Ybia Indonesia - Gunung Santri di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, menyimpan kisah bersejarah tentang perjalanan dakwah Islam di tanah Banten. Di tempat ini, seorang ulama bernama Syekh Muhammad Sholeh bin Abdurrahman menjalankan peran penting dalam penyebaran agama Islam, sekaligus menjadi tokoh sentral dalam legenda karomah yang masih dipercaya masyarakat hingga kini.
Syekh Muhammad Sholeh dikenal sebagai santri dari dua tokoh Wali Songo, yakni Sunan Ampel dan Sunan Gunung Jati. Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia mendapat amanah untuk berdakwah ke wilayah barat Pulau Jawa. Saat itu, Banten masih berada di bawah kekuasaan Kerajaan Pajajaran dan mayoritas penduduknya memeluk agama Hindu.
Dalam perjalanannya, Syekh Muhammad Sholeh sempat mencari Maulana Hasanuddin, putra dari Sunan Gunung Jati, yang lebih dahulu berangkat ke Banten. Pertemuan keduanya terjadi di Gunung Lempuyang, dekat Kampung Merapit, Desa Ukir Sari. Namun, karena Maulana Hasanuddin merasa terpanggil untuk mengislamkan wilayah Banten lebih dalam, Syekh Sholeh akhirnya menetap dan berdakwah di kawasan Gunung Santri yang kini menjadi tempat ziarah bagi banyak orang.
Konflik muncul ketika Prabu Pucuk Umun, Raja Pajajaran, menantang Maulana Hasanuddin dalam sebuah adu ayam jago. Tantangan itu bukan sekadar adu hewan, melainkan pertarungan kehormatan dan kekuasaan. Taruhannya adalah nyawa.
Setelah melalui musyawarah dengan para pengawal, Syekh Muhammad Sholeh yang maju mewakili. Dalam kisah yang diyakini masyarakat, Syekh Sholeh menunjukkan karomahnya dengan berubah menjadi seekor ayam jago dan memenangkan pertarungan tersebut.
Meski kalah, Prabu Pucuk Umun menolak menerima hasil itu dan memilih melancarkan serangan. Terjadilah pertempuran antara pasukannya dan pasukan Maulana Hasanuddin. Akhirnya, kekuatan Pajajaran dikalahkan dan mundur ke wilayah selatan, yang kini dikenal sebagai tanah suku Baduy.
Syekh Muhammad Sholeh wafat pada tahun 1550 Hijriah atau 958 Masehi, dalam usia 76 tahun. Ia dimakamkan di puncak Gunung Santri, sesuai dengan pesan terakhirnya kepada para santri. Di sekitar makamnya, terdapat pula makam empat sahabatnya: Malik, Isroil, Ali, dan Akbar, yang setia menemani Syekh Muhammad Sholeh dalam menyebarkan ajaran Islam.
Kini, Gunung Santri telah berkembang menjadi sebuah objek wisata religi yang menarik perhatian banyak peziarah dan wisatawan. Tempat ini tak hanya menyuguhkan kedalaman spiritual, tetapi juga menghidupkan kembali kisah karomah Syekh Muhammad Sholeh yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Banten.

Tidak ada komentar
Posting Komentar