Istiqamah Ngaji Sahih Bukhari Selama 50 Tahun, Berziarah Ke Makam Imam al-Bukhari

Tidak ada komentar

 



Ybia Indonesia - Pendiri Pondok Ploso, KH Jazuli Utsman, wafat tahun 1976. Kepengasuhan di Pondok Ploso bersifat Majelis Keluarga seluruh Putra Kiai Jazuli. Untuk Al-Falah Induk Pengasuh Utama adalah KH Nurul Huda Jazuli (Ayahanda Gus Kautsar). Jika dihitung hingga tahun 2026 ini, Kiai Nurul Huda mengasuh Pondok Ploso sudah 50 tahun. Teriring doa saya أبقاه الله بالسلامة والعافية والبركة وأفاض علينا من بركاته 


Ada dua kitab yang dijadikan wiridan Yai Huda. Wiridan maksudnya selalu diulang setelah khatam setiap hari, yaitu Sahih Bukhari setiap selesai Ashar, dan Tafsir Jalalain selesai Magrib. Untuk kitab lain terkadang sebagai penyerta saja, seperti Irsyadul Ibad, Bidayatul Hidayah, kadang di bulan Ramadan ngaos Taklimul Mutaallim, dan sebagainya.

Melihat postingan kawan-kawan alumni Ploso yang menyertai Mbah Yai Huda disambut resmi oleh Kedutaan Indonesia di Uzbekistan, pertemuan dengan pimpinan wilayah Uzbek, lebih terharu saat rombongan bisa khataman di area makam Imam al-Bukhari, serta Mbah Yai Huda diizinkan masuk ke depan makam Imam al-Bukhari, dengan melantunkan doa, mengingatkan saya pada peristiwa lama, di mana para penduduk Samarkand beramai-ramai ziarah ke makam Imam al-Bukhari dan berdoa di sisi makam Imam al-Bukhari. Al-Hafidz Adz-Dzahabi mencatat peristiwa ini pada tahun 464 H. Berikut kutipannya:


ﻗﺤﻂ اﻟﻤﻄﺮ ﻋﻨﺪﻧﺎ ﺑﺴﻤﺮﻗﻨﺪ ﻓﻲ ﺑﻌﺾ اﻷﻋﻮاﻡ، ﻓﺎﺳﺘﺴﻘﻰ اﻟﻨﺎﺱ ﻣﺮاﺭا، ﻓﻠﻢ ﻳﺴﻘﻮا، ﻓﺄﺗﻰ ﺭﺟﻞ ﺻﺎﻟﺢ ﻣﻌﺮﻭﻑ ﺑﺎﻟﺼﻼﺡ ﺇﻟﻰ ﻗﺎﺿﻲ ﺳﻤﺮﻗﻨﺪ ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ: ﺇﻧﻲ ﺭﺃﻳﺖ ﺭﺃﻳﺎ ﺃﻋﺮﺿﻪ ﻋﻠﻴﻚ.


Di Samarkand pernah terjadi masa kekeringan selama beberapa tahun. Lalu penduduk Samarkand melakukan Salat Istisqo berkali-kali, namun belum diberi hujan. Kemudian datang seorang laki-laki yang saleh dan dikenal dengan kesalehannya kepada seorang Hakim di Samarkand. Orang tersebut mengajukan satu pendapat.


ﻗﺎﻝ: ﻭﻣﺎ ﻫﻮ؟ ﻗﺎﻝ: ﺃﺭﻯ ﺃﻥ ﺗﺨﺮﺝ ﻭﻳﺨﺮﺝ اﻟﻨﺎﺱ ﻣﻌﻚ ﺇﻟﻰ ﻗﺒﺮ اﻹﻣﺎﻡ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺇﺳﻤﺎﻋﻴﻞ اﻟﺒﺨﺎﺭﻱ، ﻭﻗﺒﺮﻩ ﺑﺨﺮﺗﻨﻚ، ﻭﻧﺴﺘﺴﻘﻲ ﻋﻨﺪﻩ، ﻓﻌﺴﻰ اﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﻳﺴﻘﻴﻨﺎ. ﻗﺎﻝ: ﻓﻘﺎﻝ اﻟﻘﺎﺿﻲ: ﻧﻌﻢ ﻣﺎ ﺭﺃﻳﺖ.


Hakim tersebut bertanya Apa pendapatmu? lalu dia berpendapat agar Hakim dan penduduk Samarkand datang ke makam Imam Al Bukhari, di kawasan Hartang. Kemudian berdoa meminta hujan di sisi makam tersebut. Semoga Allah memberi hujan kepada kita. Hakim tersebut berkata "bagus pendapatmu".


ﻓﺨﺮﺝ اﻟﻘﺎﺿﻲ ﻭاﻟﻨﺎﺱ ﻣﻌﻪ، ﻭاﺳﺘﺴﻘﻰ اﻟﻘﺎﺿﻲ ﺑﺎﻟﻨﺎﺱ، ﻭﺑﻜﻰ اﻟﻨﺎﺱ ﻋﻨﺪ اﻟﻘﺒﺮ، ﻭﺗﺸﻔﻌﻮا ﺑﺼﺎﺣﺒﻪ، ﻓﺄﺭﺳﻞ اﻟﻠﻪ -ﺗﻌﺎﻟﻰ- اﻟﺴﻤﺎء ﺑﻤﺎء ﻋﻈﻴﻢ ﻏﺰﻳﺮ ﺃﻗﺎﻡ اﻟﻨﺎﺱ ﻣﻦ ﺃﺟﻠﻪ ﺑﺨﺮﺗﻨﻚ ﺳﺒﻌﺔ ﺃﻳﺎﻡ ﺃﻭ ﻧﺤﻮﻫﺎ، ﻻ ﻳﺴﺘﻄﻴﻊ ﺃﺣﺪ اﻟﻮﺻﻮﻝ ﺇﻟﻰ ﺳﻤﺮﻗﻨﺪ ﻣﻦ ﻛﺜﺮﺓ اﻟﻤﻄﺮ ﻭﻏﺰاﺭﺗﻪ


Kemudian Hakim tersebut bersama umat Islam datang ke makam Imam Bukhari meminta hujan kepada Allah. Orang-orang menangis di dekat makam juga meminta syafaat dengan pemilik makam. Lalu Allah menurunkan hujan yang sangat deras. Mereka berada di sekitar makam Imam Bukhari hingga 7 hari. Mereka tidak bisa kembali ke Samarkand karena banyaknya air hujan. (Siyar A'lam An-Nubala, 12/469)


Kilas Balik Makam Imam al-Bukhari 

Di tayangan Kick Andy, ada penjelajah dari Indonesia antar negara dengan naik mobil. Sesampainya di Uzbekistan ia ke makam Imam al-Bukhari. Oleh penjaga ditanya dari mana? Ia menjawab dari Indonesia. Ia pun disuruh masuk ke makam Imam al-Bukhari. Selesai ziarah dia bertanya pada penjaga, mengapa ia diizinkan masuk? Sementara peziarah lain hanya dari luar.

Penjaga tadi bercerita bahwa dulu makam Imam al-Bukhari tidak terawat. Saat negara Soviet akan didatangi Pak Karno, beliau minta diantar ke makam Imam al-Bukhari. Melihat makam Imam al-Bukhari yang tidak terurus, Pak Karno meminta kepada Presiden Soviet agar makam Imam al-Bukhari dibangun. Sejak saat itu, meskipun Soviet negara k*munis membuatkan Masjid dan sekolah Islam di sekitar makam Imam al-Bukhari. Penjaga tersebut berkata bahwa area makam Imam al-Bukhari terawat karena jasa Presiden Soekarno.

Tidak ada komentar

Posting Komentar