Mama Eyang Cibabat: Penjaga Ilmu, Penjaga Batin, Penjaga Tanah Pasundan

Tidak ada komentar


Ybia Indonesia - Beliau adalah RD. KH. Muhammad Kurdi RA, sosok ulama yang menghadirkan ilmu dengan adab, dakwah dengan kebijaksanaan, dan tasawuf dengan keseimbangan syariat.


Santri Kelana Pencari Kebenaran

- Menempuh jalan para pencari ilmu, berkelana dari pesantren ke pesantren di Tatar Sunda

- Memegang teguh prinsip: Adab sebelum ilmu, Niat sebelum amal

- Menempuh perjalanan hingga ke Haramayn—Makkah dan Madinah—menyambung sanad keilmuan kepada para ulama yang mata rantai tersambung hingga Rasulullah ﷺ


Ilmu yang Membumi

- Membumikan Islam agar bisa dipahami masyarakat Sunda dengan bahasa dan budaya mereka sendiri

- Mengajarkan: Al-Qur’an, Akidah, Fikih, Tasawuf, Sirah Nabi ﷺ

- Ini bukan sekadar dakwah, tetapi ijtihad kultural—agar Islam terasa dekat, bukan asing di tanah sendiri


Pesantren & Amanah Zaman

- Mendirikan Pesantren Cibabat di Cimahi

- Mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN), membimbing umat membersihkan hati dan menundukkan ego

- Dipercaya sebagai Penghulu Besar Bandung pada masa awal kemerdekaan (1946–1950)


Seruan Kesadaran

- Melalui karya seperti Uncuing dan Tongeret, beliau menegur dengan bahasa Sunda yang halus namun menghunjam: “Hirup ulah saukur hirup. Ibadah ulah ditunda, sabab waktu moal ngantosan jalma anu lalawora.”

- Sebuah panggilan agar manusia sadar sebelum terlambat


Warisan yang Tak Pernah Padam

- Jasad beliau telah kembali ke tanah, namun ilmu, adab, dan perjuangannya tetap hidup—di pesantren, di tarekat, di kitab, dan dalam doa umat

- Mama Eyang Cibabat bukan hanya milik Cimahi, beliau adalah warisan Islam Nusantara—bukti bahwa Islam dan budaya Sunda dapat berjalan seiring, saling menguatkan, dan saling memuliakan 

Tidak ada komentar

Posting Komentar