Ybia Indonesia - Djamaludin Malik adalah sosok yang membangun fondasi industri perfilman nasional dari nol hingga diakui dunia. Ia tidak hanya memproduksi gambar bergerak, tetapi juga merupakan pelopor kesejahteraan insan film.
Dari Pegawai Pelayaran Menjadi Konglomerat
- Lahir di Padang pada 13 Februari 1917, Djamaludin mewarisi darah bangsawan dari keturunan Raja Pagaruyung
- Mengawali karier sebagai pegawai di perusahaan pelayaran Belanda, Koninklijke Paketvaart Maatschappij
- Insting bisnisnya yang tajam membawanya menjadi pengusaha besar melalui Djamaludin Malik Concern
Membangun Kejayaan Persari
- Mendirikan kelompok sandiwara Bintang Timur untuk menghibur para pejuang kemerdekaan
- Memfasilitasi artis dan sutradaranya dengan mobil Chevrolet dan rumah di kawasan elit Kebayoran Baru
- Produksi film berwarna melalui film Rodrigo de Villa (1952)
- Gagas Festival Film Indonesia (FFI) pada tahun 1955
- Membawa Indonesia bergabung dengan Federasi Produser Film se-Asia
Politik dan Benteng Budaya Muslim
- Mendirikan Lesbumi (Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia) bersama Usmar Ismail dan Asrul Sani
- Menjabat sebagai anggota DPRGR/MPRS dan Ketua III Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
Akhir Hayat Sang Maestro
- Menderita penyakit komplikasi yang memaksanya menjalani perawatan di Muenchen, Jerman Barat
- Wafat pada 8 Juni 1970, dan dimakamkan di TPU Karet Bivak
- Diberi gelar Bintang Mahaputra Adipradana II pada tahun 1973
.jpg)
Tidak ada komentar
Posting Komentar