Ybia Indonesia - KH. Mahfudz Amin bin Tuan Guru H.M. Ramli bin Tuan Guru H. Muhammad Amin adalah putra pertama dari sembilan bersaudara, pasangan Tuan Guru HM. Ramli dan Hj. Sabariah. Beliau dilahirkan di Pamangkih pada malam selasa tanggal 23 rajab 1332 H bertepatan tahun 1914 M di rumah orang tuanya. Beliau diasuh dan dibesarkan langsung di bawah pengawasan kedua orang tua beliau sehingga menjadi orang yang mulia dan berjasa di tengah-tengah kehidupan.
Beliau pertama kali dididik dan dibesarkan di tengah – tengah keluarga yang taat beragama, sebab orang tua beliau yang bernama H. Muhammad Ramli adalah ulama berpengaruh dan dikenal mempunyai ilmu agama yang dalam. Tidak heran kalau di Pamangkih, orang tua dari Tuan Guru HM. Ramli yaitu Tuan Guru H. Muhammad Amin dikenal dengan sebutan Tuan Guru Besar, sedangkan Tuan Guru HM Ramli dikenal dengan julukan Tuan Guru Tuha, karena di tangan beliaulah kata putus dalam berbagai persoalan, baik yang menyangkut bidang agama maupun problem sosial kemasyarakatan lainya.
Dalam usia 6 tahun, beliau sudah selesai belajar Al Qur’an tahap pertama, di bawah pengajaran langsung orang tua beliau. Pendidikan formal beliau tempuh di Volk School selama tiga tahun di Pamangkih yang kemudian dilanjutkan Vervolk School selama dua tahun di Desa Banua Kupang. Selain itu beliau tidak pernah belajar di sekolah formal lainnya.
Untuk selanjutnya beliau menempuh pendidikan non formal berupa pengajian agama yang diberikan oleh orang tua beliau sendiri di samping mengikuti pengajian dengan Tuan Guru H. Hasbullah bin H. Abdurrahim di dekat Masjid Jami Pamangkih. Selain itu beliau juga belajar dengan Tuan Guru H. Muhammad Ali Bayanan dan Tuan Guru H. Muchtar di Desa Negara Kab. Hulu Sungai Selatan.
Pada tahun 1938 M, saat berusia 24 tahun sesudah beliau menikah dengan seorang perempuan yang bernama Saudah, puteri dari tuan guru H.M Arsyad di Desa Kali Baru Kec. Batu Benawa Kab. HST. Pada tahun itulah oleh mertua beliau, Mahfudz Amin beserta isteri diberangkatkan ke Tanah Suci Makkah untuk menunaikan ibadah haji seraya memperdalam ilmu pengetahuan agama. Karena mertua beliau menilai bahwa KH. Mahfudz Amin mempunyai cita cita yang tinggi, bahkan pada waktu itu KH. Mahfudz Amin dapat menjawab satu pertanyan dari beliau yang sebelumnya pertanyaan itu oleh mertua beliau tidak ditemukan jawabannya.
Selama belajar dan menuntut ilmu di Makkah, guru - guru beliau antara lain:
1. Tuan Guru HM. Ramli
2. Tuan Guru H. Hasbullah bin H. Abdurrahim
3. Tuan Guru H. Muhammad Ali Bayanan
4. Tuan Guru H. Muchtar
5. Syeikh Yasin al-Fadani
6. Syeikh Abu Bakar Putra Sulaiman
7. Syeikh al-‘Allamah Abdul Qadir al-Mandili
8. Al-‘Allamah asy- Syeikh H. Muhammad Anang Sy’arani
9. Syeikh Abdurrahman, Kelantan
10. Syeikh Muhammad Nuh, Kelantan
11. Syeikh Muhammad Ahyad putra Idris alBughuri
12. Syeikh Abdul Kaliq, Perak, Malaysia
13. Syeikh KH. Abdul Jalil al-Maqdisi
14. As-Sayyid Alawy putra Sayyid Abbas al-Maliki
15. As-Sayyid Amin Kutbi
16. Syeikh Hasan Muhammad al-Masysyath
17. Syeikh Mukhtar, Ampenan
Dalam suasana serba sulit KH. Mahfuz Amin tetap tegar melaksanakan misinya, yaitu mengembangkan pendidikan agama Islam. Dibawah kepemimpinannya warga desa Pamangkih berhasil mendirikan “Pondok Pesantren Ibnul Amin” pada tanggal 11 Mei 1958 di desa tersebut. Usahanya tersebut mendapat dukungan sejumlah ulama dan tokoh masyarakat, diantaranya adalah Tuan Guru H. Abdulmajid, H. ramli, H. Umar, H. Mukhtar, Rustam, Efendi, dan beberapa yang lainnya.
Pondok Pesantren yang bernama “Ibnul Amin", nama ini diambil dari nama kakek beliau yang bernama Tuan Guru H.M Amin. Disamping sebagai tafaulan ( kesan yang baik ) dari makna Al Amin itu sendiri yaitu jujur dan dipercaya, dengan harapan mudah-mudahan generasi yang dididik di Ibnul Amin menjadi generasi yang jujur dan dipercaya.
Beliau wafat pada Ahad, 21 Dzulhijjah 1415 H/21 Mei 1995, dan dimakamkan di pemakaman umum Pamangkih, berdampingan dengan orang tua beliau KH. Muhammad Ramli.
.jpg)
Tidak ada komentar
Posting Komentar