Ali Sadikin: Kepala Batu yang Mengubah Jakarta

Tidak ada komentar


Ybia Indonesia - Di penghujung masa kekuasaan Presiden Sukarno, Mayjen KKO Ali Sadikin dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta pada April 1966. Saat itu, Ali Sadikin baru berusia 39 tahun, muda, berani, dan dikenal berkarakter keras. Sukarno menyebutnya sebagai "perwira kopig" alias keras kepala, namun justru itulah alasan ia dipilih.

"Jakarta adalah kota yang keras, dan hanya orang yang sedikit keras pula yang bisa menanganinya," ujar Bung Karno.

Ternyata pilihan itu sangat tepat. Dalam masa kepemimpinannya yang berlangsung selama sebelas tahun (1966-1977), Ali Sadikin menjelma menjadi sosok legendaris yang diakui sebagai gubernur terbaik yang pernah memimpin Jakarta.

Di tangannya, Jakarta yang semula semrawut dan kumuh berubah menjadi kota metropolitan modern, pusat kegiatan ekonomi, budaya, dan hiburan. Ali Sadikin tidak hanya mengatur, tetapi juga berani mengambil risiko demi kemajuan ibu kota.

Ia menggagas berbagai proyek monumental yang hingga kini menjadi ikon Jakarta, seperti:

- Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai pusat kesenian dan budaya

- Kawasan wisata Ancol yang mengubah pantai utara menjadi destinasi rakyat

- Pekan Raya Jakarta (PRJ) sebagai simbol kemajuan dan perayaan ulang tahun kota

- Proyek Senen sebagai pusat perdagangan modern

- Taman Ria Monas yang menjadi tempat rekreasi warga

- Kebun Binatang Ragunan yang ditata ulang menjadi lebih tertib dan edukatif

Keberaniannya tak berhenti di sana. Ali Sadikin dikenal tegas, disiplin, dan tidak segan berseteru dengan siapa pun yang menghambat pembangunan. Ia juga menyentuh sektor sosial dan kebersihan kota, menertibkan kawasan kumuh, serta menggalakkan kebiasaan hidup bersih di tengah masyarakat urban.

Namun, popularitas dan kemandirian pikirannya justru menjadi pedang bermata dua. Di tengah sistem politik yang sarat kepentingan, Ali Sadikin perlahan tersingkir dari lingkaran kekuasaan. Meski demikian, jejak kepemimpinannya tetap abadi membuktikan bahwa seorang pemimpin yang berani melawan arus bisa meninggalkan warisan yang tak lekang oleh waktu.

Tidak ada komentar

Posting Komentar