Ybia Indonesia - Spirit Ramadhan 1444 H / 2023 (Bag. 27) "Lailatul Qadar, Malam Revolusi Spiritual"
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Orang yang mendapatkan Lailatul Qadar akan merasakan kedamaian batin, kebahagiaan yang sempurna, puncak rasa syukur, dari sini #kaP dapat menyimpulkan bahwa: Lailatul Qadar adalah Malam Revolusi Spiritual.
إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ فِى لَيْلَةِ ٱلْقَدْرِ
innā anzalnāhu fī lailatil-qadr
Artinya: 1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.
وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ
wa mā adrāka mā lailatul-qadr
2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
lailatul-qadri khairum min alfi syahr
3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
تَنَزَّلُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ
tanazzalul-malā`ikatu war-rụḥu fīhā bi`iżni rabbihim, ming kulli amr
4. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
سَلَٰمٌ هِىَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ ٱلْفَجْرِ
salāmun hiya ḥattā maṭla’il-fajr
5. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.
(QS. Al Qadar: Ayat 1-5).
Malam Lailatul Qadar sebenarnya menurut pandangan #kaP bersifat individu, itu adalah kulminasi dari ibadahnya yang dilakukan selama bulan Ramadhan.
Pahala ibadah puasa sudah tidak pake hitung-hitungan, karena pahalanya adalah sudah menjadi urusan Allah swt dengan si individu itu sendiri.
Jadi langsung dari sisi Allah swt itu sendiri. Sebagaimana di ungkapkan dalam Hadits :
“Setiap amalan anak Adam akan dilipat gandakan pahalanya. Satu kebaikan akan berlipat menjadi 10 kebaikan sampai 700 kali lipat. Allah berkata, “Kecuali puasa, Aku yang akan membalas orang yang mengerjakannya, karena dia telah meninggalkan keinginan-keinginan hawa nafsu dan makannya karena Aku.” (HR. Muslim)
Jadi bisa dikatakan, bahwa bulan puasa adalah bulan untuk meningkatkan spiritualitas kita dalam bermakrifat Taqoruban ilallah atau berjalan menuju kepada Allah swt.
Dan puncak pencapaian keruhanian tersebut adalah terjadi di sebuah malam di saat si hamba memperoleh kemuliaan dari Allah swt sehingga malam itu disebut sebagai Malam kemuliaan atau malam Lailatul Qodar, yang lebih mulia dari seribu bulan. Atau malam turunnya anugerah Allah SWT kepada si hamba. Karena di malam itu yang terjadi adalah sebuah proses peningkatan ruhani dari si hamba yang sudah bukan lagi Evolusi spiritual tetapi sudah merupakan REVOLUSI SPIRITUAL YANG DAHSYAT, sehingga nilainya setara dengan sebuah meditasi ataupun perjalanan ruhani yang dilakukan selama seribu bulan.
Orang yang mendapatkan Lailatul-qadr akan merasakan kedamaian batin, kebahagiaan yang sempurna, puncak rasa syukur, dari sini #kaP dapat menyimpulkan bahwa: Lailatul Qadar adalah Malam Revolusi Spiritual.
Malam Revolusi Spiritual dapat dimaknai juga, bahwa peraih Lailatul-qadr akan merasakan puncak penghambaan diri, dan itulah kenikmatan hidup yang tak mungkin digambarkan dengan kata dan kalimat dalam bahasa apapun.
Tubuh dan segalanya menjadi nihil. Yang ada semata syukur dan tasbih atas ke-Mutlak-an Allah swt. Karunia Lailatul-qadr adalah pengalaman spiritual yang bersifat sangat personal antara seorang hamba dengan Tuhannya.
Maka jangan percaya kalau ada orang mengklaim telah mendapatkan lailatul-qadr. Sebab pengakuan dan klaim itu justru bertentangan dengan karakter lailatul-qadr: tawadhu', rendah hati dan keikhlasan.
Maka, bila kita ditakdirkan meraihnya, nikmati saja. Dan setiap Muslim, siapapun dia, memiliki peluang meraih karunia Lailatul-qadr di bulan Ramadhan.
Lailatul Qadar, adalah mereka yang digambarkan dalam surat al Qadar, hari lebih baik dari seribu bulan, para malaikat dan malaikat Jibril turun dan dengan izin Allah, berdoa untuk keselamatan seseorang yang mendapatkan Lailatul Qadar.
Siapakah orang yang beruntung memperoleh lailatul qadar? Mereka yang mencapai pengetahuan, kesadaran, pengertian, dan kesatuan hakiki bersama rahasia rahasia Allah.
Mereka ini sudah tidak terpisahkan lagi oleh perasaan dan hijab, antara dirinya dan Allah. Mereka ini sudah tidak bertanya lagi bagaimana dan di mana Allah Azza Wa Jalla. Pencapaian pada puncak inilah yang merupakan kenikmatan hakiki.
Al Qur’an pada malam lailatul qadar, adalah pengetahuan yang membenarkan kebenaran. Sedangkan, lailatul qadar, adalah puncak kesadaran reflektif manusia membangun ketuhanan dan kemanusiaan seperti yang dijelaskan dalam Al Qur’an. Inilah esensi dari Revolusi Spiritual.
Lailatul qadar dimaknai sebagai Malam Revolusi Spiritual, yaitu satu titik di mana jiwa-jiwa orang beriman berada dalam keheningan, kekhusu’an, kejernihan sehingga menyatu dengan kehendak Allah (wihdatul iradah) dalam tindakan-tindakan mereka.
Ramadhan dapat kita maknai juga sebagai sebuah proses pengembalian (reorientasi) jiwa manusia agar kembali ke fitrahnya, yakni berada dalam keimanaan dan ketakwaan kepada Allah.
Sebagai sebuah proses, maka semakin mendekati akhir perjalanan, tentu setiap orang yang mengikuti proses dengan baik akan semakin dekat dengan pencapaian proses.
Demikian juga dengan orang yang menjalankan puasa di bulan Ramadhan, semakin mendekati akhir Ramadhan, tentunya jika ia menjalankannya dengan sepenuh jiwa, ia pun akan semakin mendekati fitrah kemanusiaannya, yakni menjadi hamba yang beriman sekaligus khalifah di dunia yang amanah.
Ketika manusia berada dalam kondisi hening jiwa, ia akan berada dalam fitrah kemanusiaannya dan menyatu dengan kehendak Ilahi (wihdatul iradah), maka setiap tindakan, baik berupa ucapan maupun perbuatan, yang dilakukan akan membawa kemanfaatan yang akan selalu diingat dan menginspirasi orang lain untuk meneladaninya. Sehingga tindakan orang tersebut akan terus hidup sepanjang waktu, bahkan meskipun ia sudah meninggal dunia.
"Ya Allah, ya Rabbi, jadikanlah kami sebagai salah satu di antara orang-orang yang Engkau perkenankan meraih karunia lailatul-qadr-Mu di bulan Ramadhan ini...'
Memburu Lailatul-qadr mungkin bukan bahasa yang tepat. Tetapi yang lebih tepat adalah mari memantaskan diri untuk dijemput lailatul-qadr.
Dan bila Anda kebenaran dikaruniai kesempatan meraihnya, jangan lupa berdoa kebaikan untukku...!
Wassalamu'alaikum.Wr.Wb.
ki alit Pranakarya
Penggagas/Ketum FSSN Foundation (Forum Silaturahmi Spiritual Nusanatara)

Tidak ada komentar
Posting Komentar