Filosofi Ketupat

Tidak ada komentar



Ketupat bukan sekadar hidangan Lebaran, ia menyimpan filosofi hidup yang dalam.


Ybia Indonesia - Anyaman janur yang rumit melambangkan kesalahan dan dosa manusia yang saling terkait. Namun di dalamnya, tersimpan nasi putih yang suci, melambangkan hati yang bersih setelah saling memaafkan.

Bentuknya yang segi empat melambangkan kiblat papat lima pancer, yang berarti ke mana pun manusia melangkah, ia harus selalu ingat kepada Allah sebagai pusat kehidupannya.

Ketupat juga mengajarkan keseimbangan. Ia harus direbus lama dalam air mendidih agar matang sempurna, seperti kesabaran yang ditempa oleh ujian hidup.

Maka saat kita memotong ketupat, ingatlah untuk memaafkan dan kembali menjadi fitrah.


Tidak ada komentar

Posting Komentar