Ybia Indonesia - Kesultanan Kasepuhan Cirebon adalah salah satu dari tiga kesultanan yang terbentuk setelah pembagian Kesultanan Cirebon pada tahun 1679. Berikut adalah daftar Sultan yang memimpin Kesultanan Kasepuhan Cirebon:
- Sultan Sepuh I: Pangeran Raja Adipati Syamsudin Martawijaya (1679-1697)
- Sultan Sepuh II: Sultan Sepuh Jamaludin (1697-1723)
- Sultan Sepuh III: Sultan Sepuh Jaenudin (1723-1753)
- Sultan Sepuh IV: Sultan Sepuh Amir Sena Muhammad Jaenudin (1753-1773)
- Sultan Sepuh V: Sultan Sepuh Safiudin Muhammad Khaerudin / Sultan Matangaji (1773-1786)
- Sultan Sepuh VI: Sultan Sepuh Hasanuddin (1786-1791)
- Sultan Sepuh VII: Sultan Sepuh Joharuddin (1791-1815)
- Sultan Sepuh VIII: Sultan Sepuh Raja Udaka (1815-1845)
- Sultan Sepuh IX: Sultan Sepuh Raja Radjaningrat (1845-1880)
- Sultan Sepuh X: Sultan Sepuh Raja Atmadja (1880-1899)
- Sultan Sepuh XI: Sultan Sepuh Aluda (1899-1942)
- Sultan Sepuh XII: Sultan Sepuh Alexander Rajaningrat (1942-1969)
- Sultan Sepuh XIII: Sultan Sepuh Maulana Pakuningrat (1969-2010)
- Sultan Sepuh XIV: Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat (2010-2020)
- Sultan Sepuh XV: PRA Luqman Zulkaedin (menjabat sejak 2020)
Kondisi Terkini: Polemik Takhta
Saat ini, terdapat dinamika internal terkait kepemimpinan di Keraton Kasepuhan. Selain PRA Luqman Zulkaedin, terdapat beberapa pihak lain yang mengklaim takhta berdasarkan garis keturunan tertentu, di antaranya:
- Rahardjo Djali (dikukuhkan oleh pendukungnya sebagai Sultan Aloeda II)
- Heru Nur Syamsi (mengaku sebagai Sultan berdasarkan silsilah keturunan Sultan Sepuh IV)
Sumber: Wikipedia
.jpg)
Tidak ada komentar
Posting Komentar