Profil Lengkap Ustaz Abdul Somad: Dai Fenomenal, Perjalanan Akademik, hingga Deretan Kontroversinya

Tidak ada komentar


Ybia Indonesia - Nama Profesor H. Abdul Somad Batubara, Lc., D.E.S.A., Ph.D., atau yang lebih akrab disapa Ustaz Abdul Somad (UAS), tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Dikenal sebagai pendakwah dengan gaya penyampaian yang lugas namun diselingi humor, UAS telah menjadi fenomena tersendiri dalam peta dakwah Islam modern di tanah air.


Garis Keturunan dan Pendidikan yang Mumpuni

Lahir di Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara pada 18 Mei 1977, UAS mewarisi darah ulama dari garis ibunya, Rohana, yang bersambung kepada Syekh Abdurrahman atau Tuan Syekh Silau Laut I, seorang ulama sufi beraliran Tarekat Syattariyah.

Pendidikan UAS kental dengan nuansa Al-Qur'an dan hadis. Setelah menyelesaikan sekolah menengah di Riau, ia mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih beasiswa ke Universitas Al-Azhar, Kairo, mengalahkan ratusan peserta lainnya. Tak berhenti di situ, ia melanjutkan studi magister di Institut Darul-Hadits Al-Hassaniyah, Maroko—sebuah lembaga prestisius yang hanya menerima sedikit mahasiswa asing setiap tahunnya. Gelar Doktor (Ph.D) ia raih kemudian dari Universitas Islam Omdurman, Sudan, pada 2019.


Karier: Dari Akademisi hingga Dai Sejuta Umat

Sebelum fokus sepenuhnya di jalur dakwah, UAS adalah seorang akademisi. Ia menjabat sebagai dosen tetap di UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau sejak 2008 hingga 2019. Namun, popularitasnya yang meledak seiring perkembangan internet membuatnya memutuskan mundur dari status PNS demi dedikasi penuh pada jadwal ceramah yang padat.

Selain berdakwah, UAS aktif di berbagai organisasi keagamaan seperti Al Washliyah dan Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti). Ia juga mendirikan beberapa yayasan pendidikan, termasuk Yayasan Hajjah Rohana di Sumatera Utara dan Riau.


Sorotan dan Kontroversi

Perjalanan dakwah UAS tidak lepas dari badai kontroversi. Beberapa pernyataannya dalam video ceramah sempat memicu perdebatan publik dan reaksi keras dari berbagai pihak:

- Pernyataan Terkait Salib: Pada 2019, UAS dilaporkan ke polisi terkait ceramahnya yang menyinggung simbol salib.

- Pandangan Ekonomi: UAS pernah mengajak jemaahnya untuk mengutamakan belanja di toko muslim meski pelayanan kurang memuaskan, demi penguatan ekonomi umat.

- Boikot Produk: Ia sempat menuai kritik karena mengharamkan berbelanja di gerai kopi internasional tertentu yang dianggap mendukung kebijakan pro-LGBT.

- Pandemi Covid-19: Di awal pandemi, UAS sempat menyebut virus tersebut sebagai "tentara Allah", meski kemudian ia sendiri menceritakan pengalaman pribadinya berjuang melawan gejala yang mirip dengan Covid-19.


Penolakan di Luar Negeri

Gaya bicaranya yang vokal dan dianggap ekstrem oleh beberapa otoritas negara membuat UAS beberapa kali mengalami penolakan masuk ke luar negeri. Kasus terbaru yang paling menyita perhatian adalah saat ia ditolak masuk ke Singapura pada Mei 2022. Pemerintah Singapura beralasan bahwa UAS kerap menyebarkan ajaran yang dianggap bisa memicu perpecahan di masyarakat multikultural.

Menanggapi hal itu, UAS memberikan respons keras yang menyinggung sejarah wilayah Melayu dan hubungan diplomatik kedua negara. Selain Singapura, UAS juga tercatat pernah ditolak masuk ke Hong Kong, Timor Leste, Jerman, Inggris, dan Belanda.


Kehidupan Pribadi

Dalam kehidupan pribadinya, UAS sempat membangun rumah tangga dengan Mellya Juniarti pada 2012 dan dikaruniai seorang putra, sebelum akhirnya bercerai pada 2019. Pada tahun 2021, ia memulai lembaran baru dengan menikahi Fatimah Az Zahra Salim Barabud dan kini telah dikaruniai putra kedua.

Hingga saat ini, sosok Ustaz Abdul Somad tetap menjadi magnet bagi jutaan umat muslim di Indonesia. Terlepas dari segala kontroversinya, UAS tetap dipandang sebagai sosok ulama yang cerdas dengan penguasaan ilmu hadis dan fikih yang sangat dalam.


Sumber: Wikipedia

Tidak ada komentar

Posting Komentar