Biografi Singkat Ulama Tawadhu Buya Sepuh Darussurur KH. Raden Muhammad Yahya (wafat 29 Maret 2009)
Ybia Indonesia - KH. Raden Muhammad Yahya, yang dikenal luas dengan panggilan Buya Sepuh, adalah ulama karismatik dan pendiri Pondok Pesantren Darussurur di Cimahi, Jawa Barat. Beliau dikenal sebagai sosok alim yang memadukan kedalaman tasawuf, ketegasan hukum Islam, dan kerendahan hati dalam dakwah.
Buya Sepuh lahir dari pasangan KH. Muhammad Azhari dan Hj. Khodijah. Dalam perjalanan hidupnya, beliau tidak hanya dikenal sebagai mursyid Thariqah Qodiriyah wa Naqsabandiyah, tetapi juga pernah mengemban amanah sebagai hakim di Pengadilan Agama, menunjukkan keluasan ilmunya dalam bidang tasyri’ wal ahkam (hukum Islam).
Pesantren Darussurur yang beliau dirikan menjadi pusat pendidikan ruhani dan keilmuan, tempat bertemunya syariat, tasawuf, dan adab. Hingga kini, pesantren tersebut terus berkembang dan diteruskan oleh putra beliau, KH. Muhammad Sulaiman Jazuli Yahya (Buya Anom).
Salah satu dawuh Buya Sepuh yang terus dikenang dan menjadi cermin akhlak seorang alim adalah: “Urang téh teu meunang boga rasa saluhureun batur.” (Kita tidak boleh merasa lebih tinggi dari orang lain). Sebuah nasihat sederhana, namun dalam—yang menegaskan bahwa ilmu sejati tidak melahirkan kesombongan, tetapi kerendahan hati.
Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan ridha-Nya kepada Buya Sepuh, serta menjaga keberkahan ilmu dan sanad beliau melalui generasi penerusnya.
Al-Hikmah Wal-Mahmuudiyyah
Merawat hikmah, menjaga adab, menyambung sanad keilmuan.
.jpg)
Tidak ada komentar
Posting Komentar