Pesan dan Isyarat dari Pangersa Abah Anom RA: Mengamalkan, Mengamankan, dan Melestarikan

Tidak ada komentar


Ybia Indonesia - Setelah pelaksanaan MANAQIB perdana di Masjid Kubah Emas pada 25 Oktober 2008, AG sowan kepada Pangersa ABAH ANOM ra di Madrasah Pontren SURYALAYA. Ketika itu Pangersa ABAH sedang bersama Kiai Haji Kankan Zulkarnaen dan Doktor Haji Suhrowardi.

Maka AG bercerita di depan Pangersa ABAH tentang syiar MANAQIB di Kubah Emas dan berbagai masjid agung lainnya. Walau pun AG bercerita cukup panjang namun Pangersa ABAH hanya diam saja dan tidak memberikan reaksi apa pun.

Setelah AG undur diri keluar dari ruang madrasah, maka Pangersa ABAH menoleh kepada Haji Kankan putra tercintanya. Pangersa ABAH berkata, "Aa', MANAQIB mah lain omongkeuneun euy, pigawe-eun.." (Aa', MANAQIB itu bukan bahan pembicaraan, tapi amalan yang harus dikerjakan)

Ucapan tersebut menunjukan Pangersa ABAH lebih mengetahui niat terdalam yang dimiliki muridnya. Amalan yang secara lahiriah besar ternyata bisa bernilai kecil jika salah niat dan memunculkan kebanggaan diri. Serta menjadi isyarat di kemudian hari bagi murid yg memiliki kebanggaan diri ketika beramal. Semakin banyak amalnya justru membuat egonya semakin besar karena merasa dirinya adalah murid yang paling hebat. NA'UUDZU BILLAAH..


Walloohu a'lam..

Hatur Nuhun ABAH.

Terimakasih ABAH..

Semoga ISTIQOMAH dalam Mengamalkan, Mengamankan, dan Melestarikan Ajaran Amaliyah Thoriqoh Qoodiriyyah Naqsyabandiyyah (TQN) Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya. Aamiin YRA 

Bilbarokah Walkaromah Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin, ra.

Al-fatihah...

Tidak ada komentar

Posting Komentar