Ybia Indonesia - Suasana sebelum keberangkatan umroh Yayasan Baitul Insan Ar-Raasyid selalu dipenuhi dua rasa yang bercampur menjadi satu: sedih dan bahagia.
Bahagia, karena akhirnya penantian panjang itu terjawab. Setelah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun menabung, berdoa, dan merindu, hari ini Allah panggil untuk datang ke Baitullah. Mimpi untuk melihat Ka'bah secara langsung, untuk sujud di Masjidil Haram, sebentar lagi akan menjadi kenyataan.
Sedih, karena harus meninggalkan keluarga tercinta di rumah. Pelukan terakhir dengan suami, istri, anak, dan orang tua menjadi momen yang paling mengharukan. Air mata tumpah, bukan karena tak ikhlas, tapi karena rasa sayang dan berat untuk berpisah, meski hanya sementara.
Tangis sedih dan bahagia inilah yang membuat momen keberangkatan umroh begitu istimewa dan tak akan terlupakan. Semua rasa itu melebur menjadi satu doa: semoga Allah menjaga keluarga di rumah, melancarkan perjalanan, dan menerima ibadah kami.
Selamat jalan para Tamu Allah, berangkat dengan tangis rindu, pulang membawa umroh yang mabrur.

Tidak ada komentar
Posting Komentar