Nusaibah binti Ka‘ab: Wanita Pemberani yang Melindungi Rasulullah ﷺ di Perang Uhud

Tidak ada komentar


Ybia Indonesia - Hari itu, Gunung Uhud menjadi saksi sebuah pertempuran yang mengguncang langit dan bumi. Debu beterbangan, pedang beradu, dan darah para syuhada mengalir di medan perang. Kaum Muslimin awalnya berada di atas kemenangan, namun takdir Allah menguji mereka ketika sebagian pasukan pemanah meninggalkan posnya. Keadaan berbalik. Barisan kaum Quraisy menyerbu dari arah belakang.

Di tengah kekacauan itu, tersebar kabar yang membuat jantung para sahabat hampir berhenti berdetak: “Muhammad telah terbunuh!” Sebagian kaum Muslimin terpukul, sebagian lain terdiam tak percaya. Namun di antara gemuruh pedang dan teriakan perang, ada satu sosok wanita yang berdiri tegak—hatinya tak goyah sedikit pun. Dia adalah Nusaibah binti Ka‘ab رضي الله عنها, dikenal dengan nama Ummu ‘Umarah.


Melindungi Rasulullah dengan Tubuhnya Sendiri

Ia menghadang setiap serangan yang mengarah kepada Nabi ﷺ. Pedang musuh datang bertubi-tubi, namun ia tepis dengan perisainya. Anak panah melesat, namun ia berdiri sebagai tameng hidup. Dalam riwayat disebutkan, Ummu ‘Umarah mengalami lebih dari 12 luka parah di tubuhnya—di pundak, lengan, dan leher.


Ibu yang Mendahulukan Rasulullah dari Segalanya

Anaknya, Abdullah bin Zaid, terluka parah di medan perang. Ummu ‘Umarah membalut lukanya dengan cepat lalu berkata: “Bangkitlah, Nak. Bela Rasulullah!” Ketika seorang musuh menyerang anaknya, Ummu ‘Umarah maju dan menebas musuh itu hingga tewas.


Doa yang Lebih Berharga dari Dunia

Melihat keteguhan imannya, Rasulullah ﷺ berdoa untuknya: “Ya Allah, jadikan mereka (keluarga Ummu ‘Umarah) sebagai teman-temanku di surga.” Mendengar doa itu, Ummu ‘Umarah berkata dengan penuh keyakinan: “Aku tidak peduli lagi dengan apa pun yang menimpaku di dunia setelah ini.” 

Tidak ada komentar

Posting Komentar