Ybia Indonesia - Kisah ini menceritakan karomah ulama asal Aceh, Syekh Abdurrauf As-Singkily, saat terjadi kemarau di Mesir. Syekh Abdurrauf meminta izin kepada gurunya, Syekh Ahmad Al-Qusyasyi, untuk naik haji, namun gurunya memerintahkan beliau ke Mesir untuk berkhalwat mengingat Allah SWT selama 12 bulan di dekat Gua Sungai Nil.
Dengan karomah gurunya, dalam sekejap Syekh Abdurrauf pun sampai di Mesir. Saat itu, Mesir sedang dilanda musibah dengan tidak turun hujan selama kurang lebih satu tahun. Syekh Abdurrauf kemudian melaksanakan shalat istisqa' dengan khusyu' dan tawadhu' kepada Allah SWT.
Dengan takdir Allah, saat beliau mulai mengangkat tangan membaca takbiratul ihram, petir pun muncul dan binatang di langit menghilang. Seketika itu langit menjadi hitam pekat, pertanda akan turun hujan lebat. Beliau pun meneruskan shalat hingga sempurna, namun tidak basah satu helai benang pun.
Sultan Mesir kemudian memberikan 3 kilogram emas kepada Syekh Abdurrauf sebagai tanda hajatnya tertunaikan. Emas tersebut dibagikan kepada orang-orang yang kurang mampu, fakir, miskin, dan anak yatim.
Pesan Syekh Abdurrauf kepada rakyat Mesir: "Kalau betul-betul kita beriman dan takut kepada Allah, maka kita patuhi dan taati segala peraturan Allah, maka Allah akan memberi kita berkah dan rahmat, maka negeri aman."
Kisah ini diambil dari kitab Sejarah ringkas Auliya’ Allah Solihin Syeikh Abdurrauf bin Ali Al-Fansuri As-Singkili (Syiah Kuala), penulis Imam Mawlana Abdul Manaf Amin Padang.
.jpg)
Tidak ada komentar
Posting Komentar