Ybia Indonesia - Imam Ahmad bin Hanbal, seorang ulama besar dan ahli hadis, pernah mengalami sebuah kisah yang sangat menarik. Beliau bercerita tentang perjalanannya ke kota Bashrah, Irak, di mana beliau tidak memiliki janji dengan siapa pun dan tidak ada hajat tertentu.
Saat tiba di Bashrah, Imam Ahmad memutuskan untuk shalat Isya di masjid. Setelah shalat, beliau ingin tidur di masjid, tetapi marbot masjid tidak mengizinkan dan bahkan mengusirnya. Imam Ahmad kemudian tidur di teras masjid, tetapi marbot kembali mengusirnya.
Beliau kemudian bertemu dengan seorang penjual roti yang mengizinkan beliau untuk menginap di tempatnya. Penjual roti itu memiliki kebiasaan unik, yaitu selalu mengucapkan istighfar setiap kali melakukan sesuatu, seperti meletakkan garam, memecahkan telur, atau mencampur gandum.
Imam Ahmad penasaran dan bertanya kepada penjual roti itu tentang kebiasaannya. Penjual roti itu menjawab bahwa ia telah melakukan itu selama 30 tahun dan semua hajatnya telah dikabulkan Allah, kecuali satu.
Imam Ahmad bertanya apa itu, dan penjual roti itu menjawab bahwa ia masih belum dipertemukan dengan Imam Ahmad. Seketika itu juga, Imam Ahmad bertakbir dan memberitahu penjual roti itu bahwa Allah telah mendatangkan beliau ke Bashrah karena istighfarnya.
.jpg)
Tidak ada komentar
Posting Komentar