Makam Kanjeng Sunan Ampel
Lokasi : Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya.
Ybia Indonesia - Beberapa makam di Kawasan Religi "Sunan Ampel" Surabaya :
Kluster Makam Sunan Ampel :
1. Kanjeng Sunan Ampel / Kanjeng Sunan Raden Rohmat Ngaripin Ash-Shiddiq Jumeneng Ing Ngampel Denta / Sayyid Ahmad Rahmatillah putra dari Syekh Maulana Ibrahim Asmoro Qondi, Palang, Tuban, lahir th. 1401 dan wafat th. 1481 M.
2. Nyai Condrowati / Nyai Ageng Manila binti Aryo Tejo Al-Abbasyi, istri pertama Kanjeng Sunan Ampel.
3. Mbah K.H. Nawawi Muhammad.
Mbah K.H. Nawawi Muhammad adalah takmir Masjid Agung Sunan Ampel, Surabaya. Beliau ayah dari Gus Hifni. Mbah K.H. Nawawi bin Muhammad bin Hj. Latifah binti H. Achmad bin Sagipoddin / Abdul Latif bin Kamaluddin Al-Faqih bin Mbah Kadirun. Atau Mbah K.H. Nawawi bin Muhammad bin Hasbullah bin Ja'far Shodiq bin Dawud. Makam Mbah K.H. Nawawi ada di sebelah kanan pagar makam Kanjeng Sinuhun R. Rohmat / Sunan Ampel.
4. Mbah Sayyid Abdul Karim, adik bungsu Sayyid Sulaiman, Mojoagung.
Kluster Makam Keluarga Tjoa :
1. Makam Nyai Roro Kindjeng putri dari Adipati Pasuruan Kiyai Tumenggung Onggodjoyo, beliau dipersunting seorang pendekar /bangsawan berdarah China Tjoa Kwie Soe yg memeluk Islam.
Kluster Makam Mbah Bolong :
1. Mbah Sonhaji murid Sunan Ampel yg akrab disebut Mbah Bolong krn ketika melubangi tembok tempat Imam sholat utk mengukur arah kiblat langsung melihat Ka'bah.
2. Mbah Kyai Asy'ari.
3. Mbah Kamaluddin Al-Faqih bin Mbah Kadirun. Makamnya arah kiri pojok tembok di atas makam. Mbah Kamaluddin Al-Faqih adalah ayahanda dari Mbah Safinah, Mbah Sariu Waru, Mbah Sagipoddin ( Abdul Latief), Mbah Saqiddin ( Abdul Kadir) dan Mbah Sariddin ( Zainuddin ).
4. Mbah Kyai Santri Ula (Sayyid Ali Akbar bin Sayyid Sulaiman Kanigoro). Makamnya kanan mepet pagar terdapat pohon Kemuning.
5. Mbah Abdullah Mansyur.
Makamnya panjang mepet tembok, ada pohon Kemuning.
6. Syekh Muhammad bin Yusuf.
Syekh Muhammad bin Yusuf, pengarang kitab Hisnul Hashin yg berisi beberapa wirid dan hizb yg sampai kini masih menjadi buku wajib Salikin Tijaniyah.
7. Nyai Sa'adah.
8. K.H. Ubaidillah.
9. Nyai Fauziah ( Bibi Walikota Surabaya, Mas Eri Cahyadi ).
10. K.H. Ahmad Muhith bin Yakub.
11. Nyai Hj. Latifah binti Muhammad.
12. K.H. Ali Muhammad bin Hasbullah.
10/11/12 adalah makam keluarga K.H. Jakfar.
13. Simbah Syarif bin Nadhiro binti Siti Zahro binti Ali Akbar. Simbah Syarif adalah petinggi Ampel Denta.
14. Mbah Soniah binti Amir Qosim bin Badruddin bin Ali Akbar.
15. K.H. Muhammad Azmi bin Nawawi Muhammad bin Muhammad bin Hj. Latifah binti H. Achmad bin Sagipoddin / Abdul Latif bin Kamaluddin Al-Faqih bin Mbah Kadirun. Makam K.H. Muhammad Azmi di belakang makam Mbah Syarif.
16. Pangeran Pekik II (Pangeran Pengampon) bin Pangeran Pekik I bin Pangeran Kemayoran. Makamnya di area makam Mbah Bolong.
17. Pangeran Nyamplong / R. Satmoto Al-Amin / Al-Ngalim / Kyai Ngarobi putra dari Pangeran Pengampon. Pangeran Nyamplong mempunyai anak Nyai Anom Besari, Caruban, Madiun. Makamnya di area makam Mbah Bolong.
18. Petilasan Kanjeng Sunan Kalijaga.
19. Makam Masal para Syuhada Haji 1974 yg menewaskan 182 Calon Jama'ah Haji dan 8 awak pesawat di Colombo, Srilangka.
Kluster Makam Mbah Sholeh :
Mbah Sholeh murid Sunan Ampel yg selalu membersihkan Masjid Ampel. Konon Mbah Soleh pernah hidup 9x hanya karena krentek hatinya Kanjeng Sunan Ampel ketika melihat masjid yang kotor.
Kluster Makam Mbah Abdurrahman :
di depan Makam Mbah Sholeh ada makam Sayyid Abdurrahman Al-Maulany / Mbah Blumbang, di depannya ada Mushola Songgo Siji (mushola kuno) yg pernah dibangun beliau, ada Al-Qur'an tulisan tangan dan ada Sumbur Blumbang (sumur kuno). K
Kluster Makam Keluarga Gippo :
1. K.H. Mas Mansyur bin K.H. Mas Achmad Marzoeqi. Beliau pengurus besar Muhammadiyah 1937-1942. Lahir di Surabaya, Kamis, 25 Juni 1896 dan wafat 25 April 1946.
2. K.H. Hasan Gipo bin H. Marzuki (fam : Sagipoddin), Ketua Umum Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yg pertama tahun 1926 - 1928, mendampingi K.H. Hasyim Asyari. K.H. Hasan Gipo / Hasan Sagipoddin / Hasan Basri lahir 1869 dan wafat di Surabaya, 1934. K.H. Abdul Latif Sagipoddin berputra 12 orang, di antaranya : H. Turmudzi yang menikah dengan Darsiyah dan berputra H. Alwi. H. Alwi berputra 10 orang, di antaranya H. Marzuki, ayah dari K.H. Hasan Gipo).
3. K.H. Abdul Latif Tsaqifuddin / Sagipoddin, pendiri klan Bani Gipo.
4. Nyai Tafsiroh (Hj. Latifah, istri K.H. Abdul Latif Sagipoddin).
5. H. Turmudzi (putra K.H. Abdul Latif).
6. Amin (putra K.H. Abdul Latif).
Kluster Makam Keluarga Bobsaid.
Jika kalian bertanya-tanya tentang bangunan tembok tinggi selalu tertutup di depan Masjid Ampel, itu adalah area makam keluarga bermarga Bobsaid, di situ disemayamkan jasad "Kapitein Der Arabieren Te Soerabaja" yaitu "Sayyid Achmad bin Abdullah Bobsaid" kisaran thn 1880-an.
Kluster Makam Bupati :
(Kluster Makam ini ditutup oleh Pemerintah Surabaya / Gementee kisaran th.1940-an sampai sekarang)
1. Raden Bagus Anom / R. Adipati Kromodjoyo Adinegoro II / Kanjeng Genteng Jumeneng Bupati Surabaya th 1831-1859, beliau putera ke-8 dari Kandjeng Adipati Kromodjojodirono l / Raden Gloendoeng (Bupati Surabaya dari Th. 1819 s/d 1825) dari Isteri Raden Ayu Sepi binti Kyai Adipati Nitiadiningrat /Kanjeng Lemper, Bupati Pasuruan (th 1751-1779 ). Beliau juga sebagai Imam Besar Sholat Jum'at di Masjid Ampel. Wafat pada 1861.
2. Raden Adipati Djojodirono (Bupati Lamongan Periode Pertama th. 1885 - 1908).
Tampuk kepimpinan kembali dipegang th.1908 - 1937 karena keberhasilannya membangun Rel Kereta Api, Rumah Sakit dan Sekolah, gelarnya dinaikkan lagi menjadi Raden Adipati Aryo Djojo Adinegoro.
Makam Mbah Agung
Lokasi : sebelah utara Masjid Agung Ampel, kompleks makam Sunan Ampel, Kec. Semampir, Kota Surabaya.
Makam Raden Mas Tumenggung Sumonagoro
Lokasi : Ampel Gading, Kec. Semampir, Kota Surabaya.
(Raden Mas Tumenggung Sumonagoro adalah Bupati Sumoroto (Ponorogo) kedua).
Makam Ampel Gubah
1. Al-Habib Hasan bin Umar Al-Habsyi.
2. Al-Habib Sayyid Agil bin Muhammad Al-Habsyi.
3. Al-Habib Husain bin Mahmud Al-Habsyi.
4. Al-Hababah Shofuroh binti Alwi Al-Habsyi.
5. Al-Habib Muhammad bin Ahmad Al-Muhdhor (Bondowoso).
6. Al-Habib Muhammad bin Idrus Al-Habsyi.
Lokasi : Makam Ampel Gubah, selatan Masjid Ampel, Kelurahan Ampel, Kec. Semampir, Kota Surabaya.
(5. Al-Habib Muhammad bin Ahmad bin Muhammad Al-Muhdhor lahir di Desa Quwairoh, Hadramaut, Yaman, sekitar tahun 1280 H / 1859 M dan wafat pada 4 Mei 1926.
6. Al-Habib Muhammad bin Idrus Al-Habsyi
adalah mertua Habib Muhammad bin Ahmad Al-Muhdhor. Beliau lahir di kota Khala' Rasyid, Hadramaut, Yaman Selatan, pada 1265 H / 1845 M dan wafat di Surabaya, pada malam Rabu, 12 Rabiul Akhir 1337 H / 1917 M. Ayahandanya, Habib Idrus bin Muhammad Al-Habsyi berdakwah ke Indonesia dan wafat pada 1919 M di Jatiwangi, Kab. Majalengka, Jawa Barat. Sedangkan ibunya, Syaikhah Sulumah binti Salim bin Sa'ad bin Smeer).
Makam Al-Habib Muhammad bin Umar bin Ahmad bin Abdullah Al-Musawwa
Lokasi : Pemakaman Ampel, Kelurahan Ampel, Kec. Semampir, Kota Surabaya.
Makam Pangeran Dipasanta bin Pardi (P. Diponegoro) dan Syekh Ahmad bin Pardi (Encik Ahmad Ternate)
Lokasi : Jl. Ampel Kejeron I RT. 05 RW. 02, Kelurahan Ampel, Kec. Semampir, Kota Surabaya.
Makam Habib Keramat Malang (Sunan Sasak)
Lokasi : Jl. Sasak, Kel. Ampel, Kec. Semampir, Kota Surabaya. Di antara pertokoan Jl. Sasak (bersebelahan dengan Toko NUN).
Makam Mbah Saudin
Lokasi : Sukodono, Desa Cangkringsari, Kec. Semampir, Kota Surabaya.
(Mbah Saudin adalah tokoh pembuka atau babat alas Desa Cangkringsari).
Makam / Sentono Agung Botoputih
Lokasi : Makam Botoputih, Jl. Pegirian No. 176, Kelurahan Pegirian, Kec. Semampir, Kota Surabaya.
1. Pangeran Lanang Dangiran ( Ki Ageng Brondong / Sunan Botoputih ).
2. Al-Habib Idrus bin Agil.
3. Al-Habib Syekh bin Ahmad bin Abdullah Bafaqih. Beliau lahir di kota Syihr, 1212 H dan wafat pada 1289 H di Surabaya).
4. Al-Habib Muhammad bin Ahmad bin Abdullah Bafaqih.
5. Sultan Mohammad Syafiuddin (Sultan Banten XVII / raja terakhir Kesultanan Banten memerintah 1808 - 1899. Wafat Senin, 3 Rajab 1318 H / 11 November 1899 M).
6. Pangeran Soerja Atmaja.
7. Kanjeng Djimat Djokomono (R.T.A.A. Tjokronegoro II, Bupati Sidoarjo kedua, 1863 - 1883, wafat Minggu Legi, 1906 M).
8. R. Adipati Ario Tjokronegoro IV (R. Bagus Abdul Kadir Djaelani / R. Panji Pramoewidjoyo, Bupati Surabaya pertama, periode 1863 - 1901).
9..Raden Surabaya.
10. Kiyai Romli ( Ki Ageng Pamanahan ).
11. Kiyai Gufron ( Ki Pangeran Aji ).
12. Mbah Kadirun ( Qodirun ) dari Lamongan.
Mbah Qodirun patokan atau nisannya patah keduanya. Di sampingnya adalah makam istri beliau. Mbah Kadirun berputra-putri al. :
1. Kamaluddin Al-Faqih (makam di area Mbah Bolong, Ampel Denta).
2. Sabirah / Mbok Dal ( Makam di Pesarean Agung Botoputih).
3. Sabiah ( Pesarean Agung Botoputih).
4. Kamidju ( Pesarean Agung Botoputih).
Mbah Kamaluddin Al-Faqih berputra-putri al. :
1. Mbah Safinah.
2. Mbah Sariu Waru menikah dengan keluarga Siwalan Panji ( Makam di Ds. Siwalanpanji, Buduran, Kab. Sidoarjo).
3. Sagipoddin / K.H. Abdul Latief ( Makam di Makam Keluarga Besar Gipo, Ampel).
4. Saqiddin / Abdul Kadir ( Makam di Makam Keluarga Gipo, Ampel).
5. Sariddin / Zainuddin ( Makam di Makam Keluarga Gipo, Ampel).
Makam Ki Anggawangsa dan Ki Anggawijaya
Lokasi : Makam Botoputih, Jl. Pegirian No. 176, Kelurahan Pegirian, Kec. Semampir, Kota Surabaya.
( Nama Anggawangsa muncul dalam daftar regent / Adipati Surabaya. Ada sumber literasi yang menyebut nama lain dari Anggawangsa adalah Ki Tumenggung Jangrana ).
Makam Majannatul Arob
Lokasi : Makam Umum Pegirian, Jl. Sidorame No. 28, Kelurahan Pegirian, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya.
1. Al-Habib Muhammad bin Husein bin Zainal Abidin Al-Aydrus (Habib Neon), lahir di kota Tarim, Yaman, 1888 M, dengan nama Muhammad Masyhur dan wafat 30 Jumadil Awwal 1389 H / 22 Juni 1969. Beliau dimakamkan di samping makam paman dan mertuanya, Habib Musthafa Al-Aydrus.
2. Al-Habib Musthofa Al-Aydrus.
3. Al-Habib Syekh bin Muhammad Al-Aydrus, putra Habib Neon, wafat Rabu, 19 Juni 2013.
4. Al-Habib Syekh bin Ahmad Al-Musawwa, lahir 30 Mei 1921 dan wafat Jum'at Pahing, 23 Syawal 1431 H / 1 Oktober 2010.
5. Al-Quthb Al-Habib Abu Bakar bin Umar bin Yahya.
6. Al-Habib Umar bin Thoha bin Yahya ( Habib Umar Kendi ), murid Habib Abu Bakar. Habib Umar lahir bulan Muharram 1282 H / sekitar Juni 1865 M di Surabaya. Beliau putra dari Habib Thoha bin Ali bin Yahya yang wafat di Jeddah pada 1326 H / 1908 M dan kakak Habib Muhammad bin Ali bin Yahya atau yang termasyhur dengan gelar Pangeran Noto Igomo dari Kerajaan Kutai, Tenggarong, Kalimantan Timur. Habib Umar wafat 4 Rabiul Awwal 1385 H / 4 Juli 1965 M.
7. Al-Habib Al-Habib Sholeh bin Abdullah Al-Hamid, ayahanda Habib Sami Al-Hamid.
8. Al-Habib Ali bin Husin Al-Haddad, wafat Selasa Legi, 9 September 2014.
9. Hababah Aididah binti Djakfar Aidid, wafat Kamis Legi, 19 Agustus 1999.
10. Al-Habib Idrus bin Abu Bakar bin Shofi Al-Habsyi.
11. Al-Habib Ali Shofi bin Muhammad Assegaf, wafat 27 Rajab.
12. Syarifah Raguan binti Muhammad Al-Habsyi, lahir Minggu, 19 Dzulhijjah 1316 H dan wafat Sabtu Pon, 21 Muharram 1401 H / 29 November 1981.
13. Syarifah Khodijah binti Muhammad Al-Habsyi, lahir Sabtu, 21 Rajab 1322 H dan wafat Selasa Pahing, 4 Rabiul Awal 1400 H / 22 Januari 1980.
14. Syekh Umar bin Achmad Baradja, pengarang kitab Al-Akhlaq lil Banin wal Banat. Lahir di Ampel Maghfur, 10 Jumadil Akhir 1331 H / 17 Mei 1913 dan wafat Sabtu, 16 Rabiul Tsani 1411 H / 3 November 1990.
15. Al-Ustadz Achmad Umar Baradja, putra Syekh Umar bin Achmad Baradja. Wafat 2 Rabiul Awal 1427 H / 31 Maret 2006.
16. Al-Habib Achmad bin Ghalib Al-Hamid.
17. Al-Habib Achmad bin Ali Assegaf.
18. Al-Habib Muhammad bin Abdul Qodir Al-Aydrus.
19. Hababah Syifa' bin Abu Bakar Assegaf.
20. Hababah Alwiyah bin Ahmad Assegaf.
21. Al-Habib Ahmad bin Zein Al-Kaff.
22. Al-Habib Hasyim bin Abdullah bin Yahya.
23. As-Syarifah Ni'mah binti Hasyim bin Abdullah bin Yahya. Beliau adalah istri dari Al-Habib Husein Ba'abud, Lawang, Malang. Syarifah Ni'mah lahir di Surabaya, 1288 H, dari pasangan Al-Habib Hasyim bin Abdullah bin Aqil bin Yahya dan Syarifah Maryam binti Al-Habib Abdurrahman bin Abdullah Al-Qodiri Al-Djaelani keturunan dari As-Syekh Abdul Qodir Al-Djaelani. As-Syarifah Ni'mah wafat Jum'at, 5 Jumadil Ula, 1358 H / 23 Juni 1939 M.
Makam K.H. Ghufron Faqih
Lokasi : Makam Umum Pegirian, Kec. Semampir, Kota Surabaya.
(K.H. Ghufron Faqih wafat di Surabaya, 11 November 1950).
Makam K.H. Moch. Noer
Lokasi : Makam Umum Pegirian, Kec. Semampir, Kota Surabaya.
(K.H. Moch. Noer adalah Ketua Tanfidziyah HBNO yang terpilih pada Muktamar NU ke-4 di Semarang sampai pada Muktamar ke-11 tahun 1936 di Banjarmasin. Beliau menjabat Ketua Tanfidziyah terpilih dalam 8 kali Muktamar dan wafat pada 19 Februari 1962)
Makam Mbah Sayyid Abu Bakar bin Sholeh
Lokasi : Jl. Kunti Sidotopo No. 51B RT. 02 RW. 07, Kelurahan Sidotopo, Kec. Semampir, Kota Surabaya.
(Makam berada di dalam rumah warga).
Makam Mbah Salbeng dan Mbah Doso
Lokasi : kompleks Masjid Al-Utsmani, Jatipurwo, Kel. Ujung, Kec. Semampir, Kota Surabaya.
(Embah Doso bin Embah Salbeng bin Bujuk Jerengan / Mbah Jarangan bin Bujuk Emas / Ki Ageng Mas sampai kpd Kanjeng Sunan Giri).
Makam K.H. Muhammad Fathul Arifin RA bin Ustman Al-Ishaqy
Lokasi : Jatipurwo, Kel. Ujung, Kec. Semampir, Kota Surabaya.
(K.H. Muhammad Fathul Arifin RA bin Ustman Al-Ishaqy adalah pengasuh PP Jatipurwo, sekaligus kakak kandung K.H. Ahmad Asrori Al-Ishaqy, Kedinding. Beliau wafat Rabu, 3 Rajab 1439 H / 21 Maret 2018).
Makam Hadratus Syekh K.H. Muhammad Utsman bin Nadi Al-Ishaqy
Lokasi : Pondok Pesantren Darul Ubudiyah Raudlatul Muta'allimin, Jatipurwo VII / 15, Kel. Ujung, Kec. Semampir, Kota Surabaya.
(Pondok Pesantren Darul Ubudiyah Raudlatul Muta'allimin didirikan oleh K.H. Muh. Utsman Al-Ishaqy pada 1957. Beliau lahir di Jatipurwo, Surabaya, Rabu, Jumaril Akhir 1334 H / 1915 M.
Hadratus Syekh K.H. Muhammad Utsman Al-Ishaqy bin Surati bin Abdullah bin Mbah Doso bin Mbah Jarangan bin Ki Ageng Mas bin Ki Panembahan Bagus bin Ki Ageng Pangeran Sedo ing Rana bin Panembahan Agung Sedo Margi bin Pangeran Kawis Guwo bin R. Fadlullah Sido Sunan Prapen bin Ali Sumodiro bin Muhammad Ainul Yaqin / Kanjeng Sunan Giri bin Syekh Maulana Ishaq).
Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat..

Tidak ada komentar
Posting Komentar