Dr. Hamid Choi Yong Kil: Pejuang Dakwah dengan Pena dan Ilmu

Tidak ada komentar


Ybia Indonesia - Dunia Islam di Asia Timur memberikan penghormatan tinggi kepada Dr. Hamid Choi Yong Kil, seorang tokoh intelektual yang menjadi jembatan hidayah bagi masyarakat Korea Selatan. Dr. Hamid tercatat sebagai orang Korea asli pertama yang berhasil menerjemahkan Al-Qur'an dan kitab hadis Shahih Bukhari ke dalam bahasa ibunya dengan sangat teliti.

Dedikasi luar biasa ini ia jalani selama lebih dari tujuh tahun, demi memastikan setiap ayat suci dapat dipahami dengan makna yang tepat oleh umat Muslim di negaranya yang terus berkembang. Karya monumental ini memberikan dampak yang sangat masif bagi dakwah Islam di Korea, karena membantu masyarakat setempat mempelajari ajaran agama tanpa terkendala bahasa.

Dr. Hamid tidak hanya berhenti pada penerjemahan kitab suci, ia juga dikenal sangat produktif dengan menghasilkan lebih dari 90 karya ilmiah dan buku tentang keislaman. Kontribusinya yang luas telah menjadikannya sebagai rujukan utama bagi akademisi dan mualaf di Korea Selatan yang ingin mendalami filosofi dan hukum Islam secara komprehensif.

Keberadaannya membuktikan bahwa Islam adalah agama yang universal dan mampu menyatu dengan kebudayaan mana pun melalui jalur literasi dan pendidikan. Warisan intelektual yang ditinggalkan oleh Dr. Hamid akan terus menjadi lentera bagi generasi Muslim Korea di masa depan untuk terus berdakwah dengan santun dan berilmu.

Di tengah tantangan modernitas, sosoknya menjadi inspirasi bahwa ketekunan dalam menjaga kalam Tuhan adalah bentuk pengabdian tertinggi seorang hamba kepada Sang Pencipta. Kisah Dr. Hamid mengajarkan kita bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari pena seorang pejuang yang ikhlas bekerja dalam sunyi selama bertahun-tahun.

Bahasa bukan lagi menjadi penghalang bagi kebenaran untuk sampai ke telinga manusia di seluruh penjuru bumi jika ada jiwa yang rela mengorbankan waktunya. Kejadian ini membuktikan bahwa satu buku terjemahan bisa menjadi kunci bagi jutaan orang untuk menemukan jalan kedamaian.

Kejadian ini membuktikan bahwa dakwah yang paling abadi adalah dakwah melalui tulisan yang tak lekang oleh waktu. 

Tidak ada komentar

Posting Komentar