Ybia Indonesia - Maulana Syeikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, yang dikenal sebagai Hamzanwadi, adalah seorang Pahlawan Nasional asal Nusa Tenggara Barat. Beliau merupakan seorang reformator pendidikan Islam di Lombok yang memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerahnya.
Reformator Pendidikan Islam di Lombok
Sebelum kedatangannya, pendidikan Islam di Lombok umumnya masih bersifat tradisional (sistem halaqah). Sepulangnya dari Makkah (lulusan Madrasah Ash-Shaulatiyah), beliau memperkenalkan sistem klasikal (madrasah) yang lebih modern, terstruktur, dan memiliki kurikulum yang jelas.
Pendirian NWDI dan NBDI
Tonggak sejarah terpenting beliau adalah mendirikan dua lembaga pendidikan induk:
- NWDI (Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah): Didirikan pada tahun 1937 khusus untuk kaum laki-laki.
- NBDI (Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah): Didirikan pada tahun 1943 khusus untuk kaum perempuan.
Pelopor Pendidikan Perempuan
Pendirian NBDI merupakan langkah revolusioner pada zamannya. Beliau mendobrak tabu budaya saat itu yang membatasi akses pendidikan bagi perempuan. Beliau meyakini bahwa perempuan memiliki hak yang sama untuk cerdas dan menjadi tiang negara.
Integrasi Agama dan Kebangsaan
Pendidikan ala Hamzanwadi tidak hanya berfokus pada akhirat, tetapi juga menanamkan rasa cinta tanah air (Hubbul Wathan minal Iman). Para santri dididik untuk menjadi pejuang kemerdekaan yang religius. Nama "Nahdlatul Wathan" sendiri berarti "Kebangkitan Tanah Air".
Organisasi Nahdlatul Wathan (NW)
Pada tahun 1953, beliau mendirikan organisasi Nahdlatul Wathan untuk menaungi dan mengembangkan sekolah-sekolah yang telah didirikannya. Hingga kini, ribuan madrasah dan sekolah di bawah naungan NW tersebar di seluruh Indonesia, dari tingkat TK hingga Perguruan Tinggi.
Maulana Hamzanwadi adalah "Bapak Pendidikan NTB" yang berhasil mengubah wajah sosial masyarakat Sasak dan NTB dari keterbelakangan dan kebodohan menjadi masyarakat yang terpelajar. Warisannya bukan hanya gedung sekolah, melainkan semangat perjuangan melalui pena dan ilmu.
.jpg)
Tidak ada komentar
Posting Komentar