Ybia Indonesia - Mama Sempur, atau KH. Tubagus Ahmad Bakri (1839-?), adalah ulama besar dan tokoh penting asal Purwakarta, pendiri Pesantren As-Salafiyyah, dikenal atas keilmuan mendalamnya dalam fiqih, tasawuf, dan sastra Sunda, serta memiliki silsilah keturunan hingga Sunan Gunung Jati, menjadi guru bagi banyak tokoh dan peziarah masih berdatangan ke makamnya di Desa Sempur.
Latar Belakang & Keluarga
Nama Lengkap: KH. Tubagus (Tb) Ahmad Bakri.
Lahir: Tahun 1839 M (1259 H) di Citeko, Plered, Purwakarta, Jawa Barat.
Nasab: Keturunan langsung dari Sultan Ageng Tirtayasa dan Sunan Gunung Jati, dengan silsilah yang tersambung hingga Nabi Muhammad SAW.
Julukan: "Mama Sempur," di mana 'Mama' berarti Bapak dalam bahasa Sunda, dan 'Sempur' merujuk pada desanya.
Perjalanan Pendidikan & Keilmuan
Guru-guru: Belajar dari ulama-ulama besar di Nusantara seperti Syaikhona Kholil Bangkalan dan Syaikh Soleh Darat, serta di Mekkah seperti Syaikh Nawawi Al-Bantani dan Syaikh Ahmad Khatib.
Spesialisasi: Menguasai ilmu Tauhid, Fiqih (Mazhab Syafi'i), Tasawuf, Tafsir, Nahwu, dan Sharaf.
Dakwah & Pengaruh
Pesantren: Mendirikan Pondok Pesantren As-Salafiyyah di Sempur pada tahun 1911, menjadi pusat pendidikan agama.
Tarekat: Ahli tarekat yang mengintegrasikan syariat dan tarekat dalam praktik keagamaan.
Karya: Menulis berbagai kitab, termasuk dalam sastra Sunda.
Pejuang: Dianggap sebagai ulama sekaligus pejuang kemerdekaan yang mencetak santri dan mujahid.
Warisan
Makamnya di Desa Sempur, Purwakarta, hingga kini ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah. Sosoknya menjadi rujukan penting dalam sejarah keilmuan dan keislaman Sunda.
Wallahu A'lamu Bisshowab
Sekedar berbagi
Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar
Posting Komentar