Ybia Indonesia - Ada satu pertempuran, yang jarang orang mengingatnya, di mana Sekutu sampai dibuat mati kutu. Itulah Pertempuran Bojongkokosan di Sukabumi Jawa Barat pada ujung 1945. Salah satu tokoh yang bersinar pada pertempuran itu adalah Eddy Sukardi.
Pertempuran Bojongkokosan terjadi pada 9-12 Desember 1945 di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Itu adalah pertempuran antara pejuang republik melawan konvoi pasukan Sekutu yang membawa tawanan perang dan tahanan sipil menuju Bandung.
Di tengah perjalanan, konvoi itu disergap pejuang kemerdekaan Indonesia di dekat Cicurug. Pertempuran dimulai ketika pasukan TKR Sukabumi di Pos Cigombong mendapatkan informasi tentang kedatangan pasukan Inggris, Gurkha, dan NICA yang hendak masuk ke wilayah Sukabumi.
Karena itulah, TKR langsung melakukan pemblokiran dengan menduduki posisi pertahanan di tepi tebing utara dan selatan jalan di Bojongkokosan. Menurut beberapa sumber, pemblokiran ini terjadi sepanjang 81 kilometer. Dari sekitar Cigombong hingga Ciranjang di Kabupaten Cianjur.
Dalam konvoi itu, pasukan Sekutu diperkuat oleh puluhan tank, kendaraan lapis baja, dan truk yang membawa ribuan pasukan Gurkha. Ketika mendekati tebing Bojongkokosan, konvoi itu diserbu oleh tembakan pejuang kemerdekaan.
Pertempuran sempat terhenti karena hujan deras tapi berlanjut lagi keesokan harinya. Pasukan Sekutu yang ketakutan akhirnya mengundang pemimpin TKR dan pemerintah daerah untuk berunding. Diwakili Komandan Resimen III Letnan Kolonel Eddy Sukardi, gencatan senjata pun disetujui dan konvoi akhirnya bisa melanjutkan perjalanan ke Bandung.
Tapi gencatan senjata itu ternyata cuma bertahan sehari. Pada 10 Desember 1945, pasukan Sekutu melakukan serangan pembalasan. Mereka melakukan pemboman udara di langit Sukabumi yang menewaskan sekitar 73 pejuang. Tak hanya itu, ratusan warga sipil juga terluka, ratusan rumah di sekitar Kompa dan Cibadak juga hancur.
Sementara di sisi pasukan Sekutu, ada ratusan tentara yang tewas, dan ratusan lainnya terluka parah, dan 30 tentara menyerah – terutama pada pertempuran hari pertama.
Pertempuran ini ternyata punya dampak besar terhadap kehadiran Inggris di Indonesia yang tak lama.
Berbagai sumber

Tidak ada komentar
Posting Komentar