Salah satu Masjid tertua di Cirebon

Tidak ada komentar

 



Ybia Indonesia - Masjid ini dibangun oleh seorang bernama Syarif 'Abdurrahman. Beliau dari Baghdad. Gelarnya syarif, berarti beliau adalah salah seorang bangsawan dari keturunan Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam. Syarif 'Abdurrahman datang bersama 3 adiknya bernama Syarif 'Abdurrahim, Syarif Kaafi, dan Syarifah Bagdad. Tidak ada data pasti terkait tarikh beliau mendaratkan kaki di Cirebon, pastinya adalah di abad 14. 

Beliau semua diterima oleh Pangeran Cakrabuwana. Singkatnya, Syarif 'Abdurrahman ditempatkan di wilayah. Beliau mengembangkan kerajinan gerabah atau 'jun' dalam bahasa setempat. Hingga wilayah ini dijuluki Panjunan. Sementara Syarif 'Abdurrahim ditempatkan di wilayah sekarang bernama Kejaksan.

Tahun 1480, Syarif 'Abdurrahman diperintah untuk membangun sebuah tajug (tempat ibadah) untuk mengakomodir para pendatang dari Timur Tengah. Masjid ini menggunakan arsitektur khas setempat dengan atap tajug dan beberapa material bata merah. Sebab itu lah kemudian masjid ini disebut Masjid Merah Panjunan. Hal yang paling kentara adalah di pagar dan interiornya.

Gerbangnya berbentuk belah bentar dengan beberapa ornamen dari porselen, pun di interiornya. Atapnya terbuat dari sirap kayu jati berbentuk tajug (piramid) dengan mastaka (mahkota/puncak atap) terbuat dari tanah liat. Ada yang tau tentang makna dari bentuknya ? Boleh komentar di bawah ya. 

Atapnya sempat diganti dengan genting tanah, kemudian diganti lagi dengan sirap kayu jati. Masjid ini ditopang dengan kayu jati dengan ornamen sorotan tanpa finishing cat, khas seperti masjid agung di seluruh Jawa. Tiang atau sakanya ditopang dengan umpak berhias ornamen padma. Materialnya adalah batu putih.

Tidak ada komentar

Posting Komentar