Ybia Indonesia - Di sebuah desa kecil, hiduplah seorang pemuda bernama Ammar. Ia dikenal rajin beribadah dan selalu berusaha jujur dalam setiap urusannya. Namun hidup Ammar tidaklah mudah. Sejak ayahnya wafat, ia harus bekerja keras membantu ibunya, sementara hasil usahanya sering kali tidak sebanding dengan lelah yang ia rasakan.
Suatu hari, Ammar kehilangan dompet berisi uang hasil kerja seharian. Hatinya gelisah. Dengan langkah gontai, ia duduk di sudut masjid setelah salat Maghrib. Air matanya menetes, namun lisannya tak henti berdoa, “Ya Allah, aku tidak tahu mengapa ini terjadi, tapi aku yakin Engkau Maha Mengetahui.”
Keesokan harinya, seorang lelaki tua mendatangi rumah Ammar. Di tangannya, dompet yang hilang itu. Lelaki tersebut berkata, “Anak muda, aku menemukannya di jalan. Kejujuranmu terlihat dari kartu kecil berisi catatan ayat Al-Qur’an di dalam dompet ini. Aku ingin mengembalikannya.”
Tak hanya itu, lelaki tersebut ternyata pemilik usaha besar di kota. Ia menawarkan Ammar pekerjaan yang lebih baik karena kagim pada kesabaran dan kejujurannya. Ammar terdiam, hatinya bergetar. Ia sadar, kehilangan kemarin bukanlah musibah, melainkan jalan Allah untuk memberinya kebaikan yang lebih besar.
Sejak saat itu, Ammar semakin yakin bahwa Allah tidak pernah menyia-nyiakan air mata orang yang sabar.
Pesan Moral:
- Kesabaran adalah kunci pertolongan Allah
- Kejujuran akan selalu menemukan jalannya
- Apa yang kita anggap kehilangan, bisa jadi adalah awal dari kebaikan yang lebih besar
.jpg)
Tidak ada komentar
Posting Komentar