, (2/2/23).


Sejak berdiri hingga sekarang, kata Sri, TKQ Kharisma, sudah meluluskan sedikitnya 500 anak. “Mereka umumnya sudah mengenal baca dan tulis huruf Al Qur’an yang berasal dari bahasa Arab,” ujarnya.

Karena tujuan membentuk karakter anak yang berahlakul kharimah, Sri menegaskan, TKQ (PAUDQu-red) yang dipimpinnya ini tidak menerapkan biaya tinggi, kepada orang tua yang ingin anaknya didik supaya bisa membaca ayat Al Qur’an dan menulis huruf Arab. 

“TKQ ini dibentuk dari warga untuk warga, jadi kami tidak mematok harga tinggi seperti TK lainnya,” pungkasnya. (*)

Pendidikan dan Kebudayaan Miliki Keterkaitan yang Sangat Erat


Ybia Indonesia - Betapa pentingnya sebuah pendidikan yang melihat proses kebudayaan. Pendidikan dan kebudayaan memiliki keterkaitan yang sangat erat, di mana pendidikan dan kebudayaan berbicara pada tataran yang sama, yaitu nilai-nilai. Perspektif sosiokultural menggambarkan keadaan individu dan bagaimana perilaku mereka dipengaruhi oleh faktor-faktor khusus di lingkungan sekitar dengan sosial budayanya. *

Foto: kantor yayasan Baitul insan Ar-Raasyid