KH. Muhammad Mansur (1878-1967): Guru Mansur Jembatan Lima, Ulama Ahli Falak Betawi

Tidak ada komentar


Ybia Indonesia - KH. Muhammad Mansur adalah salah satu ulama besar Betawi yang dikenal sebagai ahli ilmu falak, pendidik umat, dan penulis kitab yang masih dipelajari di berbagai pesantren. Beliau lahir pada tahun 1878 M dan wafat pada tahun 1967 M.


Nasab dan Kelahiran

KH. Muhammad Mansur berasal dari keluarga ulama dan tokoh agama yang kuat dalam tradisi keilmuan Islam. Nama ayah beliau adalah Guru H. Abdul Hamid bin Imam Damiri bin Imam Habib bin Abdul Muhit bin Pangeran Cakra Jaya.


Menjadi Ulama dan Ahli Ilmu Falak

Guru Mansur dikenal memiliki kecerdasan dan ketekunan luar biasa dalam menuntut ilmu. Salah satu cabang ilmu yang menjadi keistimewaan beliau adalah ilmu falak (hisab dan astronomi Islam).


Karya Monumental: Sullamun Nayyirain

Salah satu warisan intelektual Guru Mansur yang paling terkenal adalah kitab Sullamun Nayyirain. Kitab ini membahas ilmu falak secara sistematis dan praktis, sehingga mudah dipelajari oleh para santri.


Dakwah dan Pengabdian Umat

Guru Mansur juga aktif berdakwah di tengah masyarakat. Beliau dikenal sebagai sosok yang teguh dalam memegang ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah, lembut dalam menyampaikan nasihat, tegas dalam menjaga syariat, dan dekat dengan masyarakat kecil.


Wafat dan Makam

KH. Muhammad Mansur wafat pada Jumat, 19 Mei 1967, dan dimakamkan di kompleks Masjid Al-Mansur, Jalan Sawah Lio, Jembatan Lima, Jakarta Barat.


Warisan dan Teladan

Guru Mansur bukan sekadar ahli falak, tetapi juga simbol ulama Betawi yang menggabungkan ilmu syariat dan sains, mengabdi tanpa pamrih kepada umat, dan mewariskan ilmu melalui kitab dan murid. 

Tidak ada komentar

Posting Komentar