Ybia Indonesia - Nama Abdurrahman Wahid selalu lekat dengan humor cerdas, pandangan nyentrik, dan kalimat-kalimat yang kerap terdengar seperti teka-teki. Namun sejarah berkali-kali menunjukkan bahwa ucapannya bukan sekadar guyon. Beberapa justru menjelma kenyataan. Inilah tiga di antaranya:
1. Kalimat Sunyi di Tengah Kekuasaan
Di hadapan Soeharto, Gus Dur pernah melontarkan kalimat yang terdengar mustahil pada masanya. Ia mengatakan bahwa Soeharto akan turun dari kursi presiden, dan tak lama setelah itu, dirinya sendiri akan memimpin negeri ini. Waktu bergerak. Reformasi datang. Soeharto lengser. Gus Dur pun benar-benar menjadi Presiden RI. Sejarah mencatatnya tanpa perlu garis bawah tebal.
2. Membaca Masa Depan dari Gang Kota
Saat Joko Widodo masih memimpin Solo dan Basuki Tjahaja Purnama belum menjadi tokoh nasional, Gus Dur sudah melontarkan prediksi yang membuat banyak orang mengernyit. Katanya, Jokowi akan menjadi presiden, dan Ahok akan menjadi gubernur. Tahun-tahun berlalu. Indonesia menyaksikan sendiri bagaimana ucapan itu berubah menjadi fakta politik.
3. Dari Ajudan ke Orang Nomor Satu di Polri
Gus Dur juga pernah berkata bahwa ajudan pribadinya, Sutarman, kelak akan menjabat Kapolda, lalu berakhir sebagai Kapolri. Ramalan itu seperti bisikan kecil di tengah hiruk-pikuk. Namun pada 2013, di era Susilo Bambang Yudhoyono, Sutarman resmi dilantik sebagai Kapolri. Tepat seperti yang pernah diucapkan.
Penutup Kecil
Apakah ini intuisi tajam, pengalaman panjang membaca manusia, atau sekadar kebetulan yang terlalu sering terjadi? Apa pun jawabannya, Gus Dur meninggalkan jejak kata yang hingga kini masih membuat kita berhenti sejenak dan berkata: “Waktu memang punya caranya sendiri untuk menjelaskan.”
.jpg)
Tidak ada komentar
Posting Komentar