Barokah Ngiring Ulama': Kisah Sopir yang Mendapatkan Keberkahan

Tidak ada komentar


Ybia Indonesia - Ada sebuah kisah seorang yang bodoh bahkan sekolah saja sampai tidak tamat di sekolah dasar (SD). Kelebihan orang yang bodoh ini hanya pandai menyetir (sopir) mobil dan kedua orang ini memiliki rupa yang sangat gagah masih muda seperti orang arab yang gagah ganteng.

Kebetulan didekat rumahnya ada rumah seorang Ulama' (Tuan Guru), biar pergaulannya tidak rusak oleh temannya yang lain, orang ini ingin berkhidmat di Tuan Guru tersebut paling tidak hanya jadi sopir. Singkat cerita seorang ini bisa menjadi sopir Tuan Guru tersebut.

Kurang lebih dua tahun menjadi sopir Tuan Guru ini, suatu hari saat dalam perjalanan menuju tempat pengajiannya dilokasi yang terakhir (Tuan Guru ini punya jadwal banyak setiap hari), sekitar 100 meter sebelum lokasi tersebut tiba-tiba Tuan Guru ini merasa sakit dan merasa tidak mampu untuk memberikan pengajian atau ceramah kepada jama'ah yang sudah sedari tadi menunggu.


Tuan Guru: 'berhenti sebentar'

Sopir: ya bapak, ada apa ...?

Tuan Guru: 'saya kurang sehat ini, tidak bisa memberikan pengajian'

Sopir: 'o...berarti kita balik, atau kita telpon tuan guru yang lain untuk mengisi..?'

Tuan Guru: 'kalau kita balik, kasihan jamaah sudah lama menunggu, terus nama bapak juga akan rusak'

Sopir: terus..?

Tuan Guru: 'kalau bisa anak yang ganti bapak ceramah didepan jama'ah'

Sopir: jangan bapak Tuan Guru, SD saya tidak tamat, apalagi mau ceramah'

Sopir ini saking takutnya sampai menangis karena merasa tidak mampu. Akhirnya singkat cerita sang Tuan Guru bertukaran pakaian dengan sang sopir.

Akhirnya sesampainya disana mereka disambut jamaah, dan jamaah banyak yang tercengang melihat Tuan Guru yang masih muda dan gagah (sopir). Turunnya dari mobil tuan guru (sopir) ini disalami oleh semua jamaah, sampai hilanglah rasa takutnya yang tadi dan bergumam dalam hatinya (ternyata enak juga jadi tuan Guru disalami oleh semua jamaah).

Akhirnya duduklah sopir ini dikamursi yang disiapkan untuk tian guru dan tuan guru yang asli duduknya dibawah. Setelah itu dia mulai ceramah dengan lancar dan tidak ada titik koma berhenti, supaya tidak ada jamaah yang bertanya. Takutnya kalau ada yang bertanya dia tidak bisa menjawab.

Ditengah pengajian tiba-tiba ada ustadz yang bertanya tapi masih dicuekin, akhirnya disekati oleh ustadz tersebut.

Ustadz: 'tiang mau bertanya, tadi pas selesai jumatan setelah semua jamaah bubar sudah pulang dan pada pergi bekerja semua, tapi khatib Jum'at tadi ternyata lupa mandi junub sebelum naik kemasjid..?'

Mendengar itu sopir itu keringat dingin, tapi tiba-tiba dia memukul meja dan berkata:

Tuan Guru (sopir): "Yang begitu saja ditanya, anak SD saja pasti bisa jawab. Sekarang sopir(Tuan Guru asli) saya saja yang jawab' katanya sambil menyuruh sang tuan guru asli.

Karena yang menjawab Tuan Guru yang asli, jadinya semua jawabannya rapi bagus dan jamaah merasa senang semua dengan jawabannya.

Singkat cerita setelah selesai pengajian dan sudah berada dimobil sang sopir tidak tahan dengan ketawanya karena bisa ceramah.

Tuan Guru asli berkata: 'pas sekali anakku itu yang saya inginkan'.

Dari cerita ini dapat kita ambil hikmah bahwa keberkahan mengiringi orang sholeh atau ulama' itu sangat nyata, orang yang bodoh saja bisa menjadi hebat karena kebarokahan berkhidmat dengan Ulama'.


TGH. Ahmad Barizi, Q.H., S.Pd.I 

Tidak ada komentar

Posting Komentar