Ujian Berupa Kenikmatan

Tidak ada komentar



ﺑِﺴْـــــــــــــــــﻢِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢ

اَلسَلامُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اَللهِ وَبَرَكاتُهُ‎


Ybia Indonesia - Kita diberi ujian berupa kesempitan dan kemelaratan, kita mungkin bisa bersabar. Namun, saat semua kenikmatan dan kesenangan hidup diberikan pada kita, sanggupkah kita berada dalam track yang lurus dan benar?

Rasulullah Shallallahu ”Alaihi wa Sallam bersabda:

“Bukanlah kefakiran yang aku takutkan atas kalian. Tetapi aku khawatir akan dibuka lebar (pintu) dunia kepada kalian, seperti telah dibuka lebar kepada orang sebelum kalian. Nanti kalian akan saling bersaing untuk mendapatkannya sebagaimana mereka telah bersaing untuknya. Nantinya (kemewahan) dunia akan membinasakan kalian seperti telah membinasakan mereka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Setiap nikmat akan ditanyakan

Jangan sampai kita mengira bahwa semua kenikmatan yang kita peroleh hari ini, tidak akan ditanyakan.

Nikmat itu bukan pemberian cuma-cuma. Ada harga dan tanggung jawab yang harus kita bayar kelak pada Hari Kiamat.

“Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).” (QS. At-Takatsur: 8)

Tidak ada komentar

Posting Komentar