Ybia Indonesia - Pondok Buntet Pesantren punya peranan penting dalam penyebaran Thoriqot Tijani di nusantara.Kiai Anas, kakek dari istri Kiai Anis Wahdi berbai'at langsung pada Syekh Muhammad Alfa Hasyim yang berbai'at pada Syaikh al-Hajj al-Sa’id yang berbai'at pada Syaikh Amr bin Sa’id al-Futi yang berbai'at pada Muhammad al-Ghala yang berbai'at pada Ahmad al-Tijani, dan Syekh Tijani langsung dari Rasulullah SAW.
Selain Kiai Anas, kakak Kiai Anas yaitu Kiai Abbas juga turut menyusul berbai'at pada thoriqoh Tijani. Kiai Abbas tertinggal berbai'at karena statusnya sebagai mursyid thoriqoh lain yaitu Syatariah namun karena keluasan dan kedalaman ilmunya beliau kemudian bisa berbai'at juga pada thoriqoh tijani yaitu lewat Syekh Ali Al Thayyib murid dari Syekh Alfa Hasyim.
Konon, Syekh Ali muqim cukup lama di Indonesia untuk menyebarkan thoriqoh ini hingga kemudian Suatu ketika sang syekh bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad SAW dan Syekh al-Tijani (syekh utama dan pendiri Tarekat Tijaniyah). Dalam mimpinya Syek al-Tijani mengatakan bahwa masih ada satu lagi seorang calon muqoddam yang berada di Pesantren Buntet Kab. Cirebon.
Setelah terjaga, Syek Ali Thoyib lantas berkirim surat kepada Kiai Abbas yang isinya meminta mengirimkan adik beliau yang juga adik dari Kiai Anas yaitu Kiai Akyas untuk dibai'at menjadi muqoddam thoriqoh tijani. Mulanya Kiai Akyas sempat menolak karena ada syarat menjadi muqoddam yang belum bisa dipenuhinya namun akhirnya beliau memenuhinya.
Generasi setelah Kiai Anas adalah Kiai Hawi (Menantu sekaligus keponakan Kiai Abbas dan Kiai Anas), Kiai Muhammad (Brebes), Kiai Bakri (Kasepuhan, Cirebon), Kiai Muhammad Rais (Cirebon), Kyai Murtadha Said (Buntet, beliau juga putra dari Kiai Said pendiri Ponpes Gedongan), Kiai Abdul Khoir, dan Kyai Shaleh (Pasawahan, Cirebon) lalu Kyai Badruzzaman (Garut) dan Kyai Ustman Dhamiri (Cimahi, Bandung). Nama-nama yang disebut di ataslah yang kemudian punya andil banyak dalam menyebarkan salah satu thoriqoh mu'tabar yang diakui NU ini.

Tidak ada komentar
Posting Komentar