Ybia Indonesia - Diantara tiga khalifah penerus ke mursyidan dari Hadhratus Syekh KH Romli Tamim, PP Darrul Ulum Rejoso, Peterongan, Jombang adalah tiga murid murid beliau dan diantaranya KH Bahri (Mojosari, Mojokerto), KH Makki Muharram (Mojo, Kediri) dan KH Muhammad Utsman al-Ishaqy (Surabaya).
Peristiwa itu terjadi sekitar tahun 1958-1959 M. Ada sebuah Majlis Mubaya'ah (bai'at) di Pondok Pesantren Al Islahiyah, Kemayan, Mojo, Kediri. Dan ketika itu KH Romli Tamim mendadak kesehatannya menurun dan mengalami muntah darah yang membasahi pakaian beliau pakaikan. Seketika itu, KH Romli Tamim dibawah langsung masuk ke ndalem (rumah) Romo Yai Abdullah Mun'im Ismail (Ayah KH Najib Zamzami).
Di ndalem tersebut KH Romli Tamim kepada KH Makki Muharram selaku yang punya wilayah dan murid KH Romli untuk melanjutkan mubaya'ah (bai'at). Yang kemudian hari ada semacam mandat atau tanggung jawab untuk diberikan tugas mengurusi kethoriqohhan diwilayah Karisidenan Kediri saat itu yang sekarang wilayah tersebut adalah Kediri, Blitar dan Tulungagung.
Saat KH Makki Muharram jatuh sakit dan menjelang wafat sekitar tahun 1975. KH Muhammad Utsman al-Ishaqy rawuh ke Karangkates, Kediri. Ketika itu disaksikan para masyayikh dan para kiai sepuh saat itu. KH Makki Muharram dawuh "Kang, anak muridku Kabeh tak titikpne jenenggan (kang, semua anak dan muridku saya titipkan ke Kiai Ustman)".
Begitu dawuh KH Makki Muharram kepada KH Muhammad Utsman al-Ishaqy sang penerus estafet kepemimpinan ke mursyidan Qodriyah wan Naqsabandiyah terakhir di Jawa Timur.
(Cerita selanjutnya akan kami tulis sampai KH Ahmad Asrori al-Ishaqy meneruskan estafet kemursyidan dari ayahanda beliau KH Muhammad Utsman al-Ishaqy).
Muhammad Nur Rofiq
.jpg)
Tidak ada komentar
Posting Komentar