KH Opo Musthofa "Mama Kandang Sapi": Ulama Sufi Cianjur yang Disebut Sahabat Seperjuangan Soekarno

Tidak ada komentar


Ybia Indonesia - KH Opo Musthofa, yang lebih dikenal dengan sebutan "Mama Kandang Sapi", adalah seorang ulama kharismatik kelahiran Garut tahun 1848. Beliau dikenang sebagai kiai sederhana, santun, dan dermawan, sekaligus tokoh spiritual yang disebut-sebut memiliki kedekatan dengan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.


Mondok Bersama di Bale Rante

Mama Kandang Sapi pernah menimba ilmu di Bale Rante, Cirebon, dalam satu kobong (asrama) bersama Soekarno muda. Kedekatan sejak masa nyantri itulah yang disebut-sebut menjadi awal hubungan akrab keduanya.


Kisah "Kabut Tebal" Saat Agresi Belanda

Salah satu kisah yang terus hidup di tengah masyarakat adalah peristiwa ketika Kampung Kandang Sapi dihujani bom dan tembakan dari pesawat Belanda. Saat warga dan santri panik menyelamatkan diri, Mama justru berlari ke lokasi sasaran tembak. Di tengah situasi genting itu, beliau menengadahkan tangan memohon perlindungan Allah SWT.


Asal-Usul Nama "Kandang Sapi"

Sebutan "Kandang Sapi" muncul karena kediaman Mama selalu dipenuhi warga yang datang untuk berobat lahir dan batin. Konon, suatu hari seorang tamu memaksa meminta pengobatan. Mama akhirnya memberikan air putih dalam batok kelapa yang telah didoakan. Atas izin Allah SWT, tamu tersebut sembuh.


Mendirikan Pesantren dan Dakwah Tasawuf

Pada usia 50 tahun, Mama hijrah ke Cianjur dan mendirikan pesantren sekitar tahun 1897. Ia berguru kepada sejumlah ulama besar, di antaranya Syeikh Kholil Bangkalan di Madura serta para ulama di Cirebon dan Benda Gadung.


Ulama Dermawan dan Disiplin Spiritual

Mama Kandang Sapi dikenal sebagai kiai sufi yang tekun beribadah. Ia disebut menjalani puasa hampir setiap hari sejak remaja, kecuali pada hari-hari yang diharamkan berpuasa atau saat menghormati tamu.


Wafat dan Warisan Spiritual

Mama Kandang Sapi wafat pada 1977 dalam usia yang diyakini mencapai 133 tahun. Sesuai wasiatnya, ia dimakamkan di depan masjid kayu yang didirikannya. 

Tidak ada komentar

Posting Komentar