Kisah Masa Kecil Abah Guru Sekumpul: Telita dan Kesabaran

Tidak ada komentar

 



Ybia Indonesia - Abah Guru Sekumpul, nama lengkap beliau adalah Kyai Haji Muhammad Zaini Abdul Ghani Al-Banjari, lahir pada malam Rabu 11 Februari 1942 (27 Muharam 1361 Hijriah) di desa Keraton, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar.


Masa Kecil yang Penuh Disiplin

Waktu masa kecil beliau selalu berada di sisi orang tua dan nenek beliau yang bernama Salbiyah. Mereka menanamkan kedisiplinan dalam pendidikan tauhid dan akhlak serta belajar membaca Al-Qur'an. Karena itulah, guru pertama dari abah Guru Sekumpul adalah orang tua dan nenek beliau sendiri.


Sifat Mulia sejak Kecil

Semenjak kecil beliau sudah menunjukkan sifat mulia yaitu sangat penyabar, ridha, pemurah, dan kasih sayang terhadap semua. Kasih sayang yang diajarkan dan ditunjukkan oleh ayah beliau sendiri.


Kisah Kesabaran Ayah

Suatu ketika saat hujan turun deras, sedangkan rumah abah Guru Sekumpul sekeluarga sudah sangat tua dan reot. akibatnya air hujan merembes masuk dari atap-atap rumah. Dan tubuh beliau abah guru sekumpul dilindungi sang ayah dari hujan dan ayah beliau rela membiarkan dirinya sendiri tersiram hujan.


Pelajaran dari Ayah

Ayah beliau Syekh Abdul Ghani bin Abdul Manaf adalah seorang yang saleh dan sabar dalam menghadapi segala situasi dan sangat kuat dengan menyembunyikan derita dan cobaan. Tidak pernah mengeluh kepada siapapun. Kisah duka dan kesulitan sekaligus juga adalah intisari kesabaran, dorongan untuk terus berusaha agar mendapatkan rezeki yang halal, menjaga hak orang lain, jangan mubazir, bahkan sistem manajemen usaha disampaikan kepada generasi sekarang lewat cerita-cerita.


Sistem Manajemen Usaha Ayah

Setiap keuntungan dagang dibagi menjadi tiga. Sepertiga untuk menghidupi kebutuhan keluarga, sepertiga untuk menambah modal usaha, dan sepertiga untuk disumbangkan, sehingga berkah hidupnya. 

Tidak ada komentar

Posting Komentar