Ybia Indonesia - Aang Nuh Gentur, yang memiliki nama asli KH. Abdullah Haq Nuh, adalah seorang ulama kharismatik dari Cianjur, Jawa Barat. Beliau dikenal sebagai sosok ulama yang "nyentrik" dan memiliki banyak karamah (keistimewaan), serta dikenal sebagai ahli hikmah (ilmu kebatinan Islam).
Silsilah dan Latar Belakang
Aang Nuh adalah putra dari ulama besar tanah Pasundan, Syekh Ahmad Syathibi al-Qonturi (Mama Gentur), pendiri Pondok Pesantren Gentur di Warungkondang, Cianjur. Garis keturunannya bersambung hingga ke Syekh Abdul Muhyi Pamijahan (Tasikmalaya), salah satu waliyullah penyebar Islam di Jawa Barat. Beliau memiliki saudara yang juga menjadi ulama, seperti Aang Baden (Mama Hajji Hidayatullah) dan Aang Eyeh (Mama Hajji Rohmatullah).
Karakter dan Keilmuan
Berbeda dengan ayahnya (Mama Gentur) yang dikenal sangat alim dalam ilmu fiqih dan kitab kuning secara formal, Aang Nuh dikenal dengan gaya yang lebih "jawara" dan eksentrik. Beliau masyhur sebagai ulama yang menguasai ilmu hikmah dan kanuragan. Sosoknya sangat disegani tidak hanya oleh santri, tetapi juga oleh para jawara dan masyarakat umum.
Kisah Karamah (Keistimewaan)
Dalam tradisi lisan masyarakat Cianjur dan santri, terdapat banyak kisah mengenai karamah atau kelebihan luar biasa yang dimiliki Aang Nuh, di antaranya:
- Kisah di Monas: Terdapat kisah masyhur di mana beliau pernah menaiki puncak Tugu Monas (atau tempat tinggi lainnya) tanpa alat bantu, yang membuat aparat keamanan saat itu kebingungan.
- Kebal Senjata: Pada masa perjuangan melawan penjajah (Jepang dan Belanda), beliau dikisahkan memiliki kekebalan terhadap peluru dan senjata tajam.
- Menaklukan Jin: Beliau juga dikenal memiliki kemampuan spiritual untuk menundukkan gangguan makhluk halus.
Perjuangan Kemerdekaan
Aang Nuh juga tercatat memiliki peran dalam masa perjuangan kemerdekaan. Beliau pernah menjadi komandan militer (pasukan Hizbullah/Sabilillah) di wilayah Cianjur pada masa pendudukan Jepang (sekitar tahun 1943-1944), memimpin para santri dan pemuda dalam mempertahankan tanah air.
Wafat
Aang Nuh Gentur wafat pada tahun 1990. Beliau dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga di Gentur, Warungkondang, Cianjur, berdekatan dengan makam ayahnya, Mama Gentur. Hingga kini, makam beliau selalu ramai dikunjungi peziarah yang ingin bertawassul dan mengenang jasa-jasanya.
Catatan Penting: Sering terjadi kebingungan antara Aang Nuh Gentur (KH. Abdullah Haq Nuh) dengan KH. Abdullah bin Nuh (ulama Bogor pendiri Ponpes Al-Ghazali). Keduanya adalah tokoh yang berbeda, meskipun sama-sama ulama besar yang berasal dari Cianjur dan memiliki hubungan kekerabatan/keilmuan. Aang Nuh Gentur lebih dikenal dengan sisi hikmah dan jawara-nya di Warungkondang, sedangkan KH. Abdullah bin Nuh dikenal sebagai ulama intelektual dan sastrawan bahasa Arab di Bogor.
.jpg)
Tidak ada komentar
Posting Komentar