Ybia Indonesia - Kiai Abd. Adzim Sidogiri adalah seorang kiai yang sangat disiplin dalam menjaga waktu salat. Beliau membawa tiga jam untuk perbandingan dan memukul bel kloning untuk menentukan waktu salat yang tepat. Masyarakat Sidogiri sangat menghargai ketepatan waktu salat Kiai Abd. Adzim, sehingga mereka berpegang pada waktu beduk Sidogiri.
Kiai Abd. Adzim tidak pernah salat di akhir waktu, bahkan jika ada tamu, beliau tidak segan-segan meninggalkannya untuk salat berjamaah di masjid. Sebelum salat, beliau duduk terlebih dahulu sekitar 15 menit, kemudian berdiri langsung takbir, "Allâhu Akbar!". Konon, saat takbiratul ihram, kaca-kaca dan dinding di masjid bergetar.
Habib Abdullah bin Abdul Qadir Bilfaqih menjelaskan bahwa getaran itu disebabkan oleh istighrâq, yaitu di hati meniadakan selain Allah. Kiai Abd. Adzim mengharuskan santri berjamaah lima waktu, dan beliau tidak segan-segan mengejar santri yang tidak mengikuti salat berjamaah.
Suatu ketika, Kiai Abd. Adzim mengejar santri yang sedang mengambil mangga sambil berteriak, "Salat, salat, salat!!". Santri-santri itu lari pontang-panting, mengambil wudu, dan pergi ke masjid. Anehnya, Kiai Abd. Adzim sudah mengimami satu rakaat ketika mereka tiba di masjid.
Sumber: buku "Jejak Langkah 9 Masyayikh Sidogiri (1)" diterbitkan oleh 'Sidogiri Penerbit'
.jpg)
Tidak ada komentar
Posting Komentar