Ybia Indonesia - Di tanah Jawa Barat, pernah hidup seorang ulama yang tidak banyak bicara tentang dirinya, namun sangat dalam pengaruhnya terhadap umat. Beliau adalah Al-Magfurlah KH. Ahmad Thoha Mustawi RA, sosok ulama kharismatik yang dikenal karena keluasan ilmu, kewibawaan akhlak, dan kesederhanaan hidupnya.
Nasab & Kelahiran
Data pasti mengenai tempat dan tahun kelahiran beliau memang tidak ditemukan secara administratif. Beberapa riwayat menyebutkan beliau lahir sekitar tahun 1895, pada masa penjajahan, ketika pencatatan kelahiran belum menjadi perhatian utama masyarakat pribumi. Beliau adalah putra ke-8 dari 10 bersaudara, dari pasangan KH. Hasan Mustawi dan Hj. Siti Mariyah RA.
Beliau bukan hanya alim dalam keilmuan, tetapi juga berhasil menjadi ayah sekaligus guru utama bagi putra-putranya, yang kelak tumbuh menjadi ulama besar dan tokoh keilmuan nasional:
- KH. Ahmad Busyiri Muslim (Pengasuh Pondok Pesantren Al-Burdah, Soreang)
- KH. Hidayat Taufiq (Pimpinan Majelis Al-Bariziyyah wal Mahmudiyyah, Soreang)
- Prof. Dr. (HC) KH. Muhyiddin Abdul Qodir Al-Manafi, MA (Pengasuh Pondok Pesantren Islam Internasional Terpadu Asy-Syifa wal Mahmudiyyah, Sumedang)
Dari sisi nasab, beliau memiliki garis keturunan yang mulia:
- Dari jalur ibu, nasab beliau bersambung kepada Rasulullah ﷺ.
- Dari jalur ayah, beliau merupakan keturunan Syekh Qurrotul ‘Ain, penyebar Islam di tanah Sunda sebelum era Walisongo, yang memiliki putri Nyimas Subang Karancang, istri Prabu Siliwangi.
Warisan yang Terus Hidup
Walau jasad beliau telah kembali ke rahmatullah, namun ilmu, adab, dan jejak pendidikannya tetap hidup. Ia mengalir melalui para murid. Ia tumbuh melalui keturunannya. Ia berdiri tegak melalui pesantren dan majelis ilmu yang lahir dari didikannya. Beliau membuktikan bahwa ulama besar tidak selalu tampil megah, tetapi hadir dengan ketenangan, keteladanan, dan keberkahan yang panjang umurnya dalam sejarah umat.
Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan ridha-Nya kepada Al-Magfurlah KH. Ahmad Thoha Mustawi RA, serta menjadikan kita bagian dari mata rantai ilmu dan akhlak beliau. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
.jpg)
Tidak ada komentar
Posting Komentar