Potret Lawas 1910 Hak cipta Leiden
Komplek Makam Soenan Bejagung.
Makam Sunan Bejagung berada dalam naungan bangunan cungkup di bawah pepohonan yang besar dan rindang seperti pohon jati, pulai, dan sebagainya.
Menurut Literatur dan Management Juru Kunci
Ybia Indonesia - Makam Syekh Abdullah Asy’ari terletak di Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Tuban. Ramai ziarah pada jum’at wage.
Sunan Bejagung yg terlahir dgn nama maulana abdullah Asy’ari adalah salah satu putra dari Syekh Jumadil Kubro. Keturunan yang melahirkan generasi Wali Songo bersama kakak kandungnya Syekh Maulana Ibrahim Asmara Qodhi. Ada pula yg menyebutnya Syarif Asy’ari Baidhowi.
Kedatangan Abdullah Asy’ari di Tuban disambut baik Adipati Tuban Wilotikto. Sang Adipati sangat menghormati ulama pendatang tersebut, meski pada saat itu dia belum bisa menerima islam sebagai agama yang baru. Bentuk rasa hormatnya kemudian diwujudkan dengan memberikan tanah pardikan (kemerdekaan) di sebuah daerah pegunungan yang saat ini bernama Desa Bejagung di Kecamatan Semanding. Di daerah inilah Syekh Maulana Abdullah Asy’ari mendirikan sebuah tempat untuk berdakwah
Nama Desa Bejagung sendiri, menurut juru makam Bejagung Lor, Darmawan, terkait dengan salah satu karomah yang dimiliki oleh sang sunan. “Nama Bejagung diambil, saat Sunan mengisi buah Mojo dengan air yang agung (banyak), air dalam mojo yang kecil itu tidak habis diminum orang banyak,” kata Darmawan.
Adapula yang menyebutkan, dinamakan Bejagung karena Mbah Asy’ari juga seorang petani jagung. Sunan Bejagung kemudian berpindah ke sebelah utara (lor), sedangkan di daerah awal ia menetap diserahkan kepada Sunan Bejagung Kidul. Bersamaan dengan pindahnya, juga didirikan masjid yang sekarang terletak di timur makam.
Sayyid Abdullah Asy’ari (Sunan Bejagung) ini berputra tiga orang:
(1) Syekh Abdurrahim atau Sunan Pojok.
(2) Nyai Faiqoh atau isteri Pangeran Penghulu atau Syekh Hasyim Alamuddin atau Sunan Bejagung ke-2.
(3) Syekh Afandhi atau Sunan Waruju, makamnya di belakang pengimaman Masjid Bejagung.
Diantara keturunan (dzurriah) beliau yang saat ini sudah diketahui makamnya, ialah:
Sunan Mruwut (Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Tuban).
Sunan Waruju (Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Tuban)
Pangeran Singo Negoro (Bongkok Desa Jetak, Kecamatan Montong Tuban).
Pangeran Banteng Plontang (di atas bukit Desa Dagangan, Kecamatan Parengan, Tuban).
Syekh Ahmad Mutammakin (Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati).
Syekh Mukhyiddin (Desa Laju Kidul, Kecamatan Singgahan, Tuban)
Indonesia Tempoe Doeloe
Pusat Dokumenter Dan Nostalgia.


Tidak ada komentar
Posting Komentar