Penjaga, penyalin dan penulis naskah-naskah kuno manuskrip Nusantara.
Ybia Indonesia - Beliau adalah Pengajar Tarikat Qodariyyah Wa Naksyabandiyyah, sewaktu muda beliau senang berguru kepada ulama-ulama alim sambil berkelana keliling Pulau Jawa. Diantara daerah-daerah yang pernah disinggahinya ; Jati Barang, Cirebon, Jawa Tengah, Madura, Banten [diceritakan dalam Serat Jaka Sari, sebuah tembang yg menceritakan perjalanan hidupnya].
Ia juga pernah menjadi pekerja proyek pembangunan tanggul sepur jaman Belanda, menurut penuturan para sepuh Cikedung, Sepur Penganten [Pertama] yg melintas pada rel tanggul sepur itu terjadi pada tahun 1911. Setelah berkeliling Pulau Jawa kemudian ia menetap di Desa Mundakjaya, Kecamatan Cikedung Indramayu. Sebelum menjadi Mursyid, beliau berguru kepada Syeikh Abdulgofar [Mama Khatijah Desa Lunggadung, Cikedung]. Mama Khatijah adalah murid daripada Syeikh Abdulmanan, Paoman Indramayu dan Syeikh Abdulmanan adalah murid daripada Syeikh Tolabuddin [Mama Tolha] Kalisapu Cirebon.
Dalam keseharian, K.H. Abdullah banyak menyalin kitab-kitab kuno (Manuskrip Kuno), beberapa diantaranya :
Serat Pralayajati
Babad Dermayu
Babad Cirebon
Syeikh Madekur - Kasan Basari
Syeikh Jabar
Siti Maleha
Siti Ningrum
Manakib Syeikh Abdul Qadir Al-jilani
Serat Yusuf
Ater-ater Kaulan
Kidungan
Primbon
Wejangan Mursid
Dll
Setelah perjalanan panjang akhirnya karya-karya tulis KH. Abdullah Munjul, Mundakjaya – Cikedung bisa didokumentasikan Pihak Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan, Badan Litbang dan Diklat Kementrian Agama.
Dengan bantuan teman-teman dari Cirebon dan Indramayu yang terus memotivasi kami, Sanggar Aksara Jawa mencoba terus berjuang untuk mencari dan menyelamatkan sumber-sumber karya intelektual anak bangsa [di Indramayu]. keberadaan naskah kuno menjadi sangat penting, Naskah kita sedang Go International" menurut penuturan Prof.H. Abd. Rahman Mas'ud, Ph.D. dalam Silaturahmi Litbang Diklat, "Menemukan Islam Nusantara dari Naskah Nusantara".
Semoga ruh beliau tetap hidup dan dikenang, generasi muda kudu weruh dan mau meneruskan sisi-sisi perjuangannya. KH. Abdullah semenjak kecil gemar menuntut ilmu agama, beliau sampai berkeliling Pulau Jawa untuk mewujudkan cita-citanya menjadi tokoh ulama. Dalam pergerakan, beliau juga bergabung dengan teman-temannya dari Cirebon, Indramayu. Kala itu ikut mengusir Cina Rambut Kepang yang sangat ekslusif tidak mau bergaul dgn masyarakat [Jakasari, sebuah Autobiografi dalam tembang].
Terakhir Beliau berguru kepada Syeikh Abdul Gofar Lunggadung, yg merupakan murid daripada Syeikh Abdulmanan Paoman. Kemudian mulai menetap di Desa Munjul dan menjadi Pemuka Agama dan Budayawan di sana, diantara karya2 beliau, ada yg ditulis dgn Aksara Carakan, Pegon dan Arab Gundul (salinan/copy) adalah ;
1. Babad Dermayu
2. Kidung Bobotan / Ruwatan
3. Adam Jalalah
4. Siti Maleha
5. Sultan Rum
6. Pralayajati
7. Syekih Jabar
8. Manakib Syeikh Abdul Qadir Al-zilani
9. Syeikh Madekur
10. Syeikh Mukhayat
11. Serat Yusuf
12. Jakasari
13. Nyi Gandasari
14. Babad Cirebon
15. Satus Pitakonan
16. dll

Tidak ada komentar
Posting Komentar