Ybia Indonesia - Di antara berbagai tradisi budaya Sunda yang masih lestari hingga hari ini, Kuda Kosong menjadi salah satu ikon budaya khas dari Kabupaten Cianjur. Tradisi ini menampilkan seekor kuda yang dihias dengan berbagai ornamen tradisional lalu diarak dalam helaran budaya tanpa penunggang.
Tradisi Kuda Kosong dipercaya berawal dari masa pemerintahan Raden Aria Wiratanudatar I, yang dikenal sebagai Bupati pertama Cianjur pada abad ke-17. Utusan dari Cianjur pernah dikirim ke Kerajaan Mataram untuk menyampaikan tanda kesetiaan dengan membawa upeti sederhana berupa hasil bumi.
Sebagai balasannya, raja Mataram memberikan hadiah seekor kuda kepada utusan dari Cianjur. Kuda tersebut tidak ditunggangi, melainkan dituntun sepanjang perjalanan sebagai bentuk penghormatan kepada pemimpin Cianjur saat itu.
Seiring waktu, tradisi ini berkembang menjadi bagian dari helaran budaya masyarakat Cianjur. Kuda dihias dengan ornamen khas, lalu diiringi musik tradisional seperti kendang, gong, dan terompet Sunda. Arak-arakan tersebut biasanya diikuti berbagai kelompok kesenian dan masyarakat yang memadati jalan untuk menyaksikannya.
Kuda Kosong tidak hanya menjadi simbol sejarah, tetapi juga bagian dari identitas budaya Cianjur. Tradisi ini sering ditampilkan dalam berbagai acara daerah, terutama dalam perayaan Hari Jadi Kabupaten Cianjur setiap 12 Juli.
Melalui tradisi ini, masyarakat tidak hanya menikmati sebuah pertunjukan budaya, tetapi juga diingatkan kembali pada sejarah panjang berdirinya Cianjur.

Tidak ada komentar
Posting Komentar