Ybia Indonesia - Berdasarkan manuskrip kuno yang ditemukan di wilayah Besemah, pada sekitar tahun 10 Hijri (631 Masehi), Nusantara pernah dikunjungi seorang tokoh bergelar "Puyang Sri Nuruddin".
Melihat dari gelarnya "Nuruddin" atau "Cahaya Agama", diduga sang tokoh adalah seorang juru dakwah Islam dan salah seorang dari sahabat Rasulullah.
Bahkan di dalam manuskrip itu diceritakan, Puyang Sri Nuruddin wafat pada tahun 50 Hijri (670 Masehi), beliau kemudian dimakamkan di sekitar Muara Lematang Sumatera Selatan.
Terlepas dari kevalidan data manuskrip tersebut, informasi ini sangat menarik untuk dikaji, terutama terkait awal mula masuknya Islam di Nusantara.
KEDATUAN SRIWIJAYA dan BANI UMAYYAH
Berdasarkan data sejarah, tahun 10-50 Hijri (631-670 Masehi), merupakan awal mula terbentuknya Kedatuan Sriwijaya, yang ditandai dengan keberadaan Prasasti Kedukan Bukit tahun 683 Masehi.
Selepas kunjungan Puyang Sri Nuruddin, kemudian dikisahkan adanya kunjungan berikutnya yang di dalam manuskrip bergelar Puyang Sri Umayullah.
Puyang Sri Umayullah ini, diduga utusan dari Kekhalifahan Bani Umayyah dan memiliki keterkaitan dengan korespodensi antara Maharaja Sriwijaya dengan Khalifah Umar bin Abdul Aziz (99-101 Hijri).
Kunjungan dari Puyang Sri Umayullah ini dikisahkan terjadi pada hari ke-14, bulan Haji (bulan Zulhijjah), tahun 101 (Hijri).
Diceritakan rombongan Puyang Sri Umayullah ini kemudian menetap di wilayah Sumatera Selatan, dan menjadi leluhur bagi sebagian penduduk di daerah itu.
WaLlahu a’lamu bishshawab

Tidak ada komentar
Posting Komentar