Malam Mulia yang Tak Terlupakan

Tidak ada komentar


Ybia Indonesia - Suatu malam di sepuluh malam terakhir Ramadhan, para santri melihat sesuatu yang tidak biasa. Di sudut masjid, Gurutta KH. Abdurrahman Ambo Dalle berdiri lama dalam shalat malam. Beliau adalah ulama besar Bugis, pendiri Darud Dakwah wal Irsyad (DDI), yang hidupnya dihabiskan untuk ilmu dan dakwah.

Usianya sudah sangat tua, tetapi ibadahnya jauh lebih kuat daripada para santri yang masih muda. Malam semakin sunyi. Angin berhembus pelan. Masjid terasa sangat tenang.

Setelah lama berdoa, air mata Gurutta jatuh membasahi janggutnya. Para santri yang melihatnya hanya bisa terdiam.

Menjelang subuh, Gurutta berkata pelan kepada murid-muridnya: “Jika suatu malam hatimu terasa sangat dekat kepada Allah, dunia terasa kecil, dan air mata mudah jatuh… maka itu malam yang sangat mulia.”

Beliau tidak pernah mengatakan bahwa itu adalah Lailatul Qadar. Namun para santri merasakan malam itu berbeda… sangat damai… sangat tenang.

Sejak saat itu Gurutta selalu menasihati: “Jangan sibuk mencari tanda Lailatul Qadar. Hidupkan saja semua malam Ramadhan dengan ibadah.” Karena Lailatul Qadar tidak datang kepada orang yang menunggu… tetapi kepada orang yang bersungguh-sungguh beribadah.

Semoga Allah merahmati Gurutta KH. Abdurrahman Ambo Dalle, menerima semua amal beliau, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. 

Dan semoga Allah juga mempertemukan kita dengan malam yang lebih baik dari seribu bulan. Aamiin.

Oleh: Muh Aksan

Tidak ada komentar

Posting Komentar